Nindi 5 Tahun

nindi-ulang-tahun-ke-5

Hampir saja saya lupa menuliskan cerita tentang ulang tahunnya Nindi yang ke 5. Ya, Nindi kini sudah berusia 5 tahun. Kali ini kami merayakannya dengan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana acara tiup lilin selalu diadakan dirumah dengan mengundang beberapa keluarga dekat. Ada beberapa halangan yang menyebabkan kami mengubah konsep acara. Pertama, karena neneknya Nindi (mertua saya) dan Ajung (adik ipar saya) akan berangkat ke Surabaya tepat di hari Nindi ulang tahun, padahal meraka adalah orang yang kami anggap wajib hadir di acara ulang tahun Nindi. Kedua, kakak saya juga tidak bisa hadir karena harus bekerja sore di hari itu sehingga tidak bisa hadir juga.

Sebenarnya perayaan ulang tahun dengan tiup lilin bukanlah sebuah acara wajib di keluarga kami, walaupun setiap Nindi ulang tahun pasti kami adakan karena Nindi kami anggap masih anak-anak sehingga perlu diadakan untuk menyenangkan hatinya sekaligus dijadikan momen bersyukur khususnya untuk Nindi dan kami sebagai orangtuanya. Jadi, kami memutuskan untuk tetap ada acara tiup lilin, bahkan dua kali.

Acara tiup lilin yang pertama kami adakan di Kebun Raya Bedugul, 3 hari sebelum Nindi ulang tahun. Kebetulan kami ada arisan dengan keluarga mertua, disana juga hadir beberapa anak-anak sehingga menurut saya akan cukup seru jika Nindi mengadakan tiup lilin disana. Acarapun berlangsung lancar, Nindi juga merasa sangat senang karena acara ulang tahunnya menjadi rame walaupun sebenarnya “numpang” di acara arisan keluarga.

Acara tiup lilin kedua kami adakan tepat di hari ulang tahunnya. Sore harinya sebelum tiup lilin, kami mampir ke rumah mertua dulu karena beliau akan berangkat ke Surabaya naik travel bersama adik ipar saya yang akan melanjutkan kuliah S2 di Ubaya. Setelah mereka berangkat, kami bertiga (saya, istri dan Nindi) juga berangkat ke sebuah rumah makan. Sebelumnya kami mampir dulu ke sebuah toko buku untuk membeli hadiah untuk Nindi, tapi Nindi memilih sendiri hadiahnya. Dia memilih kertas lipat dan kotak pensil, lalu hadiahnya kami bungkus. Tidak lupa kami juga membeli sebuah kue kecil lengkap dengan lilin.

Tiba di rumah makan kami langsung memesan dan sambil menunggu pesanan kamipun mulai acara tiup lilinnya. Walaupun cuma bertiga dengan kue kecil nan sederhana, Nindi tetap semangat dan senang, begitu juga saya dan istri yang merasa bersyukur dengan perkembangan Nindi sejauh ini.

Selamat Ulang Tahun yang ke 5, Nindi..! Semoga panjang umur dan sehat serta bahagia selalu…

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

2 thoughts to “Nindi 5 Tahun”

  1. Wah, sudah besar aja Kak Nindi… :D

    Selamat ulang tahun ya, Cantik…
    semoga sehat selalu, bahagia, tambah pintar, dan selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa…
    Aamiin… :)

  2. Selamat ulang tahun buat anak bli Made Wira.
    Semoga makin pintar, sehat dan nanti membanggakan orang tuanya.
    Sudah lama saya tidak berkunjung kesini.
    Salam

Leave a Reply to devieriana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *