Nenek Minah Mencuri 3 Kakao Diganjar Penjara

Seorang nenek renta berumur 55 tahun bernama Minah harus diganjar hukuman penjara. Padahal itu hanya karena Nenek Minah mencuri 3 buah Kakao di kawasan perkebunan di Banyumas, Jawa Tengah. Itu pun si nenek belum melakukan pencurian karena ketahuan oleh mandor pengawas perkebunan. Nenek Minah pun langsung mengaku dan mengatakan ingin mengambil 3 Kakao tersebut.

Entah bagaimana, kejadian ini dilanjutkan hingga ke pengadilan dan Nenek Minah dituntut hukuman 6 bulan penjara. Nenek Minah pun pasrah karena tidak mengerti hukum dan tidak memiliki uang untuk menyewa pengacara. Namun Nenek Minah tetap mengikuti proses hukum yang melelahkan dengan baik dan berkatata jujur serta meminta maaf. Bahkan hakim pun merasa kasihan dan sangat menghargai kejujuran dan ketaatan Nenek Minah mengikuti persidangan. Hingga akhirnya Nenek Minah hanya diganjar 1 bulan 15 hari. Tapi hakim memperbolehkan Nenek Minah untuk tidak menjalani hukuman itu.

Sungguh malang nasib Nenek Minah, berbanding terbalik dengan para koruptor di negeri ini yang masih jauh dari hukuman penjara. Korupsi sampai merugikan negara sekian banyak tetapi masih bebas, Nenek Minah hanya mencuri 3 buah Kakao harus diganjar penjara. Sungguh tidak adil rasanya. Secara pribadi, beberapa hari yang lalu ketika melihat beritanya, saya sangat kasihan pada Nenek Minah. Pagi ini Nenek Minah bahkan di hadirkan oleh tvOne untuk di wawancarai seputar nasib yang dia alami.

***Apakah anda juga kasihan pada Nenek Minah?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

19 thoughts on “Nenek Minah Mencuri 3 Kakao Diganjar Penjara

  1. Jika orang merasa segala sesuatu dapat dibeli dengan kuasa, maka ia akan mulai belajar untuk tidak membagi apapun, bahkan jika kemanusiaan sendiri yang mengetuk pintu hatinya.

  2. Begitulah hukum yang ada di negara kita. eantah mengapa selalu menindas kaum lemah. Padahal dalam Pancasila sila ke-5 disebutkan “Keadilan Sosal bagi seluruh rakyat Indonesia”. Tapi, hanya kaum lemah yang mendapatkan hukuman berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *