Membasmi Kentut

August 18th, 2011 by imadewira Leave a reply »

Alkisah di sebuah dataran nan jauh disana berdirilah kerajaan yang diberi julukan Kerajaan Kentut. Jangan tanya dulu bagaimana asal muasal sehingga kerajaan ini diberi julukan seperti itu.

Sejarah berdirinya kerajaan ini cukup panjang bahkan mencapai beberapa abad. Semua kerajaan lain tahu bahwa tanah dan laut disana sangat subur, bahkan dunia mengakui salah satu lirik lagu di kerajaan tersebut yang berbunyi “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”.

Karena melimpahnya sumber daya alam itulah sebelum berdiri seperti sekarang kerajaan itu mengalami berbagai penjajahan, siksaan dan rebutan dari kerajaan lain. Semua ingin memeras dan mengambil kekayaan yang terpendam disana. Para pejuang selama berabad-abad tidak terima dengan penjajahan dan berjuang bertaruh nyawa, sehingga akhirnya mereka merdeka lalu mendirikan sebuah kerajaan sendiri.

Setelah merdeka mereka mulai membangun kerajaan mereka sendiri. Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, keadaan pun mulai membaik walaupun masih banyak yang perlu diperbaiki di kerajan tersebut. Lalu, muncullah sebuah penyakit yang melanda kerajaan tersebut. Penyakit itu bernama “KENTUT”.

Penyakit ini belum bisa diobati hingga saat ini dan menular kemana-mana. Dan lacurnya, yang paling banyak menderita penyakit ini adalah para pejabat tinggi serta orang-orang yang memiliki banyak kekuasaan di kerajaan. Penyakit inilah yang menyebabkan kerajaan sulit untuk berkembang.

Pembangunan menjadi tidak jelas karena para pejabatnya yang harusnya mengurus pembangunan malah suka kentut. Rakyat menjadi semakin sengsara dengan aroma dan hasil bau busuk kentut para pepatih di kerajaan mereka.

Menyadari kentut ini sangat mengganggu maka raja bersama rakyat serta para penasehat kerajaan bersatu dan sepakat untuk membasmi mereka yang suka kentut. Tapi sayangnya, yang namanya kentut sangat sulit untuk dibuktikan. Para prajurit kerajaan bisa dengan mudah mencium bau kentut nan busuk itu, tapi mereka seperti kebingungan untuk menangkap siapa yang kentut.

Pernah dalam suatu sidang, para pepatih sampai adu jotos karena ruangan sidang sangat busuk oleh bau kentut. Semua saling tuding, saling tuduh siapa yang kentut. Salah seorang wartawan kerajaan lain yang meliput sidang tersebut bergumam, “mungkin mereka semua suka kentut, tapi sekarang malah saling tuduh“.

Keadaan semakin runyam setelah demo terjadi dimana-mana, rakyat menuntut agar pepatih dan petinggi kerajaan yang suka kentut segera ditangkap dan dihukum berat. Raja bersama penasehat pun segera bereaksi dan terbentuk sebuah komisi kerajaan yang diberi nama Komisi Pemberantasan Kentut.

Tapi sayang begitu sayang lagi, Komisi Pemberantasan Kentut belum berhasil menuntaskan kasus-kasus kentut yang besar. Kentut yang suaranya menggelegar dan baunya sangat busuk yang bahkan bisa tercium dari jarak puluhan ribu kilometer. Kentut yang merugikan kerajaan triliunan.

Konon, sekarang malah ada seorang petinggi kerajaan yang diduga kuat kentut. Begitu bau kentutnya tercium, dia segera melarikan diri keluar kerajaan dan bersembunyi. Dari persembunyiannya, petinggi kerajaan ini bernyanyi dan mengungkap skandal-skandal kentut yang lain.

Tapi kerajaan sudah sigap, petinggi yang diduga kentut ini telah ditangkap dan sekarang menjadi terdakwa kentut. Rakyat sekarang menunggu, apakah Komisi Pemberantasan Kentut akan mampu mengungkap kasus kentut si mantan petinggi ini, atau kasus kentut tersebut akan kembali seperti kasus-kasus sebelumnya, hanya tercium baunya tanpa bisa dibuktikan siapa pelaku kentutnya. Lalu kita akan mencium lagi bau-bau kentut yang lain.

Sampai kapan negara, eh kerajaan itu akan diberi julukan Kerajaan Kentut. Mampukah raja dan para penasehatnya membasmi mereka yang suka kentut? Kita saksikan setelah pepesan-pepesan berikut ini..

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

9 comments

  1. andinoeg says:

    wah-wah, kalo semua kentut bisa gawat. sip ceritanya :-D

  2. DV says:

    Aha,.. sindiran yang nancep.. keren, Bli!

  3. Cahya says:

    Mungkin mereka bahkan mengucurkan angaran besar-besaran untuk ini, tapi sama saja bohong, kalau kentut ditutupi dengan kentut pada akhirnya :D.

  4. Aulia says:

    saya takut kalau kerajaan kentut ini orang-orangnya berada di dalam wilayah kerajaan :D

    *cari suaka deh ke kerajaan sebelah* :)

  5. Asop says:

    Masalahnya, banyak orang yang kentut tapi malah menuduh orang lain yang kentut. :razz:

  6. kadek doi says:

    Kentut..
    sapa yg kentut harus dicatut
    Dia yg takut lalu lari kebringsut
    carat curut dan berlutut….
    tapi tetap saja kentut..bruuuth..hehehehe *keracunanKentut

    saya juga sempat menonton film dengan topik serupa ‘Kentut’ , ya dan ternyata memang banyak di negeri ini ‘lempar kentut sembuyi ikut’ Abis kentut ga mau ngaku…
    kadek doi´s last blog post ..Yellow – Cold Play

  7. PanDe Baik says:

    Ajib, mantep kali tulisannya Bung Wira… kapan yah saya bisa nulis beginian lagi ? :)

Leave a Reply

CommentLuv badge