Hikmah Perang Mangku Pastika vs Puspayoga

foto dari twitter @mpujayaprema

Mangku Pastika vs Puspayoga

Anda yang mengikuti atau suka membaca berita tentang situasi politik di Bali tentu tidak akan ketinggalan tentang berita terhangat belakangan ini yaitu tentang “perang” antara orang nomor satu di Bali alias Gubernur Bali vs wakilnya sendiri, Mangku Pastika vs Puspayoga. Saya tidak akan membahas detail lagi tentang bagaimana awal perselisihan mereka. Juga tentang siapa yang salah dan siapa yang benar dalam perselisihan tersebut.

Bagi saya yang merupakan penduduk di Provinsi Bali, ibaratnya Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali adalah pasangan ayah dan ibu dimana masyarakat adalah anak-anak mereka. Nah ketika ayah dan ibu bertengkar apalagi sampai berpisah dan cerai, kita tentu tahu siapa yang menjadi korban dari “perang” tersebut. Sudah pasti anak-anak alias masyarakat yang akan (atau mungkin sudah) menjadi korbannya.

Mereka yang dulu berpasangan dan bersatu padu berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bali kini malah bermusuhan di tengah jalan. Tanpa melihat siapa yang benar dan yang salah, yang jelas pasangan ini telah mengecewakan para pemilihnya dulu. Bahkan konon perselisihan antara Mangku Pastika vs Puspayoga ini sudah terjadi sejak cukup lama, namun berusaha ditutupi mungkin demi kebaikan masyarakat.

Namun saya sendiri secara pribadi sudah melihat gelagat ketidakharmonisan itu sejak beberapa waktu lalu. Ketika Gubernur Bali, Mangku Pastika berselisih dengan salah satu media terbesar di Bali, Bali Post. Ketika gencar perselisihan Mangku Pastika vs Bali Post tersebut, sudah pasti Mangku Pastika tidak akan pernah diberitakan sisi bagusnya. Namun di sisi lain, Wakil Gubernur Bali, Puspayoga tampaknya mendapat pemberitaan yang berkebalikan dengan Mangku Pastika. Di sini saya menyimpulkan, Puspayoga berada di pihak yang berseberangan dengan Mangku Pastika.

Dan sekarang sudah semakin jelas dan gamblang tentang apa yang sebenarnya terjadi. Gubernur Bali sudah tidak sejalan lagi dengan wakilnya. Perselisihan Mangku Pastika vs Puspayoga ini, sekali lagi jelas sangat merugikan semua pihak, khususnya masyarakat. Banyak yang mengeluhkan sikap para pemimpin di Bali ini yang malah sibuk bertengkar dimana mereka seharusnya sibuk mengurus rakyatnya.

Namun, semua kejadian pasti ada hikmahnya termasuk perselisihan antara Mangku Pastika vs Puspayoga ini. Setidaknya sekarang masyarakat menjadi tahu bagaimana tabiat asli kedua pemimpin mereka itu. Apalagi pada Pemilihan Gubernur (PilGub) Bali mendatang kedua orang ini konon akan maju lagi memperebutkan posisi sebagai Gubernur Bali. Tentunya mereka akan berpisah dan memiliki pasangan masing-masing.

Sekarang, seperti analogi saya di atas, sebagai “anak-anak” dari kedua orang tua yang akan bercerai, kita jangan sampai salah pilih. Mau pilih ikut “ayah” atau “ibu”, atau mungkin tidak keduanya dan memilih yang lain sebagai orang tua yang cocok.

Tambahan info, klik link berikut ini :

http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2012/11/13/pecah-kongsi-gubernur-dan-wakil-gubernur-bali.html

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

19 thoughts to “Hikmah Perang Mangku Pastika vs Puspayoga”

  1. Pasti sedih rasanya berselisih dengan pihak yang seharusnya bekerja sama dengan kita. Apalagi gubernur sekarang juga dihadapkan dengan penolakan masyarakat terkait hutan mangrove itu. Semoga semua masalah bisa diselesaikan dengan baik tanpa cekcok terbuka seperti ini.

  2. biarin saja mereka berantem. kita toh sudah tau pemimpin seperti apa mereka. ngurus masalah berdua saja tak beres gimana mau ngurus provinsi ini.

    mari dukung gendo saja sebagai gubernur bali tahun depan. pake jalur independen. :D

  3. Saya baru tahu kabar pecah kongsi ini, kayak Foke dan Priyanto di Jakarta beberapa waktu lalu.
    Tapi kalau bisa ya jangan sampai ada perceraian karena pasti itu menyakitkan.

  4. Bali siap2 pilgub 2013, Sulsel juga. Bedanya, di Sulsel Gubernur dan wakilnya kembali berpasangan, bedanya lagi Bali bersih dari spanduk dan baliho kampanye, Sulsel tidak.. Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.. Salam dari Makassar Bli.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *