Nindi Sudah Bisa Naik Sepeda

Sekitar setahun yang lalu kami membelikan Nindi sebuah sepeda kecil untuk anak-anak. Dengan umur Nindi yang ketika itu sekitar 3,5 tahun, sepeda Nindi tentunya dilengkapi dengan 2 roda kecil di kiri dan kanan roda belakang. Fungsi kedua roda itu adalah untuk menjaga keseimbangan agar Nindi tidak jatuh. Tantangan pertama kami ketika itu adalah mengajarkan Nindi mengayuh pedal sepedanya. Mungkin terasa berbeda baginya karena sepeda Nindi yang sebelumnya menggunakan pedal yang ada di roda depan (tanpa rantai). Namun beberapa hari saja Nindi sudah terbiasa, dan Nindi pun makin asik dengan sepeda barunya ketika itu.

Tapi hingga Nindi berusia 4 tahun lebih, dia belum juga bisa menaiki sepeda tanpa bantuan 2 roda kecil di kiri dan kanan belakang itu. Saya beberapa kali mencoba melepasnya, tetapi sepertinya Nindi belum siap dan belum mampu. Saya kasihan juga karena sebenarnya Nindi sendiri yang awalnya bersikeras minta roda bantuan itu dilepas, tapi akhirnya Nindi minta dipasang kembali. Hingga beberapa bulan terakhir Nindi tidak terlalu sering menggunakan sepedanya lagi, kecuali jika saya ajak ke Renon di hari minggu pagi.

Kemudian sekitar sebulan yang lalu tiba-tiba saja saya punya ide untuk meninggikan 2 roda bantuan di sepeda Nindi. Efeknya adalah sepeda Nindi jadi lebih miring jika salah satu roda bantuan itu menyentuh jalan. Tapi dengan cara seperti itu saya mencoba mengajarkan Nindi agar bisa belajar menjaga keseimbangan sehingga nanti dia bisa naik sepeda tanpa bantuan 2 roda kecil. Namun saya tidak secara khusus mengajarkan Nindi, saya juga tidak membuat target kapan akan melepas kedua roda bantuan itu.

Hari Minggu yang lalu, saya ke Renon bersama istri dan Nindi. Tentu saja Nindi minta agar sepedanya dibawa, tetapi biasanya setelah di Renon, Nindi tidak betah lama-lama naik sepeda. Belum setengah putaran lapangan Renon, Nindi biasanya sudah rewel dan terlihat malas menaiki sepedanya, namun kali ini sedikit berbeda. Entah mengapa, Nindi begitu semangat naik sepeda, apalagi ketika saya minta agar kedua roda bantuan di sepedanya tidak sampai menyentuh aspal. Beberapa kali Nindi berhasil dan saya memujinya serta mengatakan bahwa dia sudah bisa naik sepeda. Nindi pun makin antusias.

Sore harinya, Nindi minta naik sepeda di depan rumah. Saya pun mau menemani, tetapi saya lepas roda bantuannya, Nindi pun setuju. Kami menuju ke depan rumah, sekali mencoba Nindi langsung bisa seimbang, walaupun masih belum sempurna ketika berhenti, begitu juga ketika baru berjalan harus saya pegang dulu. Melihat Nindi mengalami kemajuan yang cukup pesat, saya terharu, bahagia. Mungkin terlihat sedikit lebay, tapi mata saya hampir berkaca-kaca. Saya benar-benar merasa bahagia. Sore itu Nindi sangat senang, sudah bisa naik sepeda walaupun belum sempurna ketika start dan berhenti.

Keesokan paginya ketika baru bangun, Nindi langsung saya ajak ke depan rumah, begitu tahu saya ajak naik sepeda, dia langsung semangat. Kembali lagi Nindi belajar, khususnya ketika star agar benar-benar bisa sendiri. Pagi itu Nindi belum berhasil, jadi tetap harus saya pegang dulu ketika baru berjalan. Sore harinya kebetulan lembur, jadi tidak bisa mengajari Nindi, tapi istri saya memberitahu bahwa Nindi terus belajar. Selasa pagi, Nindi kembali saya ajak naik sepeda di depan rumah, rupanya dia sudah mulai lancar. Kemudian saya coba ajak Nindi ke tempat yang lebih luas. Kebetulan di sebelah rumah saya ada tempat penjemuran biji padi yang cukup luas. Saya ajak dia kesana, beberapa kali mencoba, akhirnya Nindi kini sudah benar-benar bisa naik sepeda sendiri, dari mulai hingga berhenti.

Dan hari-hari belakangan ini, kegiatan yang paling disukai Nindi dirumah adalah naik sepeda. Dia sudah makin terbiasa. Saya tentu semakin senang dan bahagia. Sekali lagi, mungkin terlihat sepele, tapi bagi saya ini adalah sebuah momen spesial. Melihat bagaimana Nindi berusaha dan beberapa kali terjatuh hingga akhirnya bisa naik sepeda, membuat saya terharu. Saya ingin Nindi terus bisa percaya diri dan berkembang dengan baik.

Oya, berikut saya tampilkan video ketika Nindi pertama kali bisa naik sepeda dengan lancar.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

2 thoughts to “Nindi Sudah Bisa Naik Sepeda”

  1. wah selamat ya nindi, sekarang sudah bisa naik sepeda sendiri. jadi kalau main sama teman dan berangkan sekolah, bisa naik sepeda nih, biar nggak capek getu :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *