Kembang Api Tahun Baru 2013

photobucket.com
photobucket.com

Perayaan menyambut tahun baru setiap tahun memang tidak bisa dilepaskan dari kembang api. Beberapa tahun belakangan ini di Bali khususnya di daerah saya, masyarakatnya memang sudah terbiasa merayakan malam tahun baru dengan kembang api. Namun sayangnya beberapa tahun belakangan itu pula, penggunaan kembang api, petasan dan sejenisnya sepertinya sudah berlebihan. Saya bahkan pernah menuliskan keluhan saya di blog ini sekitar satu tahun yang lalu ketika menyambut tahun baru 2012.

Bulan Desember yang lalu yaitu ketika menyambut tahun baru 2013, kejadian seperti setahun yang lalu sepertinya akan terulang lagi. Masyarakat sudah banyak yang menyalakan petasan dan kembang api ketika baru memasuki bulan Desember dimana tahun baru masih cukup jauh. Kejadian-kejadian kecelakaan akibat petasan dan kembang api di tahun sebelumnya sepertinya tidak membuat masyarakat takut ataupun jera. Tetap saja banyak yang menghamburkan uang demi yang namanya kesenangan dengan menyalakan petasan ataupun kembang api.

Hingga muncullah sebuah kejadian bentrokan di daerah Padang Sambian yang melibatkan sebuah ormas besar di Bali dengan organisasi adat di Padang Sambian, Denpasar. Saya tidak akan menceritakan kronologi atau pun pendapat tentang bentrokan itu yang konon berawal dari masalah penjualan kembang api. Tapi yang jelas, setelah adanya bentrokan itu, kepolisian akhirnya mencabut ijin penjualan kembang api dan sejenisnya. Artinya masyarakat dilarang menjual ataupun menyalakan petasan atau kembang api.

Dengan tidak adanya ijin itu, saya memperhatikan hasilnya cukup bagus. Saya hampir tidak melihat lagi ada yang menjual kembang api. Namun yang menyalakan kembang api masih ada. Mungkin mereka membeli secara sembunyi-sembunyi atau memang membeli sebelumnya dicabutnya ijin tersebut. Kecuali ketika tanggal 31 Desember saya melihat penjual kembang api cukup banyak di pinggir jalan dan jualan secara terang-terangan. Entah karena memberanikan diri atau memang ada pengecualian untuk malam tahun baru.

Di malam tahun baru 2013 pun kembang api begitu banyak dinyalakan, apalagi ketika tepat pergantian tahun. Tidak ada bedanya dengan tahun sebelumnya, dunia serasa sedang perang dunia oleh ledakan-ledakan kembang api. Jujur, saya pun ikut menikmatinya. Saya rasa untuk malam tahun baru yang datangnya setahun sekali, asik juga menikmati begitu banyak kembang api.

Sekarang, tahun 2013 sudah memasuki hari ke 7. Kalau tahun lalu, di bulan Januari saya masih mendengar banyak suara kembang api. Lucunya bahkan ada yang menyalakan kembang api di siang hari, emang kelihatan kembang apinya? Begitu juga tahun ini, seperti kemarin saya mendengar masih ada suara kembang api, namun jumlahnya jauh berkurang dibanding tahun lalu. Entahlah saya tidak mengerti mengapa mereka menyalakan kembang api setelah tahun baru, apakah karena mereka memiliki stok kembang api yang berlimpah, atau mungkin itu sisa kembang api yang tidak laku di malam tahun baru, atau hanya iseng dan cari sensasi, entahlah.

Khusus tentang pencabutan ijin penjualan kembang api oleh polisi, saya sebagai masyarakat sangat mendukung. Karena menurut saya apa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini sepertinya sudah berlebihan. Pencabutan ijin penjualan kembang api memang tidak akan menjamin tidak ada kembang api, namun setidaknya bisa jauh berkurang. Lagipula, masyarakat sebenarnya harus bisa lebih bijak karena penjualan kembang api yang begitu bebas hanya menguntungkan beberapa pihak. Walaupun mungkin akan terasa kurang meriah malam tahun baru tanpa kembang api, tapi lebih baik demikian daripada kembang api dijual bebas begitu saja.

Bahkan kalau pemerintah punya niat untuk menghibur masyarakat di malam tahun baru, kenapa ndak dibuat saja pesta kembang api secara terpusat di beberapa titik. Di puspem, di taman kota dan tempat-tempat umum lainnya bisa dibuatkan acara pesta kembang api yang bisa dinikmati semua orang. Dananya pakai duit rakyat dan dinikmati oleh rakyat, enak bukan. Asalkan jangan dijadikan lahan korupsi saja.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

6 thoughts to “Kembang Api Tahun Baru 2013”

  1. Emang benar, kembang api bisa jadi tontonan yang menarik di malam tahun baru. namun jika tidak di organisir dengan baik, kembang api apalagi petasan bisa membahayakan. Kunjungi id.teronga.com untuk info menarik lainnya. salam blogger. ;)

  2. paling2 orang yang menyalakan kembang api seperti ini adalah orang2 iseng
    semoga saja tidak memicu keributan dibanyak tempat, sayangkan bila ini terjadi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *