Pelayanan Cetak SIM Hilang di Poltabes Denpasar

August 15th, 2012 by imadewira Leave a reply »

Hampir saja saya lupa menuliskan pengalaman atau lebih tepatnya keluhan saya tentang pelayanan SIM di Poltabes Denpasar beberapa waktu yang lalu. Ceritanya berawal ketika istri saya kehilangan dompet yang berisi beberapa dokumen berharga diantara Surat Ijin Mengemudi atau kita kenal dengan SIM. SIM yang hilang adalah SIM A dan SIM C.

Untuk diketahui, dulu SIM tersebut dibuat di Poltabes Denpasar dengan status membuat baru karena SIM sebelumnya sudah mati lebih dari setahun. Waktu itu saya sendiri yang mengantar istri mengurus SIM di Poltabes Denpasar, tanpa calo. Prosesnya cukup lancar, hanya sekitar 2 jam semuanya selesai. Ya walaupun sedikit kurang nyaman karena banyaknya orang yang mengurus SIM disana.

Dan kemudian tahun lalu (atau dua tahun lalu, saya lupa), karena sudah akan mati, SIM tersebut kami perpanjang di pelayanan SIM keliling Poltabes Denpasar. Waktu itu ketika mobil pelayanan SIM keliling “nongkrong” di jalan Marlboro Barat (sebelah timur Lapas). Tujuan kami memperpanjang SIM di pelayanan SIM keliling tentu saja karena kemudahan dan kecepatan pelayanannya. Cukup membawa SIM yang lama serta fotocopy KTP, SIM bisa diperpanjang hanya dalam beberapa menit. Kami tidak perlu datang ke Poltabes Denpasar dan mengantre lama disana. Saya acungkan jempol memang atas pelayanan SIM keliling ini. Saya bahkan sempat mencatat nomor kontak petugas SIM keliling (sayang sekarang sudah hilang) dan saya berikan ke beberapa teman yang membutuhkan, karena mobil pelayanan SIM keliling tempatnya berpindah-pindah.

Kemudian terjadilah kehilangan dompet yang dialami istri saya. Kami memang pesimis akan bisa mengurus SIM yang hilang tersebut, apalagi kami tidak memiliki fotocopy SIM tersebut sama sekali. Kami hanya mengurus surat kehilangan di Polsek Canggu dan berbekal surat kehilangan tersebut, kami mencoba mendatangi Poltabes Denpasar untuk mengurus SIM. Kami awalnya berpikir akan mencari SIM dengan status baru saja.

Tiba di Poltabes dan memasuki tempat pelayanan SIM suasana begitu ramai dengan orang yang mengurus SIM, entah perpanjang atau mengurus SIM baru. Saya bertemu dengan seorang polwan cantik yang melayani di bagian pengisian formulir. Saya kemudian menyampaikan permasalahan saya, bahwa istri saya kehilangan SIM dan kami bertanya apakah bisa diurus kembali (dicetak ulang) hanya dengan membawa surat keterangan kehilangan.

Awalnya saya merasa polwan ini sedikit berbelit-belit namun akhirnya kami ditujukan langsung ke loket pencetakan SIM dan menyerahkan surat keterangan kehilangan yang kami bawa. Saya pun bahagia, wah ternyata gampang sekali. Kami menunggu beberapa menit dan akhirnya dipanggil. Petugas di loket pencetakan SIM mengatakan bahwa SIM istri saya tidak bisa dicetak karena statusnya sudah mati sekian tahun. Wah, kok bisa?

Kami menjelaskan bahwa SIM tersebut masih berlaku, mungkin sekitar 3 tahun lagi karena kami ingat memperpanjangnya di pelayanan SIM keliling. Mendengar kami memperpanjang di SIM keliling, petugas mengatakan bahwa berarti kami harus mengurusnya di pelayanan SIM keliling. Waduh.. Berarti harus mencari pelayanan SIM keliling itu, dan saya tidak tahu saat itu mobil SIM keliling ada dimana. Belum lagi kalau mobilnya ada lebih dari satu, mana mungkin saya ingat mobilnya yang mana. Kecewa berat..

Saya yang sudah bahagia dan optimis langsung kecewa. Itu artinya database yang ada di mobil SIM keliling tidak nyambung alias tidak terkoneksi dengan database di kantor Poltabes Denpasar. Kok bisa? Parah.. Beberapa kali saya melontarkan kekecewaan saya di jejaring Twitter.

Saya mencoba tenang, lalu meminta penjelasan kepada seorang polwan (yang ini kayaknya sudah ibu-ibu) yang kebetulan ada di depan loket tadi. Kurang lebih polwan itu menjelaskan, itulah jeleknya kalau perpanjang di pelayanan SIM keliling, kalau SIM hilang tidak bisa dicetak lagi. Iya, polwan tersebut benar mengatakan kalaupun saya menemukan mobil pelayanan SIM keliling itu, SIM tetap tidak bisa dicetak lagi. Bahkan saya merasa nada kalimat seperti “besok-besok jangan perpanjang di SIM keliling”.

Berarti, tidak ada jalan lain. Istri saya harus membuat SIM ulang dari awal. Sebenarnya kami tidak masalah kalaupun tidak bisa dicetak ulang, ya setidaknya istri saya diijinkan untuk membuat SIM dengan status perpanjang karena pembayaran dan prosesnya relatif lebih mudah dibanding membuat baru. Kami akhirnya memutuskan pulang dan tiba-tiba saja terbersit keinginan mencoba membuat SIM di Polres Mengwi.

Tiba di Polres Mengwi, ternyata sepi sekali, hanya ada sekitar 2 orang yang mengurus SIM disana. Maka, jadilah istri saya membuat SIM baru di Polres Mengwi, ya walaupun tetap dengan status baru.

Akhir dari keluhan saya, yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa database di mobil SIM keliling tidak nyambung dengan pelayanan SIM di Poltabes Denpasar. Kalaupun tidak online, secara logika setidaknya database bisa di copy dan disinkronkan atau di update secara berkala, misalnya setiap seminggu atau sebulan sekali. Saya rasa secara logika hal itu pasti bisa dilakukan. Di jaman teknologi informasi yang begitu canggih saat ini, bagi orang IT rasanya itu pekerjaan kecil.

Sebenarnya pelayanan SIM di Poltabes Denpasar sudah cukup bagus bagi saya. Terlebih lagi dengan pelayanan mobil SIM keliling itu, cuma sayangnya ya itu, hanya karena database yang tidak nyambung, masalah yang kami hadapi menjadi tidak menemukan solusi. Saya berharap Poltabes Denpasar bisa segera melakukan perbaikan pada sistem aplikasi pembuatan SIM yang dimiliki. Atau jangan-jangan aplikasi yang di Poltabes berbeda dengan yang di mobil SIM keliling. Kalaupun begitu, asalkan format database sama, mungkin masih bisa diintegrasikan.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

6 comments

  1. applausr says:

    waduh kok ga online ya.. sudah dua kali memperpanjang lewat sim keliling… wah serem juga kalau tidak nyambung begitu…

  2. ooh, ternyata ngga ada update atau setor data dari mobil2 SIM keliling itu ya? baru tahu saya.. berarti setiap SIM yang dibuat dari mobil SIM keliling harus dijaga baik2..

  3. SIge says:

    hi bli wira.. mustinya sim keliling tersebut sudah menggunakan db yang sama dengan ada yang di pusat. Kalo masih db nya masih lokal, yah begini ini jadinya..ribet
    SIge´s last blog post ..Pixlr-o-matic oldignya Android yang keren punya

  4. Selena says:

    Wah ternyata begitu toh.
    Baru tahu.
    Klo tahun 2013 apakah sudah online blom ya datanya ?

Leave a Reply

CommentLuv badge