Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #3

December 21st, 2011 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

Selasa, 13 Desember 2011

Tiba juga saatnya untuk mengangkat selang dalam tubuh saya. Setelah menelepon Dokter GWK untuk memastikan, pukul 18.30 saya sudah tiba di RS BaliMed dan langsung masuk UGD untuk persiapan proses mengangkat selang. Saya menunggu cukup lama, sampai pukul 21.45 barulah akhirnya tindakan pengangkatan selang itu dilakukan. Sebenarnya tidak lama, hanya sekitar 3 menit. Selang kecil sepanjang sekitar 30 cm itu dikeluarkan dari tubuh saya, melalui penis. Tidak terlalu sakit karena saya sudah dibius lokal pada penis. Terasa sakit sedikit saja dan agak geli. Saya lalu pulang dan membayar di RS BaliMed sekitar 3 juta. Saya tidak rawat inap lagi dan sudah bisa berjalan seperti biasa langsung setelah itu.

Rabu, 14 Desember 2011

Saya kembali istirahat total di rumah dan memastikan tidak ada pendarahan lagi karena besok Kamis rencananya saya kembali bekerja.

Kamis, 15 Desember 2011

Saya ke kampus untuk bekerja mengendarai motor matic milik istri, jarak dari rumah sekitar 27 km. Sampai siang semuanya berjalan normal walaupun saya masih agak khawatir. Ruangan saya ada di lantai 2 dan toiletnya di lantai 1. Ketika kencing yang ketiga kalinya, mulai ada darah lagi walaupun sedikit. Lalu saya segera pulang untuk istirahat. Sore harinya masih ada darah namun sedikit, saya lalu memaksakan diri untuk mengajar ke Stikom Bali karena minggu lalu saya sudah tidak mengajar. Tapi saya diantar oleh istri saya naik mobil mertua.

Sepulang mengajar kondisi saya semakin buruk, urine bercampur darah semakin banyak dan ada gumpalan-gumpalan darah seperti minggu lalu. Saya benar-benar khawatir. Keadaan diperparah dengan istri saya yang juga ikut sakit, dia pusing dan mual sampai tidak berani melek. Malam sekitar pukul 20.00 saya memberanikan diri untuk menelepon Dokter GWK. Oleh Dokter saya kembali disuruh istirahat dan minum banyak air. Saya lalu disuruh membeli obat Calnex di apotik. Saya lalu diantar ke apotik oleh kakak saya lalu saya konsultasi dulu dengan dokter umum untuk memastikan nama obat yang saya beli.

Setelah meminum obat itu, kondisi saya membaik. Sekitar 1 jam kemudian pendarahan saya berhenti, tidak ada darah lagi pada air kencing saya. Kondisi istri saya juga membaik setelah diajak ke dokter oleh mertua saya. Sementara anak saya sempat “diungsikan” ke rumah kakak saya. Sekitar pukul 22.00 anak saya diajak kembali ke rumah karena dia sudah tertidur. Keadaan pun sudah tenang.

Jumat, 16 Desember 2011

Saya memutuskan untuk tidak ke kampus walaupun tidak ada surat keterangan sakit dari Dokter. Saya kembali istirahat penuh di rumah.

Sabtu, 17 Desember 2011

Saya memberanikan diri untuk mengajar ke Stikom Bali karena minggu lalu untuk kelas ini saya sudah tidak masuk. Dengan perasaan agak khawatir pendarahan lagi saya mencoba mengajar seperti biasa. Untunglah semua berjalan lancar dan tidak ada pendarahan lagi.

Senin, 19 Desember 2011

Saya mencoba lagi masuk ke kampus dengan mengendarai sepeda motor. Dan syukurlah semua berjalan lancar, tidak ada keluhan atau pun pendarahan lagi.

Selasa, 20 Desember 2011

Hari Selasa malam saya datang kontrol lagi ke Dokter GWK untuk mengetahui kondisi saya. Awalnya saya berpikir batu di ginjal saya mungkin masih ada dan mungkin saja saya akan disuruh menjalani ESWL sekali lagi. Dan ternyata setelah di USG langsung oleh dokter GWK, hasilnya membuat saya lega. Kata Dokter GWK ginjal saya sudah tidak bengkak lagi dan batunya pun sudah tidak ada lagi. Saya sudah sembuh total.

Ketika di periksa kali ini saya sempat ngobrol lebih lama dengan Dokter GWK, mungkin karena saya pasien terakhir malam itu. Awalnya Dokter GWK menanyakan saya bekerja dimana dan lulusan mana. Saya bilang saya dosen komputer di STP Nusa Dua Bali dan lulusan ITATS, Surabaya. Dokter GWK ternyata juga lulusan Surabaya, di Universitas Airlangga. Dia juga sempat menjadi ketua organisasi Swastika disana. Wah ternyata sama-sama sempat jadi arek Suroboyo.

Dokter GWK juga mengatakan bahwa batu di ginjal itu tidak dijamin akan hilang selamanya karena itu merupakan sisa metabolisme tubuh kita. Dokter GWK memberikan beberapa tips kepada saya untuk mencegah batu itu tumbuh lagi. Tipsnya adalah :

  1. Minum air putih minimal 3 liter per hari, kalau bisa sampai 4 liter
  2. Banyak olahraga terutama lari, kalau bisa minimal 3 kali seminggu
  3. Hindari makan daging (kambing, babi, sapi) dan juga jeroan
  4. Hindari makan ikan laut, kalau terpaksa kurangi garamnya
  5. Hindari makan kacang-kacangan

Sepertinya tidak terlalu sulit untuk saya lakukan. Dokter GWK juga meresepkan obat herbal untuk batu ginjal. Malam itu saya pulang dengan perasaan sangat lega karena saya merasa sudah sehat kembali. Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Dokter GWK.

Rabu, 21 Desember 2011

Saya sudah bisa main bulutangkis lagi… horee.. :-)

**Tamat

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

15 comments

  1. DV says:

    Wah kaget saya bacanya… semoga lekas baik kembali ya, Bli!
    DV´s last blog post ..2012 dan dunia social media di Indonesia

  2. made_raka says:

    semoga cepat sembuh bli^^

  3. tinton says:

    Salam kenal. Bisa minta cp bli. Ada yg mau saya diskusikan.maklum kita pernah senasip dengan batu ginjal.

  4. ratna says:

    Wah terima kasih banyak info yang sangat bermanfaat terutama maslah biaya, jd saya bisa bersiap siap untuk menebus nota esok

  5. amat says:

    terima kasih ceritanya. saya pernah urs batu disaluran bawah ginjal kiri, dan baru kemarin usg ternyata masih ada batu di ginjal baik dikanan maupun kiri, memang gak ada keluhan, insya Allah saya akan konsul lagi untuk melakukan eswl. dan pengalaman anda sangat berarti bagi saya. terima kasih.

  6. edi says:

    Terimakasih, tulisannya sangat berguna bagi saya yang juga mengidap batu ureter. Kalau boleh tau, kenapa dokter menyarankan urs dan eswl? Kenapa tidak eswl saja langsung untuk batu di ginjal maupun di ureter?

  7. febry says:

    Trimakasih critanya sgt menenangkan saya.. suami akan di URS besok malam, mudah2an stl sehat saya bisa menjaga asupan makananya.

  8. fajar handaya says:

    Senang sekali membaca tulisan mas wira, saya saat ini aedang menjalani operasi urs, hari selasa malam tindakan, sampai sekarang masih opname di rs, dan urin saya juga masih keruh, jadi kateter tidak bisa dilepas, kalo dipake tidur terus, istirahat di kasur, urin yang di selang cenderung jernih..tp ketika bergerak ke kamar mandi langsng memerah..
    Jadi kondisi saya kirang lebih mirip dengan mas made, ginjal sebelah kanan saya jg bengkak, dan ini dipasang stand juga di ureter sampai ginjal kanan.lega setelah baca tulisan mas made, jadi ada testimoni. Btw skrg bagaimana kondisi mas made. Apakah sudah tidak pernah ada keluhan lagi masalah ginjal? Trinakasih

  9. lis says:

    Maaf pak saya mau tanya apakah waktu oprasi di bali med bapak daftar sebagai pasien umum atau bpjs ya?trims

  10. wahyu says:

    Terima kasih atas tulisannya, saya juga baru selesai urs pada selasa lalu & sekarang sdh pulang ke rumah, apakah bli mengalami gangguan tensi setelah tindakan itu, saya tensi msh tinggi padahal sebelumnya normal,dan kondisi perut saya suka hangat.

Leave a Reply

CommentLuv badge