Menolak Tukar Link = Blogger Sombong?

Hari ini ketika blogwalking saya membaca tulisan Kang Yudiono tentang blogger yang menolak ketika diajak bertukar link. Pendapat saya sebenarnya hampir sama, yaitu kita tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa jika ada blogger yang menolak diajak bertukar link maka dia adalah blogger sombong. Saya sendiri adalah salah satu blogger yang akan menolak jika diajak bertukar link begitu saja. Tentu saja saya memiliki alasan tersendiri mengapa saya menolak ketika diajak bertukar link.

Berikut ini adalah alasan saya mengapa saya menolak untuk tukar link begitu saja :

  1. Semakin lama link di blogroll akan semakin panjang, ini tentu saja kurang baik.
  2. Walaupun link bisa ditempatkan dalam sebuah page, tapi menurut saya tetap saja kurang baik jika jumlahnya tidak terbatas.
  3. Kita susah memantau blog yang diajak bertukar link, mungkin saja ada yang curang dengan menghapus link kita setelah beberapa waktu.
  4. Saya tidak memiliki waktu untuk mengecek satu persatu lawan yang diajak bertukar link.

Itulah sebagian besar alasan saya untuk menolak diajak tukar link. Tetapi sebenarnya saya tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ingin menaruh link-nya di blogroll pada sidebar blog ini. Saya menyediakan fasilitas Guest Post bagi mereka yang ingin menaruh link di blog saya ini, sayangnya hingga saat ini belum ada yang berminat menulis Guest Post disini. Padahal blog saya saat ini sudah mendapat Page Rank 3 yang artinya backlink yang didapatkan cukup berkualitas.

Menurut saya, menulis Guest Post adalah cara yang lebih elegan untuk tukar link. Bahkan bisa dikatakan bukan tukar link, karena saya tidak mengharuskan link blog saya di dipasang di blog mereka. Tujuan tukar link biasanya untuk mendapat backlink, dan dengan menulis Guest Post kita juga bisa mendapatkan backlink yang berkualitas.

Saya tidak tahu bagaimana dengan blogger lain, apakah menerima ajakan tukar link begitu saja tanpa pandang bulu. Atau mungkin ada syarat tertentu misalnya berdasarkan Page Rank blog yang diajak tukar link. Tapi bagi saya, tukar link begitu saja kurang baik bagi kedua pihak.

Bagaimana menurut anda?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

104 thoughts to “Menolak Tukar Link = Blogger Sombong?”

    1. Ah itu terserah yang punya kok, gak usah terlalu risau, yang penting kita bisa memberi manfaat bagi orang lain, itu sudah lebih dari cukup dari pada harus mikirin tukar link segala

  1. Emang betul kadang repot dengan tukar link tampilanya jadi kurang bagus jadi banyak iklannya, kadang kalau lihat TV lagi iklan juga langsung pindah chanel kalau blog tentu jadi ndut-ndutan lambat minta ampun….Oke…Alasan yang masuk akal…

Leave a Reply to ansav Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *