Mengamati Gerak-Gerik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali

April 23rd, 2013 by imadewira Leave a reply »
Pemilihan Gubernur Bali 2013

Dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur Bali dalam pemilihan gubernur Bali 2013

Hajatan politik terbesar bagi warga Bali semakin dekat yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang akan menjadi pengganti Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini yaitu Mangku Pastika dan Puspayoga. Uniknya, kedua orang pemimpin di Bali ini akan saling beradu untuk memperebutkan posisi Gubernur Bali untuk periode yang akan datang. Jadi bisa dikatakan kedua calon gubernur ini adalah incumbent. Sebagai warga biasa, saya setidaknya ikut memperhatikan bagaimana gerak-gerik mereka berdua menjelang pemilihan gubernur Bali yang semakin dekat ini.

Ada beberapa hal yang saya perhatikan dari kedua pasangan calon gubernur Bali ini. Yang pertama adalah yang terlihat secara kasat mata di jalanan. Semua warga Bali tentu bisa melihat bagaimana persaingan kedua pasangan khususnya dalam memasang baliho. Kedua pasangan cagub dan cawagub ini memasang tampang dengan senyum terbaik di baliho-baliho yang ukurannya sangat besar. Saya kadang heran, apa mereka berpikir masyarakat Bali semua ada masalah dengan penglihatan ya sehingga mereka harus mereka memasang baliho dengan ukuran yang sedemikian besarnya.

Baliho cagub dan cawagub itu sebenarnya menurut saya tidak ada pengaruhnya terhadap pilihan masyarakat. Kalau kedua tim sukses mau berpikir secara ekonomi, seharusnya mereka mengalihkan dana pembuatan baliho itu untuk sesuatu hal lain yang lebih berguna. Atau mungkin mereka punya dana yang tidak terbatas sehingga dana kampanye digunakan untuk baliho yang sebenarnya tidak efektif? Entahlah.

Baliho-baliho itu juga banyak menuai kritik karena bukannya mengundang simpati malah terkesan membuat pemandangan Bali menjadi semakin semrawut. Belum lagi baliho yang dipasang ternyata melanggar aturan misalnya dipasang di tempat yang tidak diperbolehkan atau dipaku di pohon seperti reklame-reklame liar. Masyarakat juga ada yang malah mencibir pasangan yang ada di baliho-baliho tersebut karena terlihat masih menggunakan cara-cara kuno untuk dalam kampanye.

Kedua, gerak-gerik kedua pasangan cagub dan cawagub di media televisi dan koran. Media televisi dan koran rupanya masih menjadi salah satu media yang digunakan untuk membuat citra yang terbaik di depan pemirsa dan pembaca yang notabene adalah calon pemilih. Sayangnya, bagi saya pribadi tidak semua media televisi bisa dipercaya karena terkesan memihak salah satu pasangan saja. Padahal seharusnya kedua media ini bisa lebih independen lagi khususnya ketika memuat berita.

Terakhir yang paling menarik adalah gerak-gerik kedua pasangan cagub dan cawagub di media internet khususnya jejaring sosial. Beberapa waktu lalu saya sekilas membaca di koran liputan tentang bagaimana pemilihan gubernur Bali kini merambah dunia jejaring sosial, khususnya Facebook dan Twitter. Yang paling heboh tentunya di Facebook dimana terdapat cukup banyak Fan Page maupun akun yang digunakan untuk mendukung dan mensosialisasikan masing-masing pasangan. Yang terlihat seru adalah ketika terjadi adu pendapat dan debat di komentar-komentar pada setiap status yang diposting.

Oya, dan satu lagi ketika acara-acara penyampaian visi dan misi maupun debat yang diadakan oleh pihak tertentu baik KPUD Provinsi Bali maupun yang diadakan oleh Universitas Udayana. Ternyata tidak semua pasangan memanfaatkan acara tersebut untuk menunjukkan diri mereka kepada masyarakat. Ada salah satu pasangan yang pernah absen dalam acara-acara tersebut, entah apa alasannya. Padahal menurut saya itu adalah kesempatan untuk “kampanye”. Kalau tidak salah nanti juga akan ada lagi paling tidak 3 acara debat yang disiarkan juga oleh stasiun televisi nasional. Semoga saja kedua pasangan bisa hadir sehingga masyarakat bisa melihat lebih jauh tentang calon yang akan mereka pilih.

Begitulah apa yang saya lihat bagaimana gerak-gerik kedua pasangan cagub dan cawagub Bali. Tulisan ini bukanlah ungkapan dukungan atau menjelekkan pihak manapun. Ini hanyalah murni curahan hati saya pribadi. Masalah mau memilih yang mana, semuanya kembali kepada pilihan anda masing-masing. Tapi kalau boleh memberi saran, pilihlah yang terbaik menurut pilihan hati anda. Jangan mau memilih hanya karena diberikan “sesuatu” oleh pihak tertentu. Dan yang terpenting, sebaiknya jangan sampai golput.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

5 comments

  1. DV says:

    Maaf, Bli. Aku malah pengen komentar format tulisanmu kali ini.

    Kayaknya kamu copy and paste dari aplikasi lain ya kok formatnya aneh?

    • imadewira says:

      @DV : makasi atas peringatannya mas, ya kemarin memang saya copy paste dari notepad, tumben sekarang hasil berantakan, karena kemarin buru-buru saya baru tadi sempat merapikan lagi :-)

  2. giewahyudi says:

    Kayaknya seru nih, duel dua pasangan calon, di daerah lain kebanyakan calonnya..

  3. a! says:

    pilgub kali ini kurang seru karena cuma dua pasangan calon. gak ada alternatif. mau pilih yg lama, pastika, dia malah obral bali gitu. apalagi nanti kalau jd sama sudikerta yg makelar tanah.

    tp, mau milih pas juga lebih parah. dua tahun gak ngantor selama jd wagub. tidak jelas jg apa yg selama ini dia lakukan sbg wagub. tau2 malah mau jd gubernur.

    kalau saja gendo maju. tentu sudah jelas siapa yg dipilih. :D

    • imadewira says:

      @a! : iya pak, beberapa orang yang saya ajak ngobrol juga banyak yang sebenarnya menginginkan adanya calon lain selain dua orang ini, walaupun mungkin tidak langsung dipilih, tapi setidaknya ada bahan perbandingan

Leave a Reply

CommentLuv badge