Masalah Layanan Pembuangan Sampah

Beberapa waktu terakhir ini saya agak khawatir dan merasa memiliki masalah dengan pembuangan sampah. Sejak dulu kami biasa membuang sampah di sebuah tanah kosong di belakang rumah saya. Tanah kosong itu adalah bekas galian batu padas sehingga terdapat jurang yang cukup dalam.

Tanah kosong itu sebelumnya adalah milik paman saya. Beberapa waktu lalu tanah itu kemudian dijual oleh paman saya dan rencananya akan dibangun villa. Di sekitar rumah saya memang banyak villa. Saat ini pembangunan villa sudah dimulai dan itu artinya kami tidak bisa lagi membuang sampah disana. Di dekat rumah saya juga ada sungai namun tentu saja kami tidak mungkin membuang sampah disana.

Untuk mengatasi masalah sampah ini saya hanya memiliki 2 jalan yaitu : mencari tempat lain membuang sampah atau ikut langganan layanan pembuangan sampah. Untuk pilihan pertama rasanya saat ini sulit karena jarang ada yang punya tanah kosong seperti dulu lagi. Semua orang berusaha memanfaatkan lahan mereka. Kalau pun ada, rasanya tidak mungkin ada yang mengijinkan tanah mereka dijadikan tempat membuang sampah.

Berarti pilihan terakhir saya adalah ikut layanan pembuangan sampah. Tapi masalah tidak selesai disini. Karena sampai saat ini, belum ada layanan pembuangan sampah yang memuaskan. Untuk diketahui, layanan pembuangan sampah di daerah saya baru ada beberapa tahun terakhir ini. Itupun bukan dikelola oleh pemerintah tapi lebih banyak swasta.

Saya memiliki 3 pilihan layanan pembuangan sampah. Yang pertama adalah dari LPM Kelurahan Kerobokan. Layanan pembuangan sampah dari LPM Kerobokan ini yang digunakan oleh villa dan beberapa tetangga saya. Saya pun sudah ikut sejak bulan Februari lalu. Petugas yang memungut sampah mengatakan bahwa mereka akan datang sekitar 2-3 kali seminggu, asalkan tidak ada kendala. Saya dikenakan biaya Rp. 20.000,- per bulan.

Nah, kenyataannya mereka tidak bisa tepat waktu, bahkan lebih dari seminggu kadang belum datang. Alasan mereka adalah karena ada masalah dengan kendaraan. Kalau begini, susah juga karena sampah kami akan menumpuk dan perlu tempat lebih banyak untuk menampungnya. Di samping itu sampah basah seperti sampah dapur akan menjadi membusuk dan tidak sedap dipandang. Saya membayangkan, andaikan mereka mau datang tepat waktu setidaknya 3 kali seminggu atau paling lambat 3 hari sekali, saya bersedia membayar sampai 3 kali lipat tarif mereka saat ini.

Pilihan kedua adalah layanan pembuangan sampah dari seseorang yang mencoba bisnis pembuangan sampah, sebut saja namanya Pak Wayan. Karena belum pernah mencoba, menurut informasi yang saya dapat ternyata sama saja. Kedatangan mereka tidak tepat waktu. Pilihan terakhir adalah dari layanan pembuangan sampah yang digunakan oleh paman saya. Rumah paman saya ini sekitar 1 km dari dari rumah saya. Kerja mereka bagus, bersih dan rapi, datang setiap 2 hari sekali bahkan pernah setiap hari. Biayanya memang dua kali lipat dari yang saya gunakan saat ini.

Tapi masalahnya, layanan pembuangan sampah yang ini tidak mau datang ke rumah saya dengan alasan bahwa di lingkungan sekitar rumah saya tidak ada yang ikut. Jadi mereka merasa rugi datang jika hanya satu konsumen saja.

Ah..

Saya sepertinya harus sedikit bersabar, mungkin ini contohnya bahwa tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan uang. Ke depannya, semoga jasa layanan pembuangan sampah yang saya gunakan bisa lebih baik lagi. Atau mungkin ada yang tertarik untuk membuka jasa pembuangan sampah di daerah saya dengan pelayanan lebih baik, dengan senang hati saya akan mendaftar menjadi pelanggan pertama.

Baca Juga:

I Gusti Agung Made Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

7 thoughts on “Masalah Layanan Pembuangan Sampah

  1. Repot juga ya, kalau sampah sudah bermasalah..
    Kalau di rumah saya kebetulan tidak jauh dari tukang sampah pengangkut gerobak, jadi tiap hari sampah selalu diangkut..

  2. saya kok baru tahu ya ada usaha buang sampah versi swastanya ya.. sampah memang cukup sulit ya ngaturnya.. semoga solusi yang tepat bisa di pilih ya…

  3. Kalo gitu di-filter aja bro. Yang non organik didaur-ulang, yg organik dijadikan pupuk kompos (kalo sempat). Gitu yang ada di iklan2 Bali TV. Merepotkan sih, hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *