Mengambil Sisa Cuti Tahunan Tahun 2016

Bulan oktober lalu ketika Bramasta upacara Tiga Bulanan (tigang sasih), saya sebenarnya sudah mengambil cuti selama 4 hari yaitu Senin sampai Kamis, dimana puncak acaranya adalah hari Rabu. Tetapi karena pas momen itu saya malah MRS (Masuk Rumah Sakit) karena demam berdarah (nanti kalau sempat saya tulis belakangan), saya coba sampaikan ke bagian kepegawaian apakah boleh surat cuti saya batalkan dan diganti dengan sakit.

Ternyata boleh, jadi di tanggal cuti tersebut diganti dengan surat keterangan opname dan ditambah surat sakit istirahat dirumah lagi beberapa hari. Jadi setelah dihitung kembali saya masih memiliki 8 hari cuti tahunan.

Dan di bulan Desember ini saya pikir kalau jatah cuti itu tidak diambil kok rasanya sayang. Tapi saya sebenarnya tidak punya kepentingan atau alasan untuk cuti. Lalu enaknya gimana. Pikir kali pikir saya akhirnya ambil saja jatah cuti tahunan saya, tapi tidak semua, dari 8 hari yang tersisa, saya ambil 3 hari saja yaitu hari Rabu sampai Jumat kemarin.

Kebetulan juga mingu-minggu ini Nindi yang duduk di bangku kelas 1 SD sedang liburan semester. Saya ingin lebih banyak waktu dirumah bersama dia dan juga Bramasta. Jadilah 3 hari cuti ini hampir penuh saya isi waktu dengan ngempu dirumah.

Kami memang sempat liburan dadakan ke The Sila’s Agrotourism kemarin tapi itu di momen long weekend. Saya sebut liburan dadakan ya karena keputusan untuk jalan-jalan itu memang kami ambil di pagi itu. Langsung cuss saja, saya, istri, Nindi, Bram dan neneknya (mertua saya).

Kembali soal cuti tahunan, jadi sekarang saya masih punya sisa cuti tahunan untuk tahun 2016 sebanyak 5 hari. Tapi rasanya tak ada kesempatan untuk mengambilnya lagi, disamping memang rasanya tak ada keperluan yang urgent. Jadi biarkan saja hangus. Dan mungkin untuk tahun 2017 nanti saya perlu strategi untuk memanfaatkan jatah cuti tahunan. Tapi tahun 2016 ini masih mending, di tahun-tahun sebelumnya saya malah ndak pernah ngeh atau peduli sama sisa cuti tahunan, hehe.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

One thought on “Mengambil Sisa Cuti Tahunan Tahun 2016

  1. Tiga belas tahun bekerja, rasanya ambil cuti baru sekali, pas nikah dulu. Abis itu ya nda pernah lagi. Apalagi sekarang ditugaskan jadi PPK di 120an paket Kegiatan… Mana bisa ambil cuti ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *