Konsistensi Menggunakan Istilah Bahasa Indonesia Dalam Blog

Masih ingat tentang tulisan saya tentang Ide Tulisan Dari Posting di Blog Lain? Ya, tulisan ini adalah salah satu contohnya. Kembali lagi saya mendapat ide dari tulisan di blog mas Iskandaria tentang Mengenal 6 Istilah Baru Dalam Dunia Blog dan Website.

Enam istilah yang disebutkan disana diantaranya : Narablog, Pranala, Tetikus, Salin-Tempel, Pengaya, Peramban. Yang menjadi perhatian saya adalah 4 istilah selain Tetikus dan Salin-Tempel. Sebenarnya sudah sejak beberapa bulan terakhir saya memperhatikan beberapa blogger sudah mulai konsisten menggunakan istilah Narablog untuk menggantikan istilah “blogger”, Pranala untuk istilah “link / hyperlink”, Pengaya untuk istilah “add ons / plugin”, Peramban untuk istilah “browser”.

Ada lagi istilah Unduh sebagai pengganti kata “download” dan masih banyak lagi istilah lainnya. Menurut saya itu hanya perkara bahasa. Setiap blogger tentu memiliki kebebasan untuk menggunakan bahasa yang mana. Istilah dalam bahasa Indonesia (Unduh, Pranala, Peramban, Narablog) atau istilah dalam bahasa Inggris yang lebih mendunia.

Saya sendiri memilih untuk tetap menggunakan istilah blogger, browser, download, link dan lainnya. Bukan karena tidak cinta bahasa Indonesia atau karena merasa aneh dengan istilah dalam bahasa Indonesia. Alasan saya hanya karena kebiasaan dan mungkin pengunjung (hingga saat ini) masih lebih familiar dengan istilah “download” dibanding “unduh”.

Anda yang sudah konsisten dengan istilah dalam bahasa Indonesia tentu juga memiliki alasan bukan? Saya sendiri juga bukan tidak mungkin suatu saat akan beralih dan mulai menggunakan istilah tersebut suatu saat nanti.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

57 thoughts on “Konsistensi Menggunakan Istilah Bahasa Indonesia Dalam Blog

  1. hmm.. saya berusaha menggunakan istilah Indonesia. tapi terkadang, ada istilah yang akan jadi aneh kalau harus di indonesia kan. hmm.. sepakat, akan ada kata2 yg lebih baeknya gunakan istilah aslinya.. kalau itu lebih mewakili makna,..
    .-= elmoudy´s last blog ..Mbah Priuk =-.

  2. Bli Gung. Saya sendiri berpikir, istilah-istilah seperti pranala, narablog, peramban, pengaya, dsb adalah cukup sebagai referensi di dalam otak saya. Tapi di dalam tulisan saya, saya justru sering menggabungkan keduanya, bahkan sering saya tulis seperti ini; peramban (browser). Tujuannya adalah untuk sosialisasi :)
    .-= budiastawa´s last blog ..Amankan Bandwidth dari Hotlink =-.

  3. Saya karena kebiasaan mungkin malah sudah bahasa itu, malah kadang mengusahakan menggunakan bahasa Indonesia asli daripada bahasa serapan. Tapi kalau terpaksa atau karena mood ingin menggunakan istilah asing, ya semoga saya tidak lupa mencetak miring sesuai dengan EYD :)
    .-= Cahya´s last blog ..Menuju Lucid Lynx =-.

  4. Sampai saat ini saya masih terbiasa memakai istilah dalam bahasa asingnya dibanding padanannya dalam bahasa Indonesia.

    Mengubah kebiasaan adalah hal yang lumayan sulit, proses menulis jadi lebih lama karena harus pake mikir…

  5. Mungkin karena belum terbiasa kali ya? Saya sih masih pake yang sudah biasa aja dulu. Hehe… nanti kalau sudah umum baru deh ikutan. Untuk masalah bahasa, saya termasuk late adopter :)
    .-= Deddy´s last blog ..#18: Hujan =-.

  6. salam sahabat,
    selain itu apakah kita juga bisa konsisten dan memperhatikan EYD, tapi terkadang masih ada gaya bahasa yang campur aduk, terus apakaah bahasa gaul juga termasuk konsisten bahasa indonesia
    secara garis besarnya kita yang konsistensinya itu yang sulit

  7. saya juga gitu bli, saya lebih senang blog lebih mudah dimengerti ketimbang jadi idealis, pake bahasa indonesia tapi malah membingungkan pengunjung.
    Btw, udah lama ga kesini nih…. isi blognya masih tetep nice to read. :)
    baru bisa nge blog lagi. :p
    .-= astiti´s last blog ..Jangan Murung, Perempuan =-.

  8. Enaknya pake keduanya kan Bli Wira?
    Tapi jika salah satunya (istilah asing atau Indonesianya) selalu dicetak miring/tebal, apakah itu nanti dianggap sebagai teks spesial/semantik seperti halnya kata kunci/keywords oleh mesin (screen readers, search engines)? Bukannya malah terkesan spamming?

    Jadi, siapa yang akan membantu memopulerkan istilah Indonesia yang sudah resmi di KBBI? :)
    Dunia pendidikan? Pers (beberapa media besar sepertinya sudah konsisten memakai istilah TI terjemahan/serapan yang baku)? Narablog juga bisa kan? :)

    1. @dani,
      betul juga, lebih bijak keduanya, blogger juga bisa membantu mempopulerkan istilah tersebut, sayangnya idealisme saya belum nyampe kesana, hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *