Kecewa Pelayanan XL, Beralih Ke Simpati

Setelah berganti ponsel dari BlackBerry Javelin dengan Sony Ericsson Xperia Ray, saya juga berganti nomor ponsel dari sebelumnya menggunakan XL dan sekarang menggunakan produk Telkomsel yaitu kartu Simpati. Sebenarnya saya tidak merencanakan untuk mengganti nomor ponsel ini walaupun sejak setahun terakhir ada keinginan untuk mencoba operator lain.

Namun niat untuk mencoba operator lain selalu saya urungkan karena berganti nomor ponsel itu memang agak susah. Banyak hal yang perlu kita lakukan jika berganti nomor ponsel, maklumlah saat ini nomor ponsel masih menjadi alat komunikasi yang utama bagi saya. Makanya setelah berganti nomor ponsel saya harus menginformasikannya kepada beberapa orang seperti teman-teman di kantor, kerabat dan beberapa teman yang dirasa cukup penting untuk mengetahui nomor ponsel yang baru. Saya juga perlu menginformasikan nomor ponsel saya yang baru kepada pihak lain seperti kampus dimana saya ikut mengajar sebagai dosen luar karena mereka biasanya menghubungi saya via telepon.

Tapi kini dengan berat hati saya terpaksa mengganti nomor ponsel dari sebelumnya menggunakan operator XL dan kini menggunakan Simpati (Telkomsel). Ada beberapa alasan mengapa saya memutuskan dan memberanikan diri untuk berganti nomor ponsel lalu menggunakan Simpati.

Alasan pertama adalah karena saya seringkali kecewa dengan sinyal internet XL. Seringkali koneksi internet ngadat di beberapa tempat seperti Rumah Sakit BaliMed, di rumah mertua saya dan beberapa tempat lain. Makanya sejak beberapa waktu terakhir saya ingin mencoba menggunakan provider lain yang mungkin bisa lebih bagus.

Alasan kedua dan ini yang membuat saya benar-benar ingin mengganti kartu, yaitu saya kecewa dengan pelayanan di kantor XL jalan Sunset Road, Kuta. Ceritanya berawal dari kerusakan sim card saya pada hari Senin tanggal 13 Februari 2012 malam. Tiba-tiba ponsel saya tidak bisa digunakan karena sim card error. Awalnya saya mengira ponsel baru saya yang rusak atau error. Tapi ketika saya coba tukarkan dengan ponsel istri, ternyata memang sim card saya yang rusak.

Keesokan harinya yaitu hari Selasa saya mencari informasi mengenai jam buka kantor XL yang di Sunset Road dan menemukan hari Senin-Jumat mereka buka hingga pukul 20.00, saya lalu kesana dan tiba pukul 16.15. Baru sampai di parkir saya diberitahu oleh Satpam bahwa mereka sudah tutup. Katanya karena sedang renovasi maka jam buka mereka hanya sampai pukul 17.00. Lalu saya katakan bahwa saat itu masih pukul 16.15. Satpam menjelaskan lagi karena antrian cukup panjang maka mereka tutup sejam lebih awal yaitu pukul 16.00 untuk menyediakan waktu untuk melayani antrian.

Dengan kecewa saya lalu pulang. Lalu keesokan harinya saya terpaksa pulang lebih awal agar bisa datang ke kantor XL untuk mengurus pergantian sim card saya. Hari Rabu, saya tiba disana pukul 12.30 dan saya yakin kali ini saya akan berhasil. Tapi ketika sampai di parkir, Satpam yang kemarin saya temui tersenyum dan mengatakan hari itu mereka sedang offline. Saya benar-benar kecewa dan tetap mencoba masuk untuk mencari petugas CS.

Saya kemudian bicara dengan petugas yang ada dan menjelaskan permasalahan, kronologis dan semua kekecewaan saya. Petugas itu berkali-kali minta maaf namun tidak bisa menghilangkan kekecewaan aja. Saya juga protes jam tutup mereka kemarinnya, harusnya di pengumuman buat aja jam tutupnya pukul 16.00, bukan pukul 17.00 karena percuma saja saya datang sebelum pukul 17.00 tapi tidak bisa dilayani.

Di akhir pembicaraan saya dengan petugas itu, giliran saya minta maaf dan berterima kasih karena telah mau mendengarkan semua ocehan saya. “Terima kasih mbak mau mendengarkan keluhan saya dan maaf karena mungkin bukan mbak yang seharusnya mendengarkan semua itu.”

Tapi, saya tidak mau datang kesana untuk ketiga kalinya. Saya berpikir mungkin inilah saatnya saya berpindah ke lain operator setelah sekian lama menjadi pelanggan XL. Sejak SMA tahun 2000 saya selalu menggunakan XL dan sudah 3 kali berganti nomor tapi dengan menggunakan XL. Selamat tinggal XL dan sekarang semoga saja Telkomsel bisa memberikan yang lebih baik untuk saya.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

11 thoughts on “Kecewa Pelayanan XL, Beralih Ke Simpati

  1. Beberapa waktu lalu saya juga ganti layanan operator dan berharap lebih baik eh.. ternyata sama aja…

    Satu hal Bli, yang namanya jasa, tak akan ada yang menang melawan nafsu kepuasan kita :)

  2. saya sebenarnya merasa cukup puas dengan telkomsel terkait koneksi internet dibanding operator lain yang tersedia di desa saya, tapi akhir akhir ini saya merasa kecewa karena sinyal 3g nya empot empotan :(

    tapi juga belum ada pilihan lain yang layak :(

  3. Semenjak mempunyai nomer panggil HP, XL sudah menemani. Namun ada juga nomer sekunder (primernya tetap XL), dan semua provider dan produknya sudah saya coba. Semua gak cocok. Akhirnya ketemu kartu As nya sule yang cocok dengan kebutuhan ku.
    Awalnya 2 nomer itu masuk dalam HP sendiri-sendiri namun semanjak ada yang samsung dual sim card, langsung saya menggunakan nya.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *