Jangan Memperparah Konflik

November 3rd, 2012 by imadewira Leave a reply »

Salah satu berita terhangat yang menjadi perhatian orang-orang di Bali saat ini adalah konflik yang terjadi di Lampung Selatan. Jujur saja saya sendiri tidak mengetahui persis bagaimana informasi yang benar tentang awal mula terjadinya konflik tersebut yang sampai membuat belasan nyawa melayang sia-sia. Informasi di media pun tidak saya ikuti dengan baik, hanya baru ketika semakin banyak teman-teman yang membuat status di akun jejaring sosial mereka, barulah saya mencoba mencari beritanya di media di internet.

Yang ingin saya komentari sekarang adalah beberapa kawan di internet melalui akun jejaring sosial mereka seperti menebar kebencian terhadap kelompok tertentu yang terlibat dalam konflik tersebut. Saya juga tidak tahu pasti mana berita yang benar. Tapi informasi yang beredar di sebagian teman-teman di Bali bahwa orang (asal) Bali yang berada di daerah konflik tersebut menjadi korban hingga ada yang meninggal. Rasa sebagai sesama orang Bali itulah mungkin yang disinggung sehingga saya melihat banyak yang ikut marah dengan konflik tersebut.

Di tengah ketidakpastian informasi, menurut saya lebih baik kita jangan cepat terbakar emosi. Apalagi belum pasti konflik yang terjadi disana adalah dilatarbelakangi oleh masalah suku ataupun agama. Jadi rasanya tidak logis kalau kita membela satu pihak dan membenci hingga menaruh dendam pada yang lainnya. Siapapun atau kelompok mana pun tidak dibenarkan melakukan kekerasan pada orang lain.

Saya bukannya tidak bersimpati kepada para korban konflik di Lampung Selatan. Tapi jangan hanya karena korban konflik merupakan orang yang seagama / sesuku maka kita begitu membela dan membenci kelompok yang berbeda agama / suku. Bukankah kita semua orang Indonesia? Saya bukannya sok bijak, ini hanya pemikiran berdasarkan logika saya. Bukankah kita membenci teroris yang menyengsarakan saudara senegaranya sendiri karena membela orang di luar sana yang seagama dengan mereka. Lalu jika kita lalu menebar benci dan dendam pada mereka yang “berbeda” dalam sebuah konflik di Lampung Selatan, bijakkah itu?

Dan sekali lagi, konflik yang terjadi disana belum tentu dilatarbelakangi oleh masalah suku / agama. Jangan sampai kita malah memperparah konflik yang ada hingga menjadi menyangkut ke soal sensitif seperti agama dan suku. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?

Yang paling sederhana mungkin adalah doa. Berdoa saja semoga konflik segera mereda dan mereka segara damai. Dan jika ada kemauan mungkin kita bisa mengirimkan bantuan kepada pengungsi dan korban konflik. Tapi ingat, jangan masih memikirkan agama atau pun suku. Karena saya yakin kalau ditanya dari lubuk hati kedua pihak yang terlibat konflik pasti menjawab mereka pun tidak ingin berkonflik apalagi sampai jatuh korban jiwa. Konflik hanya mendatangkan sengsara bagi semuanya.

Dan terakhir, yang harus disalahkan dengan adanya konflik tersebut menurut saya adalah pemerintah khususnya aparat keamanan disana. Mereka telah gagal menjamin keamanan disana, mereka gagal mencegah terjadinya bentrokan. Sekarang semua sudah terjadi, semoga saja pemerintah bisa menyelesaikan konflik tersebut. Mereka HARUS mampu menciptakan kedamaian dan keadilan bagi kedua pihak yang terlibat konflik.

Ini hanyalah pendapat saya. Tidak tahu bagaimana rasanya jika menjadi korban konflik seperti itu. Semoga saja para korban diberikan ketabahan. Damai untuk semuanya..

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

4 comments

  1. Sige says:

    bila mendengar salah seorang korban saudara kita orang Bali dengan kepala dipenggal, tngan dipotong dan di biarkan di tengah jalan apakah tidak membuat kita kisruh di Bali?

    • imadewira says:

      @Sige : pasti marah dan panas lah.. Tidak peduli itu orang Bali atau bukan, kalau memang benar ada pembunuhan seperti itu maka perasaan kita pasti sedih dan kacau. Tapi kemarahan, emosi, dendam tidak akan mebawa kebaikan. Bagi kita yang masih bisa mengontrol perasaan, sebaiknya sabar, berdoa dan membantu sebisa mungkin. Itu pendapat saya.

  2. DV says:

    Bli, dimana ada dua kelompok saling baku lawan, kalau itu terjadi di sebuah negara, maka yang harus disalahkan adalah pemerintahnya kenapa hal itu bisa terjadi.

    So, pendapatmu benar, ini soal negara!
    DV´s last blog post ..Masa lalu tentang perasaan, masa depan tentang pemikiran. Benarkah?

Leave a Reply

CommentLuv badge