Kangen Ingin Nonton Joged Bumbung

August 31st, 2010 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

Tiba-tiba saja kepikiran dan kangen nonton salah satu tarian hiburan tradisional yaitu Joged Bumbung. Jaman ketika saya masih kecil hingga SMP, Joged Bumbung masih sering digelar karena banyak masyarakat yang “ngupah joged”. Mungkin saat itu hiburan seperti acara di televisi, internet dan lainnya masih jarang. Jadi acara Joged Bumbung seperti itu masih menarik minat masyarakat. Tetapi jaman sekarang sudah jarang sekali, bahkan dianggap sudah kuno.

Saya sendiri ingat terakhir kali menonton Joged Bumbung 3 tahun yang lalu. Itupun karena ada temen yang menikah dan memang berjanji akan “ngupah joged” setelah acara pernikahannya. Berikut ini beberapa foto-fotonya.

penari joged bumbung yang pertama keluar

pengibing pertama, mempelai pria

pengibing kedua, ayah mempelai, hehe

pengibing selanjutnya beraksi

Dalam tarian Joged Bumbung ada beberapa orang penari yang akan keluar menari secara bergiliran, biasanya sekitar 3-5 penari joged. Setiap penari itu nanti penonton akan dipersilahkan untuk ikut menari (ngibing) tetapi secara bergantian. Biasanya panitia akan mengatur dan mencatat siapa yang mendaftar untuk “ngibing”. Tapi kadang penari joged sendiri memilih siapa yang ngibing.

Setiap orang yang “ngibing” biasanya akan dipakaikan selendang oleh penari joged sebelum mulai “ngibing”. Keunikan tarian penari joged dan “pengibing” inilah yang menarik penonton. Tapi sayangnya sempat ada beberapa kelompok Joged Bumbung yang menggunakan gerakan erotis untuk menarik penonton sehingga menjatuhkan nama Joged Bumbung itu sendiri.

btw, tumben ini tulisan saya pakai foto :-)

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

18 comments

  1. Cahya says:

    He he pingin nonton atau pingin ngibing, curiga nih, :D

  2. agus lenyot says:

    hahaha, sejak di denpasar, nonton joged hanya di pkb alias setahun sekali..

    nonton joged biasanya sambil maek kocokan atau bola adil.. hahahah
    agus lenyot´s last blog post ..Ini Soal Keganjenan Berbahasa

  3. PanDe Baik says:

    Biasanya kalo ada yang ini, saya langsung kabur jauh”… gak bisa ngibing siy…
    PanDe Baik´s last blog post ..Jangan sepelekan Gigitan AnJing

  4. panDe Baik says:

    ngomong”beberapa hari terakhir isu joged porno menyeruak kembali di media cetak… saya bertanya”… apakah isu itu merebak pasca tulisan ini dipublish ya ? hihihi…
    panDe Baik´s last blog post ..Gegap Gempita Gerak Jalan Margarana 2010

  5. beni says:

    itu pke nyawer kya dandut jg ga mas ?
    beni´s last blog post ..Bahaya Radiasi Handphone

  6. suryati says:

    saya juga penari joged,, tpi saya tidak pernah menarikan tarian joged dengan aksi porno,,, krna itu akan membuat nama diri sendri jelek,,, aksi porno di pakek semata2 hnya ingin menarik penonton,, apa lagi laki2 yg nakal psti nya dia suka sklai dengan yang porno2,,, menurut saya aksi porno itu tdk baek, psti akan ada celaan dari masyarakat laen na,,,, dan mengakibat kn tarian joged itu punah,,,

  7. Afif says:

    wah, terakhir saya nonton joged bumbung waktu masih SMP.
    ketika itu, di Buleleng, lagi rame-ramenya joged bumbung tapi rada erotis, tetapi tidak dilaksanakan dalam upacara adat, hanya diadakan di acara Tongedan atau Pasar Malam. terakhir saya pulkam ke Buleleng, Tongedan sudah tidak ‘diramaikan’ lagi oleh joged bumbung erotis, pun joged bumbung ASLI tidak pernah ditampilkan lagi, tersingkir oleh dangdut koplo :(
    Afif´s last blog post ..Hanya Ucapan Terimakasih Untukmu

Leave a Reply

CommentLuv badge