Menikmati dan Mensyukuri Memiliki Anak

Kurang dari sepekan yang lalu, kembali salah seorang sahabat saya sebut saja namanya Agus telah resmi menjadi seorang ayah setelah istrinya melahirkan seorang putri bagi mereka berdua. Saya bisa membayangkan dan merasakan kebahagiaan mereka, apa yang sedang mereka rasakan saat putri mereka lahir, pasti tidak jauh berbeda ketika putri saya lahir, hampir 1,5 tahun yang lalu.

Saya sempat mengobrol dengan Agus setelah mengucapkan selamat kepadanya saat saya dan istri langsung mengunjungi mereka sehari setelah putrinya dilahirkan. Obrolan kami tentu saja tentang bagaimana proses melahirkan, bagaimana kondisi anak serta ibunya dan bahan obrolan lain seputar kelahiran putri mereka.

Sebagai seorang teman yang sudah lebih dulu memiliki anak, ya walaupun hanya beda 1,5 tahun saya sesekali menceritakan pengalaman saya khususnya tentang merawat putri saya hingga saat ini. Tentu saja hanya sekilas saja karena saya tidak mau mendominasi obrolan dengan segala sesuatu tentang putri saya. Apalagi walaupun saya lebih dulu memiliki anak, belum tentu saya lebih baik dari mereka dalam mengurus anak.

Dari pengalaman saya sejauh ini, kita tidak bisa menyamakan antara anak kita dengan anak lainnya. Setiap anak bayi dan balita memiliki perkembangan yang unik. Mungkin ada yang belum setahun sudah bisa berjalan, seperti putri saya yang sudah berjalan untuk pertama kalinya saat umum 10,5 bulan, walaupun belum lancar. Namun ada juga seperti salah satu keponakan saya yang baru bisa berjalan saat berumur lebih dari setahun.

Perkembangan si anak sangat besar kemungkinannya berbeda dengan anak yang lain. Namun sebagai orang tua kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati saya. Maka dari itu saya selalu berusaha terbuka dengan banyak membaca dan mendengar cerita atau pun nasehat dari orang tua dan teman yang sudah memiliki anak. Dan tidak sedikit hal-hal yang bisa saya pelajari dari mereka dalam membesarkan buah hati saya bersama istri.

Oya, ada salah satu nasehat dari seorang kawan ketika awal-awal kelahiran putri saya. Saat itu saya berpikir bahwa saya ingin putri saya lekas besar sehingga saya bisa mengajaknya jalan-jalan dan tidak repot menggendongnya. Saat itu saya ingin waktu lekas berputar. Namun kawan saya ini menasehati saya agar menikmati saat-saat tersebut, agar saya menikmati setiap perkembangan si kecil, dari hari ke hari.

Dan ternyata nasehat kawan saya itu benar, perkembangan anak dari hari ke hari, bulan ke bulan sangat menarik. Walaupun kadang lelah dan tentu ada duka saat si kecil sakit, tapi saya benar-benar bersyukur dan menikmatinya. Bahkan sekarang saat anak saya sudah bisa berjalan kesana-kemari, saya dan istri kadang merindukan saat-saat dia baru lahir dan masih lebih banyak tidur, saat saya masih bisa menggendongnya dengan satu tangan dimana tangan saya yang satunya memainkan papan keyboard di laptop.

Nindi, putri saya yang sekarang sudah hampir 1,5 tahun

Ah, memiliki seorang anak memang sebuah anugerah, yang harus disyukuri. Terima kasih Tuhan..

*mohon maaf kalau tulisan ini ngalor-ngidul, kangin kauh :-)

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

13 thoughts on “Menikmati dan Mensyukuri Memiliki Anak

  1. Ah benar sekali bli…
    Memang benar anak itu adalah anugerah tak terhingga yang tak bisa digantikan dengan harta apapun.
    Dia adalah malaikat di hati orang tuanya, yang jadi penyejuk hati orang tuanya…

  2. Anak itu titipan Tuhan untuk masa depan dunia melalui kita, Bli!

    Rasa syukur tak kan pernah berhenti kita ucapkan karena melalui kita ia dititipkan :)

    Cepat besar anaknya ya:)

  3. saya juga sering menjaga anak, oh bukan keponakan saya, hehehe saya masih muda untuk mempunyai seorang anak, setidaknya saya pernah merawat anak-anak, hehehe.

  4. Bener banget, setiap anak pasti punya keistimewaan dan hal yang berbeda dengan anak lainnya. Pernah memperhatikan keponakan saya yang usianya sama dengan keponakan saya satunya. Yang satu bayi laki-laki dan tumbuh gendut, yang satunya perempuan tumbuh langsing. Tapi keduanya sehat sih :D

    Yang lebih penting adalah semoga kita mampu menjadi orang tua yang baik dan memberikan pendidikan yang maksimal untuk anak-anak kita kelak yah.. :)

    Sun sayang untuk putrinya ya, Bli :)

  5. Anakmu bukanlah milikmu,
    mereka adalah putra putri Kehidupan, yang rindu akan dirinya sendiri.
    Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau,
    mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

    Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan paksakan pemikiranmu,
    sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
    Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya,
    sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
    yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.

    #Kahlil Gibran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *