Jejaring Sosial, Antara Kesenangan, Kebutuhan dan Kecocokan

Social media atau kita sebut saja jejaring sosial sudah begitu terkenal di masyarakat saat ini. Bukan hanya mereka yang mengenal komputer yang menjadi pengakses dan pengguna jejaring sosial, tapi hanya dengan memiliki sebuah ponsel yang terhubung dengan internet, semua orang kini bisa ikut eksis di jejaring sosial. Kalau dulu yang mengakses internet mungkin sebatas yang memiliki dan mampu mengoperasikan komputer. Tapi sekarang anda tidak selalu butuh komputer.

Jejaring sosial yang ada pun tidak hanya satu, sebut saja Facebook dan Twitter yang masing-masing memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri. Belakangan saya pun tidak setuju kalau dikatakan semenjak Twitter makin terkenal, maka semua pengguna Facebook akan hijrah kesana. Karena ternyata walaupun sudah aktif di Twitter, kita masih juga aktif di Facebook. Ini karena ada beberapa hal yang lebih asik dilakukan di Twitter namun ada yang lebih cocok di share di Facebook.

Pada mulanya mungkin hampir semua orang yang bergabung di jejaring sosial macam Facebook hanya untuk bersenang-senang, untuk eksis dan tetap terhubungan dengan orang-orang yang dikenal, bahkan yang tidak dikenal juga. Intinya, semua untuk bersosialisasi. Dan belakangan beberapa orang mungkin merasakan bahwa Facebook sudah menjadi semacam kebutuhan. Entah kebutuhan untuk eksis itu tadi atau yang mungkin berhubungan dengan bisnis.

Anda berada dimana, sebatas kesenangan atau sudah menjadi kebutuhan?

Dari sekian jejaring sosial yang ada, ternyata tidak semua orang menyenangi dan aktif di jejaring sosial tersebut. Beberapa orang yang saya kenal sebagai contohnya. Bandingkan saja antara Facebook dan Twitter. Sebagian besar orang-orang tersebut yang memiliki ponsel pintar macam Android dan BlackBerry memiliki akun di Facebook dan Twitter. Tapi belakangan sudah terlihat mereka lebih cenderung kemana. Aktif di salah satu saja atau bisa aktif di keduanya. Ada yang akhirnya memilih aktif di Facebook saja walaupun akun Twitternya masih ada. Ada juga yang malah keasikan di Twitter dan sesekali terlihat seperti RT-Abuser. Ada juga yang aktif di keduanya.

Ya, begitulah perkembangan internet saat ini dimana mungkin jejaring sosial memiliki porsi yang cukup tinggi. Tidak terbayang jika jejaring sosial belum muncul, apakah pengguna internet sudah sebanyak ini.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

6 thoughts on “Jejaring Sosial, Antara Kesenangan, Kebutuhan dan Kecocokan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *