Ingin Menang? Harus Siap Kalah

Seperti kita ketahui, Timnas Indonesia kalah dengan cukup telak di kandang Malaysia dengan skor 3-0. Walaupun cukup menyakitkan mari sedikit kita bahas kekalahan telak tersebut. Setidaknya kita harus menghadapi kenyataan karena bagaimana pun juga kekalahan itu sudah terjadi dan tidak ada yang perlu disesali.

Setelah tampil impresif di babak penyisihan grup dan semifinal, Timnas Indonesia harus menelan kekalahan telak 3-0. Terasa menyakitkan? Tentu saja. Apalagi dikalahkan Malaysia yang notabene negara tetangga yang selama ini sering berkonflik dengan kita, Indonesia. Apalagi di babak penyisihan Malaysia sempat kita ganyang dengan skor telak juga, 5-1.

Main di Kandang Lawan

Tapi ingat, segala kemenangan Timnas tersebut terjadi di kandang kita, Indonesia, termasuk kemenangan telak atas Malaysia. Lalu ketika kita bermain di kandang lawan yaitu Malaysia, Timnas tidak kuasa menahan serangan Malaysia, khususnya serangan dari supporter. Intimidasi oleh supporter memang cukup keras, khususnya serangan sinar laser. Tapi kita harus akui kekalahan Indonesia bukanlah karena sinar laser tersebut.

Kita harus akui dalam leg pertama di Malaysia, musuh bermain lebih baik, khususnya di babak kedua. Sedangkan pertahanan Indonesia malah sekian kali melakukan blunder. Pemain Malaysia dengan leluasa menggiring bola ke kotak pinalti. Sepertinya pemain kita sangat tertekan hingga tidak mampi menampilkan permainan terbaik. Jadi faktor bermain di kandang lawan sangat berpengaruh atas kekalahan Indonesia.

Tetap Dukung Indonesia

Sekali lagi, yang terjadi biarlah terjadi. Kita tidak perlu lagi mencari-cari alasan atas kekalahan tersebut. Supporter Malaysia mungkin memang curang dan tidak fair, tapi kalau menurut saya itu bukanlah penyebab kekalahan. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah dengan tetap mendukung Timnas Indonesia. Para pemain sangat membutuhkan support untuk tampil lebih baik di leg kedua. Kita juga harus menunjukkan pada dunia bahwa rakyat dan pendukung Indonesia lebih baik dari Malaysia.

Kita tidak harus membalas sikap supporter Malaysia yang kita anggap curang. Sehingga apapun hasil final leg kedua nanti, kita bisa pulang dengan kepala tegak. Begitu pula para pemain, saya yakin tidak ada sedikit pun niat mereka untuk tampil buruk. Saya percaya BePe dan kawan-kawan akan memberikan yang terbaik. Jadi mari tetap dukung Timnas Indonesia, apapun hasilnya nanti.

Peluang Juara?

Kalau berbicara peluang juara piala AFF, tentu sangat tipis. Indonesia harus menang dengan margin lebih dari 3 gol. Sulit..? Tentu saja. Mungkin..? Tentu saja. Ingat, di babak penyisihan Indonesia juga pernah menang telak 5-1 atas musuh yang sama. Artinya peluang masih ada. Namun sebaiknya kita jangan terbuai atas hasil di babak penyisihan tersebut. Malaysia juga pasti sudah sangat siap agar bisa menahan Indonesia dan membawa trofi piala AFF ke Malaysia.

Kalau Indonesia Gagal?

Ingin menang? Kita harus siap kalah. Karena begitulah sebuah permainan, ada yang menang pasti ada yang kalah. Malaysia kini diatas angin, kita berdoa semoga saja mereka terbuai dan lengah. Namun dengan peluang yang begitu tipis saat ini, kita harus siap menerima apapun hasilnya nanti. Seandainya Indonesia gagal menjuarai piala AFF ini, itu bukanlah akhir dunia…

Banyak pelajaran dan makna yang bisa diambil dari kejuaraan ini. Setidaknya rakyat Indonesia sudah bangkit dan mendukung Timnas, jadi mari lanjutkan dukungan, bukan hanya nasionalisme sesaat atau ikut-ikutan. Timnas juga harus terus menatap ke depan, masih ada berbagai kejuaraan yang harus diikuti. Seperti pepatah, kegagalan adalah sukses yang tertunda..

Pesimis?

Bukan, ini bukan pesimis. Saya hanya bermaksud realistis dan melihat situasi dengan logika. Yang penting tetap semangat dan garuda tetap di dadaku..

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

16 thoughts to “Ingin Menang? Harus Siap Kalah”

    1. Alah, Malaysia kalah 5-1 itu ada laser ke wajah Sharbinee Alawee goalkeeper Malaysia, Malaysia gak heboh2 pun salahkan laser sptmn Markus!! Terus, di final di GBK, wajah Khairul Fahmi pun tetap disinari laser oleh Indonesia, tetap saja menang!!!

  1. Kekalahan kita di leg pertama bukan karena lawan bermain lebih baik. Mereka biasa-biasa saja, ndak ada yang istimewa. Kelas malaysia itu di bawah Indonesia dalam bidang sepakbola. Buktinya, sampai sekarang orang malaysia masih ndak percaya bisa menang lawan Indonesia.

    Tapi kita kalah karena Indonesia bermain buruk, terutama lini belakang. 2 gol lawan terjadi karena blunder pemain belakang yang kehilangan konsentrasi.

    Semoga kesalahan itu bisa diperbaiki, dan menang di Jakarta. Kalau gagal juara, tentu harus ada pertanggungjawabannya dari yang berkepentingan.

    1. @Agung Pushandaka,

      Iya, Malaysia memang bermain seperti biasa, artinya tidak lebih baik dari sebelumnya. Tapi mereka lebih percaya diri karena di kandang sendiri.

      Dan saya setuju bahwa permainan kita lah yang jauh menurun, mungkin karena gagal mengatasi tekanan.

  2. indonesia kalah, kalau dirunut akan diketahui ini semua gara2 15 menit yang kacau di malaysia, pemain kita mogok krn serangan laser

    katanya itu gara2 perintah nurdin halid pemain mogok

  3. namanya aja pertandingan ada yang kalah dan menang..jadi harus sportif menerima kekalahan dan kemenangan…
    tapi yang pake laser2an itu mestinya ditangkap…heheheee….

  4. Hai Bli,
    Selamat Tahun Baru ya.
    Yah… kecewa sekali sebenarnya karena selalu gagal di saat2 terakhir… tapi semoga ini jadi pelajaran agar semua pemain dan juga pengurus lebih serius dalam menghadapi pertandingan…
    Cintaku Untuk Garuda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *