Kehilangan Barang Berharga

May 2nd, 2013 by imadewira Leave a reply »

Anggaplah ini lanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentan “Menemukan Barang Berharga” karena memang masih ada kaitannya. Kali ini tentang apa harapan kita ketika kita kehilangan benda yang berharga, khususnya benda yang sebenarnya tidak berharga bagi orang lain. Umumnya benda itu adalah dompet yang berisi kartu identitas seperti KTP dan SIM, juga biasanya STNK dan kartu ATM. Nah, apakah anda pernah kehilangan dompet?

Saya pernah kehilangan dompet beberapa kali. Yang pertama ketika mengantar kakek saya ke dokter. Ketika mengantri di dokter itulah dompet saya terjatuh. Saya tidak sadar sampai tiba di rumah. Untunglah ketika itu ada orang yang baik hati mengembalikan kepada saya. Saya lupa bagaimana dia menghubungi saya, yang jelas saya sendiri yang datang ke rumah orang itu di Denpasar. Saya pun memberikan uang 50 ribu rupiah (waktu itu sekitar tahun 2003) dan mengucapkan terima kasih. Namun uang di dompet saya sudah tidak ada dan orang itu mengaku menemukan dompet saya yang memang tidak berisi uang. Tentu saja saya tidak mempermasalahkan uang di dalam dompet itu, yang terpenting saya mendapatkan kembali dompet saya.

Kejadian kedua kehilangan dompet di perjalanan, untung juga ada orang baik hati yang menelepon ke rumah. Dia menemukan nomor telepon rumah saya setelah menanyakan ke telkom dengan menanyakan nama saya. Walaupun sebenarnya telepon rumah saya atas nama kakak saya, untungnya nama kakak saya mirip dengan nama saya. Saya pun mendapatkan kembali dompet saya tersebut.

Kejadian lain adalah beberapa bulan lalu ketika istri saya yang kehilangan dompet. Jatuhnya di jalan raya tidak jauh dari rumah saya karena istri saya baru pulang dari pasar. Sayangnya kali ini walaupun sudah “mengumumkan” berkali-kali di media jejaring sosial tapi kami tidak berhasil mendapatkan dompet itu kembali. Padahal sebenarnya kalau ada orang yang menemukan, dia pasti dengan mudah menemukan alamat kami.┬áSetelah kehilangan itu, dampaknya tentu sangat merepotkan karena istri saya harus mengurus beberapa hal seperti mencari KTP baru, SIM A dan SIM C, juga saya harus mengurus STNK, memblokir kartu ATM dan mengurusnya kembali.

Jadi, ketika kehilangan barang berharga seperti dompet, saya yakin siapapun yang mengalaminya pasti sangat berharap untuk bisa mendapatkannya kembali karena kita yakin isi dompet (kecuali uang) mungkin tidak berharga bagi orang lain. Tapi kalau kehilangan barang seperti uang, handphone atau barang lainnya, apakah semua orang akan mengembalikan?

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

2 comments

  1. DV says:

    Kehilangan dompet beebrapa kali juga,. Bli! Pertama tahun 1998! Waktu itu dompet baru dibeliin pacar, lom sampe tiga bulan ilang gara2 pas lagi nyetir mobil, turunnya ga sadar dompetnya jatuh karena kumasukkan ke saku celana belakang tapi bukan jeans sehingga licin dan dompetku lolos ke bawah.

    Yang terakhir (semoga jadi yang terakhir) sekitar empat tahun lalu pas awal2 pindah Sydney, dompet jatuh di bus karena aku kan tinggi, kalo duduk di bis suka kutekuk badanku jadi enak buat tidur. Nah rupanya pas nekuk punggung itu dompetku jatuh.
    DV´s last blog post ..Hikayat Tattoo (12), gempa!

    • imadewira says:

      @DV : Saya sekarang untuk menghindari terjatuh dari kantong celana belakang, saya selalu berusaha untuk mengingat untuk mengancing kantongnya, kebetulan celana panjang yang biasa saya pakai bekerja memang ada kancingnya.

Leave a Reply

CommentLuv badge