Nindi Imunasi dan Tindik Kuping

Post ini merupakan post lama di blog Nindi yang berjudul Imunisasi dan Tindik Kuping. Di akhir post ada cerita tentang istri saya yang terkena cacar, awal mula salah satu cobaan berat kami hingga sampai Nindi opname.

Hari sabtu tanggal 6 Maret 2010, Nindi diajak ke dokter anak lagi oleh Ibu dan Ajik. Hari itu waktunya Nindi imunisasi BCG, imunisasi yang wajib untuk Nindi. Sekitar jam 6 Nindi berangkat, diantar oleh Ajik, Ibu, Nini Dangin dan Bu Gek Ajung. Tiba di dokter anak, Nindi harus nunggu sebentar karena sudah ada beberapa orang bayi lainnya yang duluan tiba disana. Oya, disana Nindi juga ketemu dengan Gek Aya, anaknya Ji Rah De dan Bu Gek Eka dari jero sikaja.

Akhirnya tiba giliran Nindi untuk masuk dan di imunisasi. Lengan kanan Nindi disuntik oleh dokter di bagian kulitnya, waktu itu Nindi lagi tidur pulas dan Nindi jadi menangis sebentar karena sakit. Selesai di imunisasi, dokter menanyakan pada Ajik apakah Nindi mau ditindik hari itu. Ajik dan Ibu lalu memutuskan agar Nindi ditindik setelah tahu imunisasi BCG itu tidak menyebabkan panas pada badan Nindi.

Kuping Nindi lalu ditindik kedua-duanya oleh dokter, Nindi pun menangis lalu tapi cuma sebentar. Setelah itu Nini Dangin ternyata juga ikut tindik kuping, jadilah Nindi dan Nini barengan tindik kuping di dokter anak. Setelah itu Nindi sekeluarga pulang dengan tindik baru di kuping. Ajik dan Ibu senang dan melihat Nindi sedikit berbeda karena ada tindik di kuping Nindi, mungkin Ibu dan Ajik sekarang merasa dan melihat Nindi lebih feminim.

Oya, sampai di rumah, malemnya Ibu sepertinya mengalami cacar air. Di kulitnya tumbuh beberapa bentol seperti cacar air. Ibu lalu mengatakan hal itu pada Ajik. Ajik pun ikut khawatir tapi berusaha tetap tenang, besok paginya Ajik rencananya akan mengajak Ibu ke dokter untuk memastikan apakah Ibu kena cacar atau tidak.

Baca Juga:

Wirautama

Wirautama, penulis sekaligus pemilik blog ini adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditugaskan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali di bawah naungan Kementerian Pariwisata.

One thought to “Nindi Imunasi dan Tindik Kuping”

  1. Hi jik,
    Jadi ingat jg waktu anak kedua di tindik, umurnya udah 6bln kalo ndk salah ingat.. Proses tindik cepat, cetakkkk.. Sung terpasang, cepat tp kesian si kecil nangis manahan sakit… 😢

    Lam hangat dari Rumah Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.