Kesabaran Petugas Teller Bank BNI Canggu

December 27th, 2012 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »
gambar dari : http://blogspot.com

gambar dari : http://fairjob.blogspot.com

Hari ini saya melakukan setoran tunai alias menabung di Bank BNI di Jalan Raya Canggu yang tidak jauh dari rumah saya. Oya, sebelumnya saya ceritakan bahwa ada satu layanan yang saya sukai di Bank BNI yaitu kita tidak perlu menuliskan slip jika ingin melakukan setoran tunai. Cukup dengan mengetahui nomor rekening dan nama pemilik rekeningnya atau dengan membawa buku tabungannya. Berbeda dengan di bank lain yang saya ketahui kita harus tetap mengisi slip setoran jika ingin menyetor/menabung, bahkan jika menabung ke rekening sendiri dengan membawa buku tabungan.

Jadi, tadi seperti biasa saya langsung mengambil nomor antrian untuk ke teller. Saya lihat untunglah antriannya tidak banyak, saya mendapat nomor T79 sedangkan teller yang buka hanya satu dan sedang melayani antrian nomor (kalau tidak salah) T76. Semua berjalan lancar dan saya tidak lama menunggu hingga orang dengan nomor antrian T78 (tepat sebelum saya) dipanggil oleh petugas. Kebetulan saya duduk tidak jauh dari teller dan bisa melihat serta mendengar cukup jelas percakapan antara teller dengan nasabah.

Petugas teller seperti biasa memberikan greeting dan menanyakan keperluan nasabah. Si nasabah lalu mengatakan bahwa dia ingin mengirim uang ke nomor rekening sejumlah 350 ribu rupiah. Petugas pun lalu menerima dan menghitung uangnya. Dari awal saya sudah merasa kurang nyaman melihat nasabah ini di depan teller sambil sesekali mengutak-atik ponselnya. Selanjutnya petugas menanyakan nomor rekening yang akan dikirimkan uang. Disinilah yang membuat saya makin kurang nyaman karena si nasabah itu menelepon seseorang yang sepertinya kakaknya untuk menanyakan nomor rekeningnya.

Waduh, pikir saya ini orang kok aneh sekali ya. Kenapa tidak dari tadi menelepon dan menyiapkan nomor rekeningnya sebelum ke teller. Belum lagi beberapa saat sepertinya teleponnya tidak nyambung. Petugas teller pun saya lihat seperti berusaha sabar. Telepon pun tersambung dan si nasabah menanyakan nomor rekening, saya pikir masalahnya selesai. Si nasabah bertanya kepada teller, “Mbak,  nomor ATM bisa ndak?”. Teller lalu mengatakan harus nomor rekening, nomor ATM hanya bisa jika setoran dilakukan oleh pemiliki ATM. Selesai? Belum.

Entah karena apa, si kakak dari nasabah tadi ngotot harus bisa dan bahkan minta bicara kepada teller. Untunglah si petugas teller tidak mau. Tapi si nasabah ini mencoba menawar lagi agar bisa. Wah, parah nih, pikir saya. Petugas teller sampai mengatakan “Kalau begitu suruh saja dia yang memproses sendiri transaksinya”. Dan pada akhirnya si nasabah ini menyerah.

Saya yang melihat hanya bisa senyum-senyum saja melihat tingkah nasabah yang satu ini. Saya tidak tahu apa sebabnya orang itu tidak bisa mencari nomor rekeningnya. Sebenarnya saya tidak masalah menunggu lama, tapi melihat nasabah yang kurang persiapan seperti itu kok rasanya ikut geregetan juga. Salut juga dengan mbak petugas teller itu yang tetap berusaha sabar. Kalau saya yang jadi petugas teller itu, mungkin sudah emosi duluan.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

12 comments

  1. Agus Komang says:

    mungkin saja itu nasabah itu orang suruhan buat ngetes pelayanan suatu Bank pak.
    Agus Komang´s last blog post ..Membuat Header Full Screen dengan CSS

  2. Kalau saya jadi petugas teller, saya mungkin malah menikmati waktu saat nasabah menelpon. Biarin aja dia berlama-lama, saya jadi punya waktu ambil nafas dan meregangkan otot krn seharian duduk. Setelah cukup ambil nafas dan si nasabah masih ngeyel, baru saya damprat! :p

  3. Nonikhairani says:

    Kalo gak sabar, tellernya nanti dimarahin bosnya, jd yahh udah diterima aja walo empet hehe *curcol

  4. SIge says:

    Tellernya sabar dan cantik pulak..btw bisa di zoom ga ID nya? hehehe
    SIge´s last blog post ..Nasi campur ‘paku’, waspadalah !!!

  5. akriko says:

    Dulu waktu awal-awal saya bekerja, pernah juga mengalami hal yang hampir sama, waktu itu saya disuruh tranfers uang, setelah uang ditangan saya langsung berangkat ke Bank, tepatnya di BNI tohpati, sampai di Bank saya bingung sambil mengisi fromulir saya bingung kemana saya kirim uang ini? dan akhirnya saya nelpon ke kantor menanyakan no rek dan nama pemilik rekening. Gangsaran tindak kuangan daya…. hahaha
    akriko´s last blog post ..Tips memasang Iklan dan Melayani Calon Pembeli Online

  6. Jefry says:

    Kayaknya orang tersebut baru pertama kali ini melakukan transaksi
    Kesabaran diperlukan untuk berbagai situasi dan semoga kita pun bisa seperti teller bank tersebut :)
    Jefry´s last blog post ..Penyebab dan Dampak Pencemaran Limbah Padat, Cair dan Gas dari Industri dan Rumah Tangga

  7. andre says:

    dia sabar karena ga ada pilihan lagi, karena teller harus kerja sesuai standar, ditambah lagi ada cctv jadi teller ga bisa seenaknya..

Leave a Reply

CommentLuv badge