Mantan Presiden Soeharto Jadi Pahlawan?

October 18th, 2010 by imadewira Leave a reply »

Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan presiden Indonesia, Soeharto beberapa hari terakhir kembali menjadi pro dan kontra. Konon nama Soeharto termasuk di antara 19 nama yang telah memenuhi syarat administrasi di Departemen Sosial dan akan diajukan kepada presiden SBY untuk diberikan gelar pahlawan.

Beberapa waktu yang lalu, ketika Gus Dur meninggal dunia sempat muncul wacana pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur. Saat itu muncul juga wacana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan tentu saja menjadi pro dan kontra. Ada yang setuju dan tentu saja ada yang menolak dengan berbagai alasan.

Tokoh-tokoh serta pejabat pun mulai bersuara. Ada yang mengganggap bahwa Soeharto layak dijadikan pahlawan karena jasa-jasanya yang telah memimpin bangsa ini selama 32 tahun, dan juga atas jasanya dalam membangun Indonesia. Ada yang menolak karena selama Soeharto memimpin Indonesia banyak terjadi kasus yang tidak jelas khususnya pelanggaran HAM, dan juga awal kepemimpinan Soeharto tidak dilalui dengan proses yang benar.

Ada juga yang berpendapat bahwa Soeharto layak dijadikan pahlawan karena telah memimpin Indonesia sebagai presiden selama puluhan tahun, bahkan semua mantan presiden layak dijadikan pahlawan. Dan ada yang dengan tegas menolak karena Soeharto dianggap telah menghancurkan Indonesia dimana hingga saat ini sikap korupsi, kolusi dan nepotisme yang ada merupakan sisa-sisa pola kepemimpinan Soeharto. Dan terakhir bahkan ada yang mengatakan bahwa Soeharto adalah “penjahat nasional”.

Itulah yang saya baca di salah satu topik Kompas.

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli apakah Soeharto dijadikan pahlawan atau tidak karena tidak ada pengaruhnya bagi saya. Gelar pahlawan adalah sebuah penghargaan kepada seseorang, atau lebih tepatnya kepada keluarga serta seluruh kerabat si pahlawan. Karena pada dasarnya yang bersangkutan sudah tidak bisa merasakan lagi gelar yang dia terima.

Selain itu, saya lebih suka menganggap gelar pahlawan yang diberikan pemerintah adalah salah satu cara mempersatukan bangsa Indonesia. Ibaratnya sebuah album foto keluarga dan disana terdapat foto para pahlawan. Seseorang akan semakin merasa menjadi “keluarga” ketika perwakilannya ada disana.

Apalah artinya pemberian gelar pahlawan kalau bangsa Indonesia belum bersatu, masih banyak kerusuhan dan unjuk rasa yang biasanya selalu berakhir dengan satu kata, “rusuh”.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

28 comments

  1. komang angga says:

    Saya juga stuju bli made,,gk terlalu penting suatu penghargaan… dari pada pro kontra mending kasih dua penghargaan saja, seperti yang di sebutkan diatas :)
    komang angga´s last blog post ..ISO

  2. DV says:

    Saya heran dengan orang yang beranggapan bahwa Soeharto tak layak menerima gelar pahlawan.

    Mana ada sih pahlawan yang benar-benar bersih dan suci? Tak ada tampaknya…
    DV´s last blog post ..Walk on

    • zee says:

      @DV, Ah aku suka sekali dengan pendapat Donny Verdian yang always pedas kalo berpendapat, hahaha…

      Benar katamu Don, bahwa pahlawan bukan malaikat. Artinya pasti ada dosa dan salahnya. Siapa yang tahu apa yang dulu pernah mereka buat, secara jaman dulu segala macam media begitu sederhananya…. Kalo sekarang semua pejabat mungkin tidak bisa jadi pahlawan, karena dosanya yang mungkin kecil bisa langsung heboh di socmed… dan seolah yang bicara itu sudah lebih baik dari yang dihujat. :-S

    • imadewira says:

      @DV,
      begitulah, seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”

  3. Cahya says:

    Pahlawan bukan masalah gelar saja, tapi ada unsur sosial yang akan menjadikannya panutan bagi banyak orang.

    Jadi apakah bangsa ini akan bersedia menjadi seseorang teladan bagi generasi selanjutnya? Mungkin pertanyaan itu mesti dijawab sebelumnya.
    Cahya´s last blog post ..Malingering yang Menyusahkan

  4. Rasanya ada motif ekonomi, untuk pembangunan daerah dan hotel setempat…katanya bupati tempat makam pak harto malah tajir abis?Ada hubungannya gak ya?

  5. aldy says:

    Jika memang dianggap perlu diberi gelar pahlawan kenapa tidak? Pendapat mas DV diatas sudah memberikan gambaran yang gamblang seperti apa pahlawan yang ada.
    Satu sisi pahlawan tetapi disatu sisi lain selalu dianggap penjahat. Bukankah para pahlawan dijaman belanda dianggap pengacau dan penjahat oleh Belanda?

  6. Agus Siswoyo says:

    Menurut saya, seorang pahlawan sejati tidak akan pernah meminta disebut pahlawan. Hal ini berlaku juga kepada keluarga pahlawan.

    kalau ada yang merengek-rengek minta gelar pahlawan, waspadalah. bisa jadi motivasi utama bukan berbakti kepada negara.

  7. iskandaria says:

    Saya baru tau soal wacana itu via posting di atas. Baiknya ditimbang saja. Jika dinilai lebih banyak jasanya ketimbang “dosanya”, ya tetap layak untuk diberi gelar pahlawan nasional.
    iskandaria´s last blog post ..Tren Penyisipan Gambar di Tengah Posting Ditinjau dari Sisi Usability

  8. kalau memang pro kontra ya mending jangan dulu aja, yang berwenang memutuskan supaya timbang-timbang lagi banyak mana, jasanya atau dosanya untuk bangsa ini.
    kita semua kan tahu kiprahnya selama memimpin bangsa ini, sepanjang yang diekspos oleh berbagai media.

  9. Asop says:

    *menghela nafas panjang*

    Lagi2 pemerintah melakukan sesuatu yang gak terlalu penting…
    Asop´s last blog post ..Blog Saya Ditinjau Ulang

  10. bangsaid says:

    Saya Pribadi, selama orang itu memberikan manfaat bagi banyak orang, layak disebut Pahlawan.

    Tapi saya juga setuju Bli, Apalah artinya gelar pahlawan jikalau rakyat Bangsa itu masih belum bisa bersatu padu membangun negeri

    Salam Kenal
    bangsaid´s last blog post ..Syukuri Apa yang Ada- Karena Hidup adalah Anugerah

  11. Setau saya, gelar pahlawan cukup penting bagi ahli warisnya karena akan mendapat semacam santunan yang akan diterima oleh keturunan/keluarga yang masih hidup (kalau si penerima gelar sudah meninggal). Jadi, gelar pahlawan ndak cuma berupa sertifikat kepahlawanan saja.

    Gelar semacam ini juga berpengaruh terhadap kepangkatan pada saat pensiun bagi seorang anggota TNI/Polisi. Sehingga dana pensiun yang mereka terima juga akan berbeda.

    Jadi gelar pahlawan nasional ndak cuma sertifikat/tanda jasa saja, yang mungkin sudah ndak bisa dinikmati/dirasakan lagi oleh penerimanya. Tapi ada hak-hak di balik itu yang akan diterima oleh anggota keluarga/ahli warisnya. Selain ada kewajibannya juga.

    Untuk detailnya, silahkan baca UU No. 20 Tahun 2009. :)

  12. PanDe Baik says:

    Meski Pak Harto jatuh dengan cara yang menyakitkan namun jasa-jasa Beliau tetap harus kita hormati. Saya setuju apabila Beliau diajukan untuk mendapatkan gelar pahlawan. Tapi hanya sebatas diajukan saja loh ya… Hihihi…
    PanDe Baik´s last blog post ..Menyoal Promo “Free Access by Indosat”

  13. eserzone says:

    Saya termasuk orang yang tidak setuju untuk pemberian gelar kepahlawanan kepada beliau….
    Sebaiknya di tuntuskan dahulu kasus2 yang sempat menimpa beliau. kalau sudah ada keputusan bahwa beliau tidak bersalah terhadap apa yang dituduhkan selama ini barulah dikaji kembali pemberian gelar pahlawan nasional
    eserzone´s last blog post ..Satu Bulan eserzonecom

  14. Obor says:

    pantas sebagai pahlawan pembangunan
    MENINGGALKAN hutang… dan kita yang membayar
    sadarkah kita ???

Leave a Reply

CommentLuv badge