Pengalaman Pertama Belanja Online di Lazada

Belanja secara online saat ini mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun saya sendiri baru kali ini memiliki pengalaman dengan mencoba melakukan transaksi / belanja secara online. Selama ini situs belanja online saya gunakan hanya untuk survey harga barang (khususnya barang seperti handphone). Setelah menemukan barang yang sesuai, baru kemudian saya membeli barang tersebut langsung di toko, bukan belanja online.

Pengalaman pertama saya belanja secara online berawal dari keinginan saya membeli sebuah barang yang saya sendiri pada awalnya tidah tahu istilah/nama barang tersebut. Saya ingin membeli sebuah tempat/pegangan handphone untuk diletakkan di dashboard atau kaca mobil. Barang ini bukan kebutuhan utama tapi saya rasa akan berguna ketika berkendara sendiri atau ingin menggunakan fasilitas GPS pada handphone sambil berkendara. Walaupun berhubungan dengan aksesoris handphone tapi saya belum pernah melihat barang ini dijual di toko handphone dan aksesoris. Jadi saya kira barang ini jarang dijual di toko biasa.

Saya kemudian membuka sebuah situs belanja online yaitu Lazada. Saya mencoba mencari berdasarkan kategori yang tersedia dan ternyata di Lazada tersedia cukup banyak pilihan untuk barang yang saya cari. Kalau tidak salah istilah untuk barang ini adalah Car Holder. Saya melihat-lihat beberapa pilihan Car Holder yang tersedia dan juga coba membaca beberapa review yang tersedia disana. Pilihan saya pun jatuh pada Capdase Original Mini Car Mount Holder Racer For Zenphone.

Karena saya belum pernah belanja secara online dan ini merupakan pengalaman yang pertama, maka saya memang mencoba membuat batasan untuk belanja barang dengan harga maksimal 200 ribu. Harga barang yang ingin saya beli ini adalah 180 ribu, jadi masih masuk dalam kategori barang yang ingin saya beli. Saya pun melanjutkan ke tahap transaksi dengan mengikuti langkah yang sudah disediakan di Lazada. Cukup mudah dan jelas untuk diikuti.

Setelah melakukan transaksi secara online, untuk pembayaran saya lakukan dari ATM dengan mengirim uang ke rekening yang sudah ditentukan. Karena ditambah dengan ongkos kirim maka biaya total yang saya kirimkan sekitar 223 ribu. Pembayaran selesai, tahap selanjutnya adalah melakukan konfirmasi pembayaran melalui website Lazada. Sayangnya saat itu setelah mencoba beberapa kali, proses konfirmasi pembayaran ternyata gagal karena ada masalah pada halaman website.

Sekali lagi karena ini pengalaman pertama belanja secara online, saya sedikit resah dan langsung mencoba menelepon ke nomor telepon yang tertera di website Lazada. Tidak lama telepon pun diangkat oleh seorang lelaki yang cukup ramah, saya menyampaikan keluhan saya dan disarankan untuk mengirimkan bukti pembayaran beserta nomor/kode pesanan ke email support@lazada.co.id. Semua langkah yang diminta pun saya ikuti. Selang beberapa menit saya mendapat balasan bahwa konfirmasi pembayaran saya akan segera dicek dan diproses dalam waktu 24 jam.

Keesokan harinya saya login ke website Lazada dan melihat status barang yang saya beli, kalau tidak salah waktu itu barang saya sudah di packing. Saya lupa waktu detailnya, status selanjutnya barang dalam proses pengiriman. Total 7 hari setelah pembayaran, barang pun tiba di rumah saya. Tapi saat itu kebetulan yang ada dirumah adalah ibu saya, jadi beliau yang menerima. Tentunya sebelumnya saya sudah pesan siapa tahu ada orang mengirim barang agar diterima, agar ibu saya tidak bingung karena saya tumben mendapat kiriman barang ke rumah. Oya, pengiriman barangnya menggunakan JNE.

Itulah pengalaman saya pertama kali belanja secara online di Lazada. Saya belum pernah belanja di situs lainnya, mungkin lain kali perlu dicoba juga.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

5 thoughts on “Pengalaman Pertama Belanja Online di Lazada

  1. PertamaX belanja di Lazada dibuat kecewa oleh customer servicenya. Alasan barang tidak sampai karena kurir tidak dapat menjangkau alamat pengirim. Setelah meminta pengiriman ulang ternyata stok barang habis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *