Kejujuran Dibalas Kejujuran

October 31st, 2013 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

kejujuran

Suatu sore menjelang malam di lapangan bulutangkis dimana saya biasa bermain, seperti biasa sebelum pulang saya akan membayar bola (shuttlecock) dan minuman yang saya beli. Ada semacam kantin kecil yang menjual minuman dan beberapa snack, yang memang disediakan untuk mereka yang berolahraga bulutangkis disana. Setiap kali bermain, saya biasa menghabiskan sekitar 10 – 20 ribu rupiah tergantung dari berapa bola dan minuman yang saya habiskan.

Harga untuk setiap bola (shuttlecock) adalah 2.000 rupiah per orang atau 8.000 per bola (karena umumnya kita bermain double, jadi 8.000 dibagi empat orang untuk setiap bola). Sedangkan untuk minuman semisal air mineral botol tanggung dijual seharga 3.000 rupiah per botol, saya tidak hafal persis karena jarang menghitung ulang ketika akan membayar, jadi setiap mau membayar sebelum pulang, saya tanyakan saja berapa total saya harus membayar.

Dan di hari itu sebelum pulang, saya menanyakan berapa saya harus membayar. Penjaga kantin pun menghitung catatannya dan menyebutkan angka 17 ribu rupiah. Saya mengambil uang di dompet, 2 lembar uang lima ribuan, 2 lembar uang dua ribuan dan 3 lembar uang seribuan, jadi jumlahnya 17 ribu rupiah. Saya ingat betul jumlahnya, begitu juga penjaga itu yang melihat dan memperhatikan saya menghitung uang itu di depannya.

Selesai membayar, saya pun berlalu, namun masih di lapangan ketika memasukkan raket dan bersiap pulang ketika penjaga lapangan datang menghampiri saya. Dia menyodorkan selembar uang sepuluh ribuan kepada saya dan mengatakan bahwa barusan saya lebih membayar. Jadi menurut dia saya tadi menyerahkan uang sebanyak 27 ribu rupiah yang mana seharusnya 17 ribu rupiah.

Saya agak kaget karena pikir saya tidak mungkin itu terjadi, karena baru saja, mungkin belum ada 5 menit saya menghitung dan ingat betul kejadian ketika membayar 17 ribu rupiah. Pikir saya, pertama, dia itu terlalu jujur kalaupun benar saya salah membayar. Tapi, kedua, saya yakin 100% tidak salah hitung dan tidak salah membayar, jadi menurut saya dia agak ceroboh karena bagaimana mungkin uang yang saya berikan bisa lebih. Apalagi kelebihan yang dia berikan adalah uang sepuluh ribuan yang saya yakin tidak ada saya berikan. Kalau soal konsentrasi, saya yakin penjaga itu tidak sedang melamun ketika saya menyerahkan uang.

Entahlah, tapi yang jelas saya merasa orang ini sangat jujur terlepas dari mungkin juga dia ceroboh dan salah hitung sendiri. Jadi untuk menghargai kejujurannya, saya tidak mau mengambil keuntungan disana, jadi saya tidak mau menerima uang yang ingin dia kembalikan. Karena kalau saya terima, saya yakin dia salah hitung dan dia akan merugi. Ya semoga lain kali dia lebih berhati-hati dan teliti ketika bekerja. Kasihan kalau maksud baiknya harus dia tanggung dengan mengganti rugi uang di kasirnya.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

8 comments

  1. yudi says:

    dengan adanya artikel ini maka 5 tahun lagi saya akan coblos gambar made wirautama dalam pilgub hehehe…

  2. jarwadi says:

    tiap ada artikel tentang kisah kejujuran, bagi saya sangat menginspirasi. karena kejujuran jaman sekarang ibarat binatang langka
    jarwadi´s last blog post ..Ke Baturaden Purwokerto

Leave a Reply

CommentLuv badge