Mendefinisikan Bahagia

Saya, istri dan Nindi ketika di Kebun Raya Bedugul

Seorang kawan lama saya, katakanlah namanya Putu. Hidupnya terlihat begitu sempurna. Tumbuh dalam keluarga yang berpendidikan, lalu di sekolahkan keluar daerah hingga keluar negeri. Pulang kembali ke kampung halaman kemudian bekerja dengan status yang mentereng. Seperti semuanya berjalan begitu indah, setidaknya itu yang terlihat oleh saya dan mungkin juga beberapa teman saya yang lain. Tapi, saya tidak yakin apakah Putu merasa bahagia dengan hidupnya.

Lain dengan seorang tetangga saya, sebut saja Wayan. Hidupnya terlihat susah, tak terbayangkan bagaimana menjadi dia. Saat dia masih kecil, ayahnya meninggal dunia. Dan dia harus hidup dengan ibunya yang hanya seorang ibu rumah tangga, hampir tidak berpenghasilan. Wayan juga tidak punya warisan apa-apa dari almarhum ayahnya kecuali sepetak tanah yang berisi bangunan rumahnya yang sangat sederhana. Tapi, apakah Wayan merasa tidak bahagia dengan hidupnya?

“bahagia”, kata ini sangat susah untuk didefinisikan. Tidak ada ukuran yang pasti untuk menentukan apakah seseorang bahagia atau tidak dengan apa yang dia alami dalam hidupnya. Apalagi uang dan kekayaan, itu sama sekali tidak menjamin kebahagiaan. Saya rasa semua orang sudah tahu itu, walaupun sesekali mungkin kita terlena dan mengira uang bisa membeli kebahagiaan.

Bahagia mungkin ada dalam diri, hanya kita sendiri yang tahu. Apa yang dapat membuat kita bahagia, apa yang kita perlukan untuk menjadi bahagia. Ada yang bahagia karena memiliki banyak uang, ada yang bahagia karena hidup dengan sehat. Ada yang bahagia karena keluarganya hidup rukun, ada yang bahagia karena anaknya tumbuh sehat. Bahagia itu …..?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

8 thoughts to “Mendefinisikan Bahagia”

  1. bahagia itu keputusan dan setelah itu bergeraklah untuk mencari kebahagiaan tersebut….mencari uang misalnya…nikmati pula prosesnya….heee…wah, itu di candi kuning ya fotonya…

  2. Melihat foto postingan ini pun aku bahagia karena melihat kamu sekeluarga bahagia, Bli.

    Kebahagiaan itu murah, perasaan untuk menentukannya yang kadang ‘mahal’ :)

  3. Definisi bahagia bagi tiap orang memang beda-beda. Buat saya, bisa tidur nyenyak dan enak di rumah, bisa makan kenyang, bisa memeluk anak, bisa kerja, itu sudah cukup membahagiakan…. :)

  4. kata “bahagia”
    sangat simple, tapi mengandung makna yang luas. namun spesifikasi makna akan terasa bermakna bila kita memaknainya dengan hati yang gembira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *