Masih Tentang Debat Pilgub Bali

May 9th, 2013 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

Setelah acara debat PilGub Bali yang disiarkan secara langsung oleh tvOne beberapa waktu lalu, debat PilGub Bali kedua telah dilaksanakan dan kali ini disiarkan oleh TVRI dan direlay oleh BaliTV dan DewataTV. Sayangnya saya tidak menonton keseluruhan acara debat tersebut, hanya di bagian akhir itupun tidak terlalu jelas. Hanya beberapa bagian yang sempat saya tonton, misalnya ketika Puspayoga mengatakan bahwa sampai saat ini Provinsi Bali belum memiliki Badan Penyuluhan Pertanian, lalu Mangku Pastika mengatakan bahwa hal itu sebenarnya sudah dibahas di pemerintah hanya masih ada kendala. Yang menarik ketika Mangku Pastika menyindir Puspayoga agar mengikuti informasi pemerintahan. Kasarnya, Mangku Pastika seperti menyindir Puspayoga yang jarang ngantor.

Informasi di timeline, dalam debat PilGub Bali tersebut setidaknya saling sindir dan saling menjelekkan seperti itulah yang banyak terjadi. Saya sudah mencoba mencari video debat PilGub Bali kedua ini di youtube tapi belum menemukan hingga saat menulis ini. Acara debat PilGub Bali sebenarnya masih ada satu lagi yang rencananya akan disiarkan oleh MetroTV (hari ini). Tapi sayang sekali Puspayoga katanya tidak akan hadir dalam debat ketiga ini.

http://metrobali.com/2013/05/09/kpu-tetap-gelar-debat-kandidat-gubernur-bali-di-metro-tv/

Kalau benar Puspayoga tidak hadir dalam acara debat PilGub Bali nanti (hari ini), saya termasuk salah satu yang kecewa. Bukan karena saya mendukung salah satu tapi menurut saya sebenarnya acara debat seperti ini cukup baik untuk sosialiasai PilGub Bali asalkan bisa dilaksanakan dengan santun dan beretika. Saling menyerang dalam debat mungkin hal biasa asalkan bisa diimbangi dengan ide-ide sehingga kesannya tidak hanya bisa menjelekkan pihak lain tapi juga bisa menawarkan solusi yang lebih baik. Kalau memang alasan suasana debat yang panas, saya rasa itu hal biasa. Masak kita mau debat tapi tidak berani berbeda pendapat.

Acara debat PilGub Bali semacam ini sebenarnya juga sangat bagus untuk para kandidat karena bisa menjadi ajang kampanye gratis. Mohon koreksi kalau saya salah. Sepertinya para kandidat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk bisa tampil di televisi. Coba bandingkan dengan kalau mereka menayangkan iklan, apalagi di televisi nasional, harganya pasti mahal dan hitungannya detik. Apalagi debat ini live, dan mereka bisa dengan cukup leluasa mencitrakan diri mereka kepada para penonton yang nantinya akan memilih mereka ketika tiba hari pencoblosan. Masyarakat juga bisa dengan lebih jernih menilai mana calon yang lebih baik karena mereka “diadu” dalam sebuah panggung untuk saling menunjukkan kemampuan dan yang terpenting ide untuk mengatasi masalah yang akan dihadapi ketika menjadi pemimpin.

Kalau para Cagub dan Cawagub masih hanya mengandalkan model kampanye lama dan usang tentunya tidak bagus untuk masyarakat. Apalagi untuk orang-orang yang malas hadir dalam acara kampanye model pengerahan massa. Seperti kita tahu, acara kampanye dalam rapat terbuka di sebuah lapangan besar yang menghadirkan ribuan orang itu sebenarnya hanya ajang untuk unjuk kekuatan massa. Paling-paling isinya cuma orasi politik yang tidak realistis. Kampanye pengerahan massa seperti itu harusnya bisa dikurangi karena menghabiskan banyak waktu, tenaga dan juga biaya. Jaman sekarang rasanya sulit bagi semua orang untuk hadir dalam acara seperti itu, rasanya lebih enak duduk manis di depan televisi untuk melihat para kandidat menunjukkan kualitas mereka masing-masing.

Nah, itulah opini saya tentang acara debat PilGub Bali 2013 ini. Mudah-mudahan saja ke depan kita bisa lebih jernih untuk menentukan pilihan dengan melihat kualitas masing-masing calon. Bukan hanya karena ikut-ikutan orang lain. Dan seperti biasa, saya tegaskan bahwa tulisan ini bukan untuk menyudutkan atau pun mendukung pihak manapun, hanya curahan pikiran saya pribadi.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

2 comments

  1. nak bali says:

    mungkin ini strategi pemenangan dari mok mega atau malah jadi blunder…

    Klo saya lihat program pak mangku dan pas bertolak belakang 1000 derajat.
    Pak mangku akan menerapkan manajemen one island management dan pas akan menerapkan pembangunan berbasisi kabupaten/kota.

    Jujur sebagai orang belog saya belum mengerti konsep pembangunan berbasis kabupaten/kota.
    Konon pemprov bali hanya akan menyiapkan dana dan semmua diserahkan ke masing2 kabupaten/kota untuk mengelolanya.
    Semua aset juga di serahkan ke kab/kota.
    Terus klo begitu gubernurnya ngapaen kerjanya??

Leave a Reply

CommentLuv badge