Mari Membaca Mari Menulis

Saya akhirnya kembali mengubah font di blog ini, kembali ke font Georgia. Entah mengapa setelah beberapa lama saya merasa bosan dengan font sebelumnya, jadi saya putuskan kembali ke font favorit saya. Saya juga melakukan beberapa perubahan kecil seperti menambah jumlah Recent Post dari sebelumnya 10 menjadi 15 dan mengurangi jumlah Recent Comment dari 10 menjadi 5 saja.

Saya sebenarnya juga ingin mengganti banner “merah putih” yang sekarang ini, bukan karena tidak nasionalis lagi tapi saya butuh penyegaran. Tapi sayang saya belum bisa menemukan banner yang cocok sebagai penggantinya (ah, sejujurnya saya kurang ahli dalam hal olah gambar, hehe).

Dan satu hal lagi yang saya ubah yaitu tagline. Tagline saya sebelumnya adalah “belajar dan bekerja serta berdoa”. Ini terinspirasi dari tulisan di salah satu baju kaos saya yaitu “learn work and pray”. Saat itu saya merasa tagline cukup pas untuk menggambarkan keinginan saya.

Namun sekarang ganti lagi menjadi “mari membaca mari menulis“. Ya, tagline baru saya ini memang mirip dengan jargon salah satu iklan teh celup di televisi. Tagline “mari membaca mari menulis” juga mirip dengan tagline seorang kawan saya Pushandaka yaitu “Habis Baca Terbitlah Nulis”. Saya memang terinspirasi oleh dua hal tersebut.

Kalau boleh sedikit memberikan penjelasan, tagline saya ini memiliki dua arti. Yang pertama kalau dibaca dalam bahasa Indonesia “mari membaca mari menulis” bisa diartikan ajakan saya kepada semua pembaca untuk membaca dan menulis. Karena menurut saya membaca dan menulis bisa dikatakan kemampuan dasar yang harus kita miliki sebagai seorang manusia.

Yang kedua, kata “mari” yang kalau tidak salah dalam bahasa Jawa berarti selesai. Jadi kalimat “mari membaca mari menulis” bisa diartikan “selesai membaca ayo menulis”. Maksud saya selama ini kita sebagai masyarakat lebih sering hanya “membaca” apa yang ada baik di dunia nyata atau pun dunia maya. Kita lebih sering hanya menjadi “objek” dan hanya bisa diam. Nah salah satu cara untuk “berbicara” saat ini adalah dunia blog.

Jadi ayo kita menulis, ayo ngeblog..!

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

13 thoughts on “Mari Membaca Mari Menulis

  1. saya kita artinya mengajak membaca dan mengajak menulis, iya memang benar kemampuan dasar manusia membaca dan menulis. Tapi sepertinya lebih mudah membaca dari pada menulis? he..

  2. Wah, saya tersanjung banget kalau saya menjadi inspirasi kecil untuk tagline barunya. :)

    Kata orang, tulisan seseorang adalah cermin dari kemampuan membacanya. Ibarat orang ujian, setelah membaca (belajar) dia akan diuji (kebanyakan ujian tulis). Kalau tulisannya (jawabannya) ndak bagus, ya nilainya pun jelek. Jadi, membaca saja blum cukup. Hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *