Heran Penipuan Tes CPNS

Pagi ini saya menonton berita di salah satu televisi. Berita tentang kasus penipuan yang dialami beberapa orang oleh seorang oknum yang mengaku bisa meloloskan seseorang untuk menjadi CPNS. Mereka yang tertipu telah mengirimkan uang jutaan rupiah untuk bisa lolos tes CPNS.

Kita mungkin sudah terbiasa mendengar berita penipuan seperti ini, apalagi di masa-masa penerimaan CPNS seperti saat ini. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya heran yaitu :

  1. Mengapa masih ada yang tertipu untuk bisa lolos tes CPNS dengan membayar jutaan rupiah? Menurut saya, ini merupakan indikasi bahwa selama ini masih banyak CPNS yang lolos dengan membayar sejumlah uang tertentu.
  2. Jika ada yang berani membayar jutaan bahkan diatas 100 juta untuk menjadi CPNS, ini tandanya apa? Apakah mereka tidak merasa rugi? Bukankan lebih baik uang tersebut disimpan di deposito atau digunakan untuk membuka usaha?
  3. Uang 100 juta untuk menjadi CPNS bukanlah sedikit, apakah ini berarti mereka yakin bisa “kembali modal” setelah menjadi PNS nanti? Gaji berapa bulan harus dikumpulkan agar bisa terkumpul kembali “modal” 100 juta itu? Atau ada “cara lain” agar bisa mendapatkan modal tersebut?
  4. Dalam kasus penipuan itu, mereka yang tertipu mungkin memang disebut korban. Tetapi menurut saya mereka adalah contoh orang yang telah mencoba untuk lolos tes CPNS dengan cara yang tidak baik. Apakah tidak ada hukum yang mengatur hal ini?
  5. Menurut saya kok rasanya aneh untuk membela mereka yang tertipu tersebut. Menurut saya itu malah bagus karena bisa menjadi shock terapi untuk masyarakat yang coba-coba menyuap untuk lolos tes CPNS.

Entahlah, ini hanya opini saya pribadi. Saya bukannya bermaksud munafik dan menjadi orang yang sok suci, tapi saya masih tidak bisa mengerti, apa yang ada di benak mereka yang berani “nyogok” puluhan juta rupiah untuk lolos tes CPNS. Andaikan pun berhasil lolos tes CPNS dengan cara yang tidak baik tersebut, saya yakin setelah menjadi CPNS, mereka akan berusaha “kembali modal” dengan cara apapun.

Jadi, saran saya lebih baik ikut tes CPNS dengan cara yang jujur saja. Saya punya tips khusus untuk bisa lolos tes CPNS, kalau berminat silahkan klik link di bawah ini :

10 Tips Lulus Tes CPNS

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

20 thoughts to “Heran Penipuan Tes CPNS”

  1. Kemarin teman saya juga menawarkan, kalau ada teman saya yang mau jadi PNS. Dia punya teman langsung panitianya, gitu katanya.
    Bayarnya 120jt. DP 20juta dulu. Kalau lulus baru dilunasi…
    Saya bilang huuuuuuuuuu untuk apa? Mending uang segitu untuk buka usaha :))

  2. Saya pernah ditawarin untuk tes CPNS oleh kenalan, bahkan mau dimodalin. Nanti kalau lolos bayarnya dicicil aja, katanya. Dalam hati terus bertanya sejak itu, Separah itukah untuk menjadi PNS? Apakah hanya karena iming-iming “Masa Depan Cerah” orang-orang rela mengeluarkan banyak uang agar bisa lolos?
    Saya yakin, yang lolos dengan cara seperti itu tidak akan ikhlas bekerja..hehe..
    sekali lagi ini adalah opini.
    terima kasih bli Made.

  3. saya setuju dgn pak wira…. mendingan uang diolah biar jadi bertambah banyak… dengan cara yg benar… tdk melanggar hukum ataupun tdk merugikan diri sendiri maupun oran lain..

  4. Opininya kurang lebih ‘bahwa dengan status PNS, kita gag bakalan hidup susah, MESKIPUN bergaji pas-pasan. Gag bakalan hidup susah itu bagi orang ukurannya tentu beda”. Ada yang gak perlu kerja berat, ataupun mau bolos kerjapun bisa, dan dijamin gag ada pemotongan gaji. Bandingkan dengan swasta.
    Begitu juga soal ijin, gag susah atau harus ngatur jadwal seperti swasta.
    Lain lagi dengan gaji yang memang sudah pasti ‘diperhatikan’ oleh pemerintah, karena mereka kan termasuk didalamnya, juga sebagai “MASSA” pendukung terbesar.
    dan soal balik modal ya tergantung dari penempatan dan “USAHA”nya. Kalo pada akhirnya milih untuk tetap idealis atau minimal netral”saja, ya tetep gak bisa punya apa”kayak saya Wir… hehehe…

  5. Saya pernah ditawari kerja di salah satu departemen pemerintahan pusat dengan biaya 185 juta, cukup murah dibandingkan dengan “biaya masuk” instansi lain yang di atas itu.

    Tapi, saya percaya ndak perlu uang itu untuk masuk ke pemerintahan. Lagian, daripada untuk jadi PNS, mending untuk buka usaha. Kalau jadi PNS dengan membayar seperti itu, nanti gajinya jadi ndak berkah. Akan selalu merasa kurang.

    Akhirnya beginilah, ulah segelintir orang, image PNS jadi rusak sebelanga. Hehe!

  6. Sebenarnya apa sih yang dicari di PNS, S1 baru masuk gajinya 2 jutaan. Saya kira cuman nunggu uang pensiun nati 30 tahun lagi. Pokoknya milih masa tua yang aman.

    1. @Sastro, Hehehe… bagi yang blom tau (seperti saya sebelum tembus), saya yakin, pasti mikirnya begitu. Tapi ada lagi loh “peluang” untuk mendapatkan ikan besar. *lirik”Gayus…

  7. Sudah bukan rahasia lagi praktik suap-menyuap kerap terjadi dalam perekrutan PNS di semua instansi pemerintah. bukan berarti lagi, tapi sudah lama itu terjadi dan sepertinya sudah membudanya. Tarip antara 60-ratusan juta….Gde gak bro….mending buat modal usaha. Itulah kenapa negara Indonesia ini bobrok karena banyak aparat pemerintah yang bermental suap-menyuap. Mau di bawa kemana negara ini?

  8. Klo gaji nya pns min dapet 5jt sebulan + bisa kerja sante, menurut saya worthed bro.. dan saya juga mau, klo ada info ya hehehe…

    1. @guseka : Minimal 5 jt sebulan? Hmmm, tergantung posisi juga. Bisa saja setelah 3 tahun kerja dapet segitu, tapi itu tergantung jadi PNS dimana? Di tempat basah atau kering, hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *