Nonton Moana Bersama Nindi

Mungkin ini adalah salah satu hal yang benar-benar saya lakukan untuk mengisi cuti 3 hari minggu lalu, karena selain nonton ke bioskop ini hampir seluruh waktu cuti saya pakai untuk ngempu Bramasta. Saya tak bisa kemana-mana karena di saat saya cuti kebetulan istri saya malah sedang sibuk-sibuknya di kantor, bahkan sempat lembur sampai malam.

Jadi ketika kami tahu ada film bagus untuk anak-anak yang sedang diputar di bioskop, saya lalu mencari trailer-nya di Youtube dan tunjukkan kepada Nindi. Tentu saja Nindi sangat senang dan tidak bisa tidak, pokoknya harus nonton, begitu kata Nindi.

Tapi masalahnya kemudian adalah mencari waktu yang pas, karena di saat yang sama menjadi agak sulit mencari waktu karena saya harus ngempu Bramasta khususnya siang sampai sore, sedangkan kakek-neneknya semua ada acara. Jika malam juga sulit karena kasihan kalau Bramasta ditinggal, karena istri saya inginnya ikut nonton bertiga. Hari Rabu yang saya janjikan buat Nindi gagal bisa nonton karena benar-benar tak ada waktu, apalagi ketika itu istri saya lembur di kantor sampai malam. Nindi tentu saja beberapa kali cemberut.

Kami akhirnya baru bisa nonton hari Kamis, itupun dengan agak mencari celah, untung saja neneknya Nindi mau meluangkan waktu padahal sebenarnya sedang ada keperluan lain yang cukup penting. Jadi mulai pukul 3 sore Bramasta saya titipkan disana, ya dia memang relatif sering kami titip (seperti juga Nindi ketika kecil) jika neneknya di rumah sedang sibuk.

Pukul 3 sore saya, Nindi, Bramasta berangkat ke rumah neneknya, sementara istri saya masih di kantor. Bramasta dipangku oleh Nindi sementara saya nyetir, saya sempat agak ragu apakah Nindi akan bisa meng-handle Bramasta sampai di rumah neneknya, syukurlah lancar.

Setelah Bramasta kami titipkan, saya dan Nindi lanjut menuju bioskop di Wisata (Denpasar Cineplex). Sebenarnya film Moana juga diputar di Level 21 dan Galeria, tapi karena waktu yang mepet, kami cari yang terdekat yaitu di Wisata. Syukurlah ketika itu tidak terlalu ramai, kami masih bisa leluasa memilih tempat duduk.

Oya harga tiketnya 30.0o0 padahal di internet infonya 50.000 untuk Senin-Kamis. Kami beli 2 tiket dulu dan pilih tempat duduk paling belakang yang kebetulan masih ada sisa 1 kursi kosong di sebelah kami. Sengaja karena istri saya sempat bilang mungkin bisa langsung cuss dari kantor dan ikut nonton ke bioskop. Dan akhirnya memang dia jadi bisa ikut nonton, saya pun buru-buru membeli tiket lagi 1.

Pukul 16.30 film Moana pun dimulai, kami nonton bertiga, Nindi terlihat senang sekali dan beberapa kali tertawa. Kebetulan studionya terisi hampir penuh sehingga ketika ada adegan lucu suasananya menjadi cukup rame. Alur cerita pun bisa cukup dimengerti oleh Nindi karena sebelumnya saya juga sempat jelaskan ketika dia nonton trailer-nya di Youtube.

Jadi puaslah kami semua terutama Nindi. Ini kedua kalinya Nindi kami ajak nonton, dulu yang pertama kami ajak nonton Cinderella.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *