Latar Belakang Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018

Latar belakang pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada Pilkada tahun 2018 ini sebaiknya diketahui oleh para calon pemilih sebelum memutuskan untuk memberikan suara kepada salah satu calon. Jangan hanya ikut-ikutan tanpa mengetahui latar belakang serta visi-misi dan program kerja yang ditawarkan. Dua pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali sudah diumumkan yaitu Wayan Koster – Cok Ace, dan pasangan lainnya yaitu Rai Mantra – Sudikerta. Bagaimanakah latar belakang keempat orang tersebut?

Saya mungkin salah satu orang awam yang tidak/belum tahu banyak latar belakang kedua pasang calon Gubernur Bali. Jadi saya mungkin bisa mewakili pandangan orang awam tentang latar belakang masing-masing dari keempat orang tersebut sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Bali. Apa yang saya tulis disini adalah tanpa googling lagi, jadi murni apa yang saya ketahui selama ini saja.

Kita mulai dari Wayan Koster. Yang saya tahu dia adalah politikus dari PDIP. Kalau tidak salah dia adalah anggota DPR RI, eh DPR apa DPD sih? DPR sih kayaknya. Pertama kali saya tahu namanya adalah ketika membaca-baca koran lokal Bali beberapa tahun lalu. Itu saja yang ketahui tentang Wayan Koster. Selebihnya yang saya tahu adalah baliho Wayan Koster mulai bertebaran di jalan-jalan mungkin sejak sekitar setahun yang lalu, dengan singkatan KBS (Koster Bali Satu) yang artinya siap maju sebagai calon gubernur Bali.

Selanjutnya Cok Ace. Latar belakang Cok Ace mungkin yang paling sedikit yang saya tahu. Kalau tidak salah Cok Ace adalah mantan Bupati Gianyar. Cok Ace juga kayaknya sempat maju sebagai calon gubernur (apa wakil ya?) beberapa tahun lalu, tapi gagal menang. Kalau tidak salah Cok Ace juga ketua PHRI, yang kemungkinan besar sangat dikenal di dunia usaha pariwisata.

Selanjutanya Rai Mantra. Latar belakang Rai Mantra sebenarnya tidak banyak juga yang saya tahu, tapi saya follow akun instagram Rai Mantra dan melihat beberapa aktivitasnya. Yang jelas Rai Mantra adalah putra mantan gubernur sekaligus tokoh terkenal dari Bali, Ida Bagus Mantra. Rai Mantra sekarang masih aktif sebagai Walikota Denpasar yang menurut saya walau diam-diam tapi apa yang ada di Denpasar banyak yang keren menurut saya. Contoh kecil seperti penataan daerah taman kota Lumintang, lapangan Puputan Badung dan Tukad Badung. Juga kegiatan Denpasar Festival. Itu saja tentang Rai Mantra.

Terakhir Sudikerta. Yang saya tahu Sudikerta saat ini masih aktif sebagai wakil Gubernur Bali, jadi bisa dikatakan sebagai incumbent. Sebelumnya Sudikerta pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Badung berpasangan dengan A.A. Gde Agung dari Puri Mengwi. Sudikerta adalah politisi senior dari partai Golkar.

Jadi, begitulah latar belakang masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur Bali tahun 2018. Latar belakang ini adalah murni dari apa yang saya ketahui saja sebagai orang awam. Mengingat apa yang saya ketahui sangat sedikit, saya dan mungkin masyarakat calon pemilih lainnya khususnya yang belum menentukan pilihan sangat berharap masing-masing pasangan calon menunjukkan dan mensosialisasikan lagi latar belakang masing-masing dan tentunya yang terpenting adalah visi, misi serta program kerja yang ditawarkan. Sehingga kita bisa menimbang-nimbang mana yang lebih cocok untuk dipilih nanti.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.