MotoGP Qatar 2012 : Lorenzo Lebih Cerdik

April 8th, 2012 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

Jorge Lorenzo memenangi duel melawan Stoner dan Pedrosa

Seri pertama MotoGP 2012 yaitu MotoGP Qatar sudah menampilkan balapan yang seru. Aksi Lorenzo, Stoner dan Pedrosa sudah tersaji sejak awal balapan MotoGP dimulai. Lorenzo yang mengawali balapan dari pole position akhirnya memenangkan balapan setelah berhasil menjalankan strategi jitu untuk mengalahkan Stoner. Sementara Stoner harus puas finish di posisi ketiga karena Pedrosa ikut menyalipnya.

Stoner yang start dari posisi kedua sebenarnya mendominasi balapan MotoGP Qatar. Walaupun sempat tertinggal oleh Lorenzo dan Pedrosa di awal-awal balapan, tapi dengan motor Honda RC213V yang jelas terlihat lebih tangguh dibanding Yamaha M1, dalam sebuah trek lurus Stoner berhasil menyalip Lorenzo dengan mudah. Stoner terus melesat dan sempat meninggalkan Lorenzo dengan jarak lebih dari 2 detik.

Lorenzo terlihat akan kalah seperti biasanya, Lorenzo bahkan harus berduel melawan Pedrosa yang sempat mendahuluinya. Lima lap tersisa, Stoner terlihat kewalahan dan tidak bisa menjauh lagi. Lorenzo mulai menjalankan aksinya, sedikit demi sedikit mulai mendekati Stoner. Konon Lorenzo ternyata tidak mau memaksakan diri dan menghemat penggunaan ban. Di lap-lap akhir, Lorenzo akhirnya berhasil menyalip dan menjauhkan diri dari Stoner. Sialnya bagi Stoner, setelah disalip Lorenzo, Pedrosa pun ikut menyalipnya.

Lorenzo terlihat sekali sangat senang dengan kemenangan di seri perdana MotoGP 2012 ini. Selain berhasil mematahkan dominasi Stoner yang merupakan raja di Qatar, Lorenzo juga menunjukkan bahwa dirinya memiliki skill dan mental yang lebih baik dibanding Stoner. Terbukti dengan motor yang kalah cepat, Lorenzo berhasil mengalahkan Stoner “dikandangnya”. Hasil MotoGP Qatar 2012 ini juga menunjukkan bahwa Stoner tidak akan mudah untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraihnya tahun lalu. Eh, bagaimana nasib Rossi? Tidak ada kemajuan, Rossi hanya mampu finish di posisi 10. Sepertinya Rossi semakin memburuk saja.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

11 comments

  1. LNK Djaya says:

    Stoner 5 lap terakhir tiba-tiba slowing down gara-gara mental??? hahaha… Kena bisikannya si mateo ya bro? :p

    Baca ini pak: http://www.gpone.com/index.php/en/201204086582/Stoner-ha-vinto-il-dolore-al-braccio.html

    Honda di trek lurus memang lebih kencang drpd yamaha, tp di tikungan kurang stabil (problem chatter), konon krn adanya tambahan bobok 4kg di awal2 musim dimulai yang sampai saat ini belum ditemukan solusinya.

    Baca ini juga, list top speed: http://www.gpone.com/index.php/en/201204066544/Hayden-Top-Gun-vola-a-338-Km/h.html –> top 3 dikuasai ducati. Tp saat race dimanakah ducati? Jadi gak cukup hanya kencang di trek lurus tapi butuh kestabilan melibas tikungan.

    Just sharing pak dosen :)

    • imadewira says:

      Sorry bro, saya ndak bilang Stoner slowing down di Qatar gara-gara mental, tapi karena Lorenzo berhasil mengatur penggunaan ban. Tapi kalau urusan mental juara, saya rasa Lorenzo memiliki itu, mungkin juga Stoner.

      Soal top speed, Ducati emang rajanya, dan kestabilan Yamahalah juaranya. Hebatnya, Honda konon memiliki gabungan kekuatan Ducati dan Yamaha, itu salah satu faktor Stoner menggila tahun lalu dan mungkin juga tahun ini. Kalau soal skill pembalap, saya rasa Rossi tidak diragukan lagi.

      • LNK Djaya says:

        Drmn pak dosen tahu klo Lorenzo lebih berhasil saving tire drpd stoner? Di link yg sy share di atas stoner mengatakan kalau gak ada masalah dengan motor/ban nya. Dia mendapat masalah di lengannya yg disebut dgn Arm-Pump. FYI, tahun lalu Lorenzo jg mengalami hal ini sehingga dia hanya bisa finish di P3.

        Untuk Rossi, saya malah “meragukan” skill dewa-nya, termasuk klaim-klaim dari rossi sendiri dan FBR-nya (fans berat rossi :D). Hal ini dibuktikan setelah kepindahannya ke Ducati. Masih ingat apa yg dikatakan Rossi ketika dia belum bergabung dgn ducati??? Dia bilang kurang lebih begini: 80% skill pembalap 20% motor, stoner kurang “hard” mengendarai ducati, saya dan burgess bisa mengatasi masalah ducati dlm 80 detik. FBR juga mengatakan rossi akan mengajari stoner gmana cara yang benar menaklukkan ducati, stoner menang karena motornya kenceng (emang balapan gak ada tikungan???), rossi menang karena skillnya (tapi kalau kalah karena motornya. Lucu kan??), Stoner gak bisa fight, kalah mental, suka ngeluh dll. Apa yang terjadi setelah rossi ke ducati? Bahkan setelah menjadi Ducati rasa Jepang? heheheh…

        Rossi di tahun 2007 menveto Yamaha untuk tidak merekrut stoner padahal waktu itu yamaha sangat tertarik pada stoner. Begitu Lorenzo bergabung dgn Yamaha dan mulai bisa menjinakkan rossi, rossi meminta garasi yang terpisah dan ujung-ujungnya memberikan pilihan ke yamaha di ujung tahun 2010 : saya atau lorenzo. Ego yang besar :)

        Oya… ngomong2 ttg mental, ternyata mental rossi tidak spt yg digembor2kan oleh FBR. Baca ini: http://www.gpone.com/index.php/en/201204086580/Rossi-this-isn-t-the-Ducati-I-wanted.html , di qatar kemaren ketika di hard move oleh Barbera (spt apa yg rossi lakukan pada biaggi dan gibernau), rossi sendiri sempat berkeinginan utk masuk pit saja. Hahahaa lucu kan? Lupa kali ya dia akan masa lalunya.

        Saya sendiri berharap rossi + ducati bisa perform dan fight dgn Stoner dan Lorenzo (sm hal nya ketika stoner + ducati dulu bisa bersaing berebut podium) sehingga kita lebih bisa menilai siapa yang sebenarnya yg mempunyai raw-talent. Walaupun dari tahun kemaren s/d sekarang sudah ketauan… hehehe :)

        • Mpad says:

          Kayaknya benar pendapatnya LNK djaya deh….

        • imadewira says:

          Mimih, panjang banget komennya mas bro lenkong, hehe. Saya coba respon ya.

          Masalah hemat ban di Qatar kemarin, itu hanya analisa/dugaan pribadi saya, hehe. Di berita http://sport.detik.com/read/2012/04/09/041839/1887375/81/lorenzo-sempat-berpikir-mustahil-menangi-balapan yang saya baca sesaat sebelum menuliskan ini juga disebutkan motor Stoner mengalami masalah bergetar ketika menikung. Entah ini disebabkan oleh apa saya tidak menelusuri lebih lanjut.

          Kalau masalah mana yang lebih baik antara Rossi dan Stoner, tidak akan pernah habis dibicarakan karena mereka bisa dikatakan berasal dari 2 generasi berbeda. Jadi tidak akan pernah fair jika membandingkan keduanya. Saya memang suka dengan Rossi, alasannya adalah karena Rossi pindah dari Honda ke Yamaha saat dia menjadi juara dunia di Honda, dan dia mampu langsung menjadi juara dunia dengan motor yang jelas kalah bagus dari Honda. Itu saja.

          Kalau Stoner, saya juga mengakui dia bagus, buktinya sudah dua kali juara dunia. Pertama ketika bersama Ducati, ya walaupun tahun-tahun berikutnya gagal mempertahankan gelar dan prestasi terus melorot dengan berbagai alasan. Kalah dari Yamaha (Rossi dan Lorenzo). Hingga akhirnya Stoner “pulang kampung ke Honda”.

          Tapi saya tentu saja saya tidak nge-fans dengan Stoner, saya kurang suka dengan cara raihannya kemenangannya, kurang dramatis gitu, terlalu mendominasi. Kurang menghibur lah, hehe.

          Tahun ini semoga saja Stoner bisa mempertahankan gelarnya. Tapi saya tetap berharap ada perlawanan dari Lorenzo, atau bahkan Lorenzo bisa juara dunia lagi. Biar MotoGP seru dan menegangkan.

          Nah, kalau prestasi Rossi tahun ini, saya sebagai fans Rossi jujur saja sudah sangat pesimis. Rossi sepertinya sudah habis, hanya ada 2 cara untuk dia yaitu pensiun atau cari pabrikan lain. Rossi juga tidak sombong kok, dia sudah mengakui bahwa dia tidak mampu mengendarai Ducati dengan baik seperti yang terjadi pada pembalap top lainnya, ya kecuali Stoner. Saya akui Stoner memang hebat ketika juara bersama Ducati, tapi maaf Stoner juga gagal di tahun-tahun berikutnya bersama Ducati :p

          Udah ah, segitu dulu. Ditunggu responnya mas bro :D

          • LNK Djaya says:

            Panjang pendek gak masalah, toh g-spot cuman 3cm dari bibir vag*na… wakakakakaka…

            Masbro… menurut saya artikelnya detik di atas itu tidak bisa menggambarkan apa yg sebenarnya terjadi, karena pada kalimat itu bukan hasil quote dari wawancara dsb, tapi lebih ke penilaian si penulis. Di link yg saya share sebelumnya sudah jelas disebutkan oleh stoner kalau tidak ada msalah dengan motornya, hanya saja dia mendapat Arm-Pump.

            Saya tidak sedang membandingkan Rossi dgn Stoner. Saya hanya memberikan penilaian tentang apa yg sudah rossi dan FBR klaim sebelum rossi bergabung dengan ducati dan terbantahkan bahkan oleh si rossi sendiri. Hehehe…

            Toh kalau memang harus dibandingkan, kenapa tidak? Mereka sejak 2006 sudah mengikuti kompetisi yang sama, disirkuit yang sama, dengan regulasi yang sama dan kesamaan lainya, bahkan mengendarai motor yang sama (ducati). Inilah penilaian yang paling fair menurut saya sampai saat ini. Dan hasilnya? Bisa dinilai sendiri dengan melepas “kacamata hitam” yang digunakan. hehehe..

            Memang prestasi stoner di ducati s/d 2010 menurun (gagal spt masbro bilang), tapi setidaknya dia bisa bersaing memperebutkan podium (bisa dilihat di motogp.com stats nya spt apa), tidak spt rossi walaupun dengan dana riset yang melimpah apakah dia bisa fight di barisan depan? Jauh sebelum Rossi bergabung dengan ducati, stoner sudah mengatakan kalau ducati itu bermasalah di front-endnya. Tp tidak ada tanggapan dari ducati (berbanding terbalik saat rossi di ducati karena memang dia membawa sponsor yg bisa membiayai riset tersebut – bisa dihitung ada brp seri ducati tahun 2011 hahahaa…) Dan hasilnya??? Bukanya riding hard spt yg dia dulu bilang ehh dia malah ngambek nyalahin ducati. Kalo bule2 bilang “Bad workman always blames his tools”. oyaa… sebelum stoner “menyerahkan” si desmo ke rossi, si desmo memenangi 3 seri sebelum musim 2010 berakhir. hehehe… artinya?

            Masbro… brp kali sih kemenangan rossi begitu dramatis spt yang masbro sebutkan?

            Jika saja dari dulu rossi tidak egois, tidak sombong, tidak mencemooh rider lain, tentunya dia akan mendapat simpati yang lebih dari fans motogp (bukan fans rossi lho ya..)

            Jadi yaaa… tinggal mencoret satu persatu klaimnya rossi & FBR. :)

            • imadewira says:

              Terima kasih tanggapannya mas bro..

              Khusus mengenai kejadian di seri pertama di Qatar. Ya, di artikel-artikel selanjutnya memang baru disebutkan Stoner mengalami Arm Pump dan saya sendiri baru mengetahui hal itu. Pertanyaannya, apakah itu alasan Stoner kalah dari Lorenzo? Apakah alasan ini mirip seperti alasan ketika Stoner mengalami penyakit aneh di tahun 2008/2009?

              Tentang klaim Rossi dan FBR, itu klaim yang mana? Jujur saya sendiri belum pernah membaca atau mengetahui Rossi pernah mengklaim apa-apa sebelum bergabung dengan Ducati. Ketika Rossi masih bersama Yamaha, saya pribadi pernah membayangkan andai dia pindah ke Ducati, apakah bisa menjadi lebih hebat. Jujur, ketika itu saya sudah menduga tidak akan semudah itu. Belum tentu rider hebat (juara dunia sekian kali) bisa klop dengan motor yang tercepat (top speed). Dan sekarang menjadi kenyataan, Rossi gagal menaklukkan Ducati. Rossi sendiri bahkan sudah mengakui kok bahwa dia gagal mengendalikan Ducati, sebuah sikap jantan dari seorang pembalap. Rossi ngambek dan menyalahkan Ducati? Tidak ada itu bro, Rossi hanya memberikan masukan dari apa yang menjadi pengalaman dia dan mekaniknya, seperti masalah sasis dan lain-lain. Kalau toh Ducati menuruti, itu kan bagian dari pengembangan di Ducati.

              Tentang Rossi sombong, egois, dll seperti yang anda katakan, saya rasa itu penilaian yang subyektif. Dan kalau boleh tahu, kapan Rossi pernah mencemooh rider lain? Jujur saya belum pernah tahu, atau mungkin memang saya yang kurang banyak membaca berita khususnya dari media luar negeri :D *maklum bahasa inggris pas-pasan, hehehe

              Kalau bandingin prestasi, seperti saya katakan sebelumnya, ya ndak akan pernah selesai. Atau kalau mau, silahkan saja bandingkan berapa gelar juara dunia yang bisa dikumpulkan masing-masing rider di kelas tertinggi sampai mereka masing-masing nanti pensiun, saya rasa itu cukup. Ya walaupun ndak akan pernah terasa fair.

              Ah, segitu aja dulu ya.. Yuk lanjut..

  2. applausr says:

    iya seru nih waktu nontonnya.. tegang… walaupun mengharapkan stoner nih… ;)
    applausr´s last blog post ..Saya terlambat…..

  3. Aku juga nonton nih. Gila aksi lorenzo heroik banget waktu itu
    Bunga Mesa Ananda´s last blog post ..Nama-Nama Superhero di The Avengers

  4. Agung Pushandaka says:

    Saya rasa Rossi memang sudah menurun kali, dibandingkan dengan pembalap-pembalap lain. Yang namanya skill pasti menurun seiring waktu.
    Agung Pushandaka´s last blog post ..Seseorang di Kamar

    • imadewira says:

      Betul, faktor usia juga mungkin. Tapi yang jelas Rossi sendiri sudah mengaku bahwa dia ternyata tidak mampu menjinakkan Ducati. Mungkin sudah saatnya Rossi pensiun aja ya?

Leave a Reply

CommentLuv badge