Langsung Publish atau Schedule

Setiap manusia itu unik, termasuk mereka yang suka ngeblog. Bahkan saya percaya dalam urusan yang mungkin sepele seorang blogger memiliki kebiasaan yang mungkin berbeda-beda. Sebagai contoh dalam urusan mem-publish tulisan di blog.

Yang saya maksud disini adalah waktu untuk mem-publish tulisan. Waktu atau cara untuk mem-publish mungkin bisa kita bagi menjadi dua yaitu :

Di-publish secara langsung / manual

Saya lebih sering menggunakan pilihan yang ini, yaitu mem-publish tulisan saat tulisan itu selesai dibuat. Biasanya ide yang muncul saya simpan dalam bentuk draft, lalu ketika ada waktu draft tersebut akan saya kembangkan menjadi sebuah tulisan.

Nah, ketika tulisan tersebut sudah dirasa selesai dan siap di publish maka akan langsung saya publish. Atau kalau pun tidak langsung saya publish, maka akan saya simpan kembali menjadi draft untuk di publish di kemudian hari secara menual.

Di-schedule / di publish secara terjadwal

Walaupun lebih sering publish secara manual, beberapa kali saya juga menggunakan fasilitas schedule yaitu membuat tulisan yang akan di-publish secara otomatis pada waktu yang telah kita tentukan. Biasanya hal ini saya lakukan untuk tulisan-tulisan tentang MotoGP, tujuan saya agar tulisan saya tersebut bisa muncul sekitar sehari atau dua hari menjelang berlangsungnya balapan.

Lalu, anda lebih suka yang mana? Di publish manual atau masuk daftar schedule terlebih dahulu?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

15 thoughts to “Langsung Publish atau Schedule”

  1. Dulu saya suka dijadwalkan karena kasihan jika setiap hari terbit terlalu banyak tulisan, namun belakangan ini karena jarang menulis, jadi saya terbitkan saja langsung.

  2. Tergantung kondisi sih. Jika cukup punya waktu untuk online secara teratur, publish langsung lebih baik bagi saya. Kita bisa langsung mensubmit-nya ke situs sosial media begitu usai kita publish. Nah, kalau waktu online tidak teratur dan untuk mengantisipasi hal tertentu, publish terjadwal mungkin lebih baik. Tapi saya sendiri belum pernah menggunakan publish terjadwal.

  3. Di-schedule aja. Lebih praktis. :D
    Saya menulis dulu semua yang ada di otak, saya tampung, saya sempurnakan di masing2 posting-an, tinggal dijadwal terbitnya. Tentu jadwal terbit ini bisa berubah-ubah. :)

  4. salam kenal pak dosen :)
    emm,,kalau saya biasanya mem-publish tulisan saat tulisan itu selesai dibuat, soalnya ide saya cenat cenut munculnya. jadi begitu hari itu ada ide, tulis langsung di publish deh, takut keburu menguap idenya ;)

    tapi belakangan rada galau
    karena mood dan ide saya yang suka muncul tenggelam, biasanya jika ada ide saya mengetik di HP dulu disimpan dalam bentuk draft. kalau mood oke baru langsung diposting :) kalau ga ya nunggu sampai mood oke lagi hehehe sambil di edit-edit dulu sampai saya merasa pas untuk dipublish

    jadi sejauh ini saya masih publish manual. (belum jauh-jauh amet sih,,masih baru soalnya) ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *