Jalan Panjang Untuk Adiknya Nindi (1)

Tanggal 20 Oktober 2015 menjadi salah satu hari yang perlu dicatat dalam kehidupan saya. Pada hari itu saya akhirnya menjalani operasi varikokel di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya. Sebenarnya ceritanya cukup panjang hingga akhirnya saya menjalani operasi varikokel ini, tapi saya akan mencoba membuatnya secara singkat disini.

Dimulai dari kelahiran anak pertama kami, Nindi, tahun 2010, saya dan istri sepakat untuk menjaga jarak kelahiran dengan anak kedua. Jadi kami tidak buru-buru merencanakan kehamilan lagi. Untuk menunda kehamilan yang kedua, kami tidak menggunakan suntikan ataupun pil, hanya dengan alat kontrasepsi alias kondom saja. Saya pikir cukup aman dan kalaupun kebobolan rasanya tidak terlalu masalah karena baru memiliki satu anak. Selama kurang lebih 3 tahun kami menggunakan cara itu. Hingga akhirnya kami merasa jarak sudah cukup aman dan tiba waktunya merencanakan anak kedua.

Karena anak pertama kami perempuan, tentu saja kami ingin anak yang kedua laki-laki. Sekitar awal tahun 2013 saya dan istri mencoba ke dokter kandungan (yang praktek di apotik tempat istri saya bekerja sebagai apoteker, bukan di dokter kandungan yang menangani anak pertama saya) dan mencoba konsultasi untuk program anak kedua. Kami pun disarankan beberapa cara serta tips untuk memperbesar peluang anak kedua nantinya laki-laki. Sekitar 3-4 bulan mencoba, istri saya belum hamil.

Karena belum ada hasil, dokter kandungan tersebut menyarankan agar saya cek sperma. Kebetulan di tempat istri saya bekerja itu juga ada lab, jadi kami diberikan surat pengantar. Singkat cerita, hasil tes sperma kami bawa lagi ke dokter kandungan itu, dan hasilnya semua normal. Kami pun mencoba melanjutkan program beberapa bulan lagi dan belum berhasil juga.

Sekitar bulan Oktober 2013 (saya lupa tepatnya bulan apa), kami memutuskan untuk coba konsultasi ke dokter yang menangani kehamilan anak pertama kami. Saat kontrol kedua kalinya, istri saya diperiksa dan ditemukan ada benjolan (kalau tidak salah namanya polip). Benjolan itu kalau tersentuh langsung berdarah, dan memang seringkali istri saya mengaku ada bercak darah setelah berhubungan. Dokter mengatakan, ada kemungkinan itu menjadi penyebab sulit hamil, dan kalaupun bisa hamil tetap saja benjolan itu cukup berbahaya. Saran dokter, istri saya harus dikuret.

Kami cukup syok, khususnya istri saya, apalagi membayangkan proses kuret itu seperti apa. Beberapa hari kami berpikir, saya berhasil meyakinkan istri bahwa ini mungkin jalan terbaik yang bisa kami tempuh. Toh ini sudah atas saran dokter dan hasil pemeriksaan medis. Tanggal 20 Desember 2013 istri saya pun dikuret, proses kuretnya tidak lama, kalau tidak salah hanya sekitar 10 menit. Istri saya dibius total, jadi setelah dikuret istri saya perlu beberapa jam untuk sadar penuh. Setelah dikuret, istri saya diijinkan pulang, tapi dirumah harus istirahat beberapa hari karena kondisi setelah dikuret itu mirip seperti setelah melahirkan anak secara normal.

Singkat cerita, perjuangan cukup berat bagi istri saya pun terlewati. Dokter menyampaikan bahwa sebaiknya kami tidak berhubungan badan dulu sekitar 3 bulan, sampai kondisi istri saya benar-benar siap. Bulan Februari 2014, setelah dokter menyampaikan boleh, kami pun program hamil lagi. Tapi ternyata beberapa bulan belum ada hasil juga. Dan kebetulan istri saya mendapat fasilitas vaksin kanker serviks gratis dari kantornya dimana konon saat mendapat vaksin itu istri saya tidak boleh hamil dulu. Proses vaksin itu berjalan kalau tidak salah sekitar 8 bulan. Jadi ya kami kembali lagi menggunakan kondom.

Bersambung ke : Jalan Panjang Untuk Adiknya Nindi (2)

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

2 thoughts to “Jalan Panjang Untuk Adiknya Nindi (1)”

  1. Pak Made , Tiyang Dari Gianyar , Saya mempunyai permasalah yg sama juga , Pak made tau nomor telp dok. GWK ?
    Saya jagi ingin konsultasi sareng beliau
    Mohon Informasinya
    suksma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *