Maaf

Ya Tuhan, sebelumnya ijinkan aku memohon maaf kepadaMu, karena aku hanyalah hambaMu yang hina. Terkadang aku pun tak kuasa menyimpan amarah dan terus hanya memperlihatkan kesabaran. Mungkin aku tak seharusnya berkata begini : “selama ini aku sudah cukup sabar…!!“. Karena kalimat itu telah membuktikan aku gagal dalam ujian kesabaran.

Maka sekali lagi, ijinkan aku memohon maaf kepadaMu. Saat ini, ingin sekali aku mengumpat, “hey, apa pedulimu? kamu tak seharusnya berkata seperti itu, dan kamu tak berhak sama sekali untuk begitu. Bahkan berpikir seperti itu pun kamu tak boleh, karena itu bukan hakmu. Tapi apa boleh buat, otakmu bukan otakku, dan aku pun mungkin tak berhak mengaturnya. Maka, sekarang berbuatlah semaumu. Semoga kelak kau mengerti dan merasa apa yang kurasakan saat ini.. Bahwa sebenarnya, We love U so much.., but u dont know yet, and I hope someday u will know that..

Untuk ketiga kali dan selanjutnya, ya Tuhan, maafkan aku. Aku berjanji untuk berbuat lebih baik lagi..

**maaf, post ini tidak menerima komentar

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.