Jejaring Sosial : Friendster vs Facebook vs Twitter

Situs jejaring sosial yang pertama kali saya ikuti adalah Friendster. Saat itu saya masih kuliah di Surabaya, kemudian salah seorang teman SMA yang kuliah di lain kota menanyakan apakah saya memiliki FS. Saya agak bingung apa itu FS, ternyata maksudnya adalah Friendster yang lebih ngetrend disebut FS pada waktu itu.

Tak lama kemudian saya pun mulai aktif di Friendster, begitu pula hampir sebagian besar teman-teman yang lain. Ketika saya sudah semester atas, ketika saya pulang ke Bali, saya bertemu dengan seorang kakak sepupu yang bekerja sebagai Manajer di sebuah hotel bintang lima. Ketika ngobrol saya pun menanyakan account FS-nya, saya cukup yakin di pasti punya.

Dan ketika itu dia mengatakan kepada saya bahwa Friendster itu “childish“, dia mengatakan bahwa dirinya hanya aktif di Facebook yang ketika itu menurutnya lebih elegan dan “dewasa”. Jujur, ketika itu saya belum tertarik dengan Facebook, apalagi saat itu masih sangat jarang teman saya yang aktif di Facebook.

Beberapa tahun kemudian, saya lupa tepatnya tahun berapa yang jelas saat itu saya sudah lulus kuliah dan kembali tinggal di Bali. Kalau tidak salah ketika itu presiden Amerika Barrack Obama berhasil memenangkan pemilu berkat “bantuan” Facebook. Berita itu di Indonesia sangat ramai, apalagi Barrack Obama memiliki sejarah masa kecil di Indonesia. Sejak saat itulah Facebook semakin populer di Indonesia.

Teman-teman saya pun mulai banyak beralih ke Facebook dan tentu saja saya ikut di dalamnya. Facebook semakin populer dan jumlah penggunanya semakin meningkat tajam, khususnya di Indonesia. Di tambah lagi dengan promosi berbagai perangkat seluler seperti handphone yang bisa digunakan untuk “bermain” Facebook.

Di tengah masa jayanya, Facebook sempat menuai pro dan kontra, tentu saja dengan banyaknya pengguna, Facebook seperti pedang bermata dua yang dapat melukai atau bermanfaat. Selain itu, pengguna Facebook pun bermacam-macam mulai dari anak SD hingga orang tua. Bahkan mereka yang tidak mengenal komputer dan sedikit bisa menggunakan handphone ikut tergabung di Facebook.

Kondisi inilah yang menyebabkan Facebook semakin penuh, sikap pengguna yang kurang dewasa menyebabkan banyak orang yang mulai beralih dari Facebook. Karena banyak yang menggunakan Facebook hanya untuk caci maki, menjelekkan orang lain, mengeluh atau bahkan hal-hal yang melanggar hukum.

Kini, Facebook yang dulu dianggap “dewasa” pun mulai ditinggalkan. Termasuk oleh kakak sepupu saya yang dulu membanggakan Facebook. Kini Facebook dianggap sama saja seperti Friendster. Dan bukan tidak mungkin akan ikut bernasib sama seperti Friendster.

Di tengah kebosanan banyak orang terhadap Facebook, mereka mulai beralih ke jejaring sosial lain. Salah satunya adalah Twitter, yang menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding Facebook. Twitter memang sebenarnya tidak bisa dibandingkan dengan Facebook karena konsepnya yang memang berbeda. Tapi saya melihat secara perlahan banyak yang meninggalkan Facebook dan beralih ke Twitter.

Kita lihat dan tunggu saja, apakah Facebook akan bernasib seperti Friendster yang dianggap “kekanak-kanakan” dan kampungan? Apakah Twitter akan mampu mengungguli Facebook?

Lalu, bagaimana dengan blog?

Catatan:

Tulisan saya ini hanyalah opini dan tidak didukung oleh data dan fakta yang kuat, mohon koreksi apabila ada yang tidak sesuai.

Baca Juga:

I Gusti Agung Made Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

29 thoughts on “Jejaring Sosial : Friendster vs Facebook vs Twitter

  1. saya termasuk orang yang sama seperti kakak sepupunya mas, main FS sebentar banget terus langsung beralih ke FB, dan bilang kalau FS itu buat anak sekolahan :D sekarang juga saya mulai pasif di FB, cuma sekali2 akses saja karena sudah mulai bosan. tapi kalau blog menurut saya adalah media yang bisa bertahan paling lama

  2. Kalau aku FB cuman sebagai seneng-senengan aja (gak ada yang serius meski pertemanannya sangat serius). Twitter hanya untuk punya-punyaan (meski gak pernah update status blasss). Frienster, :roll:dari dulu gak punya. Koprol, Mig, Buzz, dll hanya untuk punya2 an akun nya doang
    Kalau blog, meski sudah jarang bisa update secara kontinyu tapi selalu ada kerinduan yang mengebu apabila lama ditinggalkan.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. fb masih tetep berlaku..msh cukup seru..apalagi tag fotonya hbis rame2…tapi akan sangat menyebalkan klo di-tag foto yg gak ada hubungannya dengan kita..

  4. Saya justru mengenal blog lebih dulu daripada friendster. Sekitar tahun 2004 saya sudah punya blog walaupun isinya statis dan ndak pernah update.
    Setelah itu baru kenal friendster, dan mulai aktif nulis di blog friendster. Tahun 2008 saya kenal facebook dari mahasiswa-mahasiswa Norway di tempat saya kerja waktu itu.
    Twitter? Saya ndak punya dan sampai sekarang saya ndak tertarik untuk twitting. :)

  5. Friendster itu juga berjasa mempertemukan saya dengan calon pacar waktu itu lho :lol:

    Kalau facebook mempertemukan saya dengan teman-teman jadulers yang udah nggak ketahuan rimbanya.. :D

    Kalo twitter mempertemukan saya dengan banyak orang cerdas dengan pikiran yang berwarna-warni..

    Kalau nanti ada jejaring sosial yang lain lagi kira-kira akan mempertemukan saya dengan siapa lagi ya? hmmm… :)

  6. Friendster sempat saya coba dan gak perlu waktu lama, langsung saya hapus.
    Fesbuk, ikutan join pas Anton promosi Obama di Milinglist, keasyikan sampe sekarang.
    Twitter, join gara”ingin tau, tapi blom menemukan keasyikannya.
    Sejauh ini saya masih betah di Fesbuk, gara”ada beberapa aktifitas yang bisa dijalankan dengan baik dibanding FS dan Twitt. Barangkali karena ada fasilitas Notes, Aplikasi dan tentu saja Tag.

    Tapi ngomong”, tumben nulisnya panjang Wir ? biasanya saya lihat 3-4 paragraf pendek. hehehe…

  7. Kalau saya masih betah di FB, Tweeter punya tapi ngga aktif, saya aktif juga di Tubely dan Netlog, asik juga sih banyak teman di mancanagara. di Netlog saya suka karena ada blognya juga, kira-kira sama dengan fasilitas notes di FB. yang paling menyenangkan dari semua itu tentu Blog, memiliki blog serasa memiliki majalah pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *