Nindi Sudah 4 Tahun

March 3rd, 2014 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

Nindi-Sudah-4-Tahun-1

Putri saya, Nindi, kini sudah berumur 4 tahun. Hari Sabtu tanggal 22 Pebruari 2014 yang lalu dia berulang tahun. Kami merayakannya dengan acara yang sederhana bersama keluarga terdekat, hampir sama seperti ulang tahunnya yang pertama, kedua dan ketiga.

Sejak Nindi berumur 3 tahun, dia sudah mulai mengerti tentang apa itu umur. Apalagi ketika Nindi mulai masuk playgroup ketika umurnya sekitar 3,5 tahun. Jadi ketika ada yang bertanya umurnya berapa, Nindi sudah bisa menjawab 3 tahun (ketika itu). Kemudian sejak bulan Desember yang lalu apalagi mendekati tahun baru, kami (saya dan istri) sudah mulai “kampanye” ke Nindi bahwa ulang tahunnya sudah dekat. Kami mulai mengatakan kepadanya bahwa Nindi sebentar lagi akan berumur 4 tahun.

Jadi beberapa bulan sebelumnya, Nindi sudah sangat bersemangat menunggu hari spesial itu datang. Dua bulan, sebulan, dua minggu, seminggu dan semakin dekat. Nindi pun semakin bersemangat menjalani hari-harinya, dia pun merasa dirinya semakin “dewasa”. Kami pun semakin mudah memberikan pengertian tentang beberapa hal sehubungan dengan bertambahnya umur, seperti : tidak boleh selalu minta digendong kalau baru bangun pagi, kalau makan tidak boleh selalu disuapin dan lainnya. Nindi pun sepertinya mau mengerti.

Untuk sedikit memeriahkan perayaan ulang tahun Nindi, kami berencana sedikit menambah “undangan” karena jika hanya Nindi dan kedua kakak sepupunya rasanya kurang ramai. Nindi pun pasti akan merasa kecewa karena kayaknya dia sudah mulai mengerti apa itu undangan. Saya tahu karena beberapa kali Nindi mengatakan ingin mengundang teman sekolahnya ketika ulang tahun.

Kami sempat bingung juga untuk mengundang siapa untuk ulang tahunnya Nindi. Ini mungkin sepele tapi kadang berdampak cukup besar karena saya memiliki keluarga kecil dan keluarga besar. Biasanya kami melakukan pendekatan hubungan keluarga dalam mengundang, mulai dari saudara kandung, sepupu dan seterusnya. Tapi jika dengan cara seperti itu, maka undangan kami akan menjadi cukup besar, jadinya mungkin lebih dari 50 orang, padahal kami tidak ingin sebesar itu.

Saya pun punya ide lain, saya tetap menggunakan pendekatan hubungan keluarga, tapi yang diundang adalah saudara dan kerabat Nindi yang belum SD. Dengan cara begini jadilah undangan Nindi hanya sekitar 12 anak termasuk kedua kakak sepupunya, Yoga dan Krisna, yang sehari-hari memang sering main di rumah saya. Jadi yang diundang hanya saudara dekat yang seumuran atau lebih kecil dari Nindi. Ditambah dengan keluarga terdekat saya mungkin ada sekitar 30 orang.

Sehari sebelumnya pun saya sudah menjelaskan ke Nindi tentang nanti siapa-siapa saja yang datang. Saya jelaskan bahwa yang datang nanti adalah saudara-saudara Nindi saja, sedangkan teman-temannya tidak karena acara kita sederhana. Nindi sebenarnya sudah bisa membedakan yang mana saudara dan yang mana teman. Memberikan penjelasan lebih awal kepada Nindi seperti ini sudah menjadi kebiasaan kami dan dampaknya positif untuk Nindi. Saya dan istri sudah makin terbiasa untuk jujur kepada Nindi dan memberikan penjelasan yang benar kepadanya tentang semua hal.

Dalam menyiapkan perlengkapan ulang tahun pun saya selalu mengikutsertakan Nindi. Mulai dari membeli kue, kami persilahkan dia memilih, tapi kami beri batasan mana saja yang boleh dipilih. Kemudian membeli balon dan pernak-pernik lainnya, Nindi memilih sendiri. Kami hanya memberikan batasan jumlahnya, karena undangan anak-anak hanya sekitar 12 orang, maka Nindi saya suruh membeli balon sekitar 15 saja. Semua berjalan lancar, Nindi puas karena merasa ikut serta merancang acaranya.

Untuk makanan, anak-anak kami siapkan ayam goreng restoran cepat saji. Kami belum punya pilihan lain untuk yang ini. Kemudian kotak dan nasinya kami siapkan dirumah. Untuk dewasa, makanan seperti biasa, disiapkan oleh Ajik (ayah) saya berupa makanan khas Bali : lawar, kuah, don belimbing. Ditambah menu dari mertua yaitu ayam kalasan. Sederhana dan lengkap.

Pukul 18.30 semua undangan sudah hadir. Nindi sudah tidak sabar untuk tiup lilin. Anak-anak kami minta berkumpul untuk acara tiup lilin. Dan yang namanya anak-anak apalagi dari berbeda usia, tentu saja sulit untuk mengaturnya. Mereka mulai bernyanyi selamat ulang tahun, tiup lilin dan seterusnya. Nindi tentu saja yang paling bersemangat bernyanyi.

Nindi juga sudah bisa memotong kuenya sendiri walaupun agak belepotan. Kue pertama untuk Ibu dan kedua untuk Ajik (saya). Nindi memotong kue lagi, dan lucunya Nindi bersikukuh bahwa kue itu untuk dirinya, dia tidak mau diberikan kepada orang lain. Ya ya ya, baiklah ambil saja itu Nindi. Tugas memotong kue pun digantikan oleh BuGek-nya (adik saya). Selesai makan kue, anak-anak kemudian makan nasi dan ayam goreng yang sudah disiapkan. Selesai makan, acara bebas. Sambil yang dewasa makan, yang anak-anak pun bermain dan rumah pun menjadi ramai seperti sekolah TK, hehehe.

Kami puas dengan acara ulang tahun Nindi yang keempat ini, sederhana tapi penuh keakraban. Karena momen berkumpul dengan keluarga ini rasanya makin sulit didapat. Juga kesempatan bagi saya untuk lebih mendekatkan Nindi kepada orang-orang terdekatnya, saudara-saudaranya. Karena dalam kehidupan Nindi ke depan, Nindi tidak hanya akan bergaul dengan teman seangkatannya di sekolah, tapi dia juga akan hidup di lingkungan keluarga besar ini. Sehingga sangat penting bagi saya memupuk rasa persaudaraan Nindi sejak kecil dengan saudara-saudaranya.

Acara ulang tahun pun sengaja kami buat sederhana dan sebisa mungkin jauh dari kesan pesta-pora. Saya ingin tetap menjaga agar Nindi bisa sederhana dan tidak bermewah-mewahan. Walaupun di daerah saya kini anak-anak sudah biasa mengadakan pesta ulang tahun, tapi kami tidak ingin menjadikan acara ulang tahun ini sebagai sesuatu yang wajib dirayakan dengan mengundang banyak orang.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

1 comment

  1. sopyan saori says:

    Manis anak nya

Leave a Reply

CommentLuv badge