Kangen Ingin Nonton Joged Bumbung

Tiba-tiba saja kepikiran dan kangen nonton salah satu tarian hiburan tradisional yaitu Joged Bumbung. Jaman ketika saya masih kecil hingga SMP, Joged Bumbung masih sering digelar karena banyak masyarakat yang “ngupah joged”. Mungkin saat itu hiburan seperti acara di televisi, internet dan lainnya masih jarang. Jadi acara Joged Bumbung seperti itu masih menarik minat masyarakat. Tetapi jaman sekarang sudah jarang sekali, bahkan dianggap sudah kuno.

Saya sendiri ingat terakhir kali menonton Joged Bumbung 3 tahun yang lalu. Itupun karena ada temen yang menikah dan memang berjanji akan “ngupah joged” setelah acara pernikahannya. Berikut ini beberapa foto-fotonya.

penari joged bumbung yang pertama keluar

pengibing pertama, mempelai pria

pengibing kedua, ayah mempelai, hehe

pengibing selanjutnya beraksi

Dalam tarian Joged Bumbung ada beberapa orang penari yang akan keluar menari secara bergiliran, biasanya sekitar 3-5 penari joged. Setiap penari itu nanti penonton akan dipersilahkan untuk ikut menari (ngibing) tetapi secara bergantian. Biasanya panitia akan mengatur dan mencatat siapa yang mendaftar untuk “ngibing”. Tapi kadang penari joged sendiri memilih siapa yang ngibing.

Setiap orang yang “ngibing” biasanya akan dipakaikan selendang oleh penari joged sebelum mulai “ngibing”. Keunikan tarian penari joged dan “pengibing” inilah yang menarik penonton. Tapi sayangnya sempat ada beberapa kelompok Joged Bumbung yang menggunakan gerakan erotis untuk menarik penonton sehingga menjatuhkan nama Joged Bumbung itu sendiri.

btw, tumben ini tulisan saya pakai foto :-)

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

18 thoughts on “Kangen Ingin Nonton Joged Bumbung

  1. saya juga penari joged,, tpi saya tidak pernah menarikan tarian joged dengan aksi porno,,, krna itu akan membuat nama diri sendri jelek,,, aksi porno di pakek semata2 hnya ingin menarik penonton,, apa lagi laki2 yg nakal psti nya dia suka sklai dengan yang porno2,,, menurut saya aksi porno itu tdk baek, psti akan ada celaan dari masyarakat laen na,,,, dan mengakibat kn tarian joged itu punah,,,

  2. wah, terakhir saya nonton joged bumbung waktu masih SMP.
    ketika itu, di Buleleng, lagi rame-ramenya joged bumbung tapi rada erotis, tetapi tidak dilaksanakan dalam upacara adat, hanya diadakan di acara Tongedan atau Pasar Malam. terakhir saya pulkam ke Buleleng, Tongedan sudah tidak ‘diramaikan’ lagi oleh joged bumbung erotis, pun joged bumbung ASLI tidak pernah ditampilkan lagi, tersingkir oleh dangdut koplo :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *