Heboh Video Polisi Minta Suap di Bali

April 5th, 2013 by imadewira Leave a reply »

Sejak sekitar dua hari lalu masyarakat di hebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menayangkan seorang polisi di Bali yang tampak meminta “uang damai” kepada seorang turis yang melanggar lalu lintas. Video tersebut di upload di Youtube dan ramai disebarkan melalui jejaring sosial. Karena kejadiannya di Bali dan video itu tampak jelas menampilkan seorang polisi yang melakukan tindakan tidak terpuji maka orang-orang di jejaring sosial pun ramai membicarakannya khususnya orang Bali. Video tersebut bahkan diberitakan beberapa kali di stasiun televisi nasional. Untuk lebih jelas, silahkan coba simak pada link berikut :

http://www.youtube.com/watch?v=M8LfLtHtLvc

Mungkin video semacam ini cukup banyak di internet tapi yang ini cukup menarik perhatian saya karena kejadiannya di Bali dan juga lokasinya saya lewati hampir setiap hari. Jaraknya hanya sekitar 4 km dari rumah saya. Dan bahkan saya sangat mengenal wajah polisi yang terekam itu karena saya sering melihatnya mengatur lalu lintas di perempatan itu atau di persimpangan lain di sekitarnya.

Dari apa yang sering saya lihat, jujur saja di persimpangan itu memang saya relatif sering melihat bule yang di stop oleh polisi. Entah karena tidak menggunakan helm atau melakukan pelanggaran lainnya. Bahkan saya menduga bule memang meinjadi semacam sasaran oleh petugas karena mungkin mereka memang sering melanggar. Dalam hal itu, saya merasa cukup wajar bule sering ditilang apalagi saya pribadi bule biasanya kalau berkendara sering grasa-grusu, kalau dalam bahasa Bali disebut “rengas”.

Tapi apa yang tampak jelas pada video itu membuat saya sebagai orang Bali dan juga masyarakat biasa merasa sangat amat kecewa. Kecewa karena polisi itu ternyata seperti begitu akrab dengan bule yang jelas-jelas melakukan pelanggaran. Jelas-jelas polisi itu seperti menjual harganya dirinya hanya dengan beberapa ratus ribu. Seperti yang tampak dalam video, polisi itu bahkan menawarkan dan mengajak bule yang tadinya melanggar lalu lintas untuk minum bir bersama, di pos polisi! What the f**k!

Bahkan dengan polos dan tertawa-tawa polisi itu mengaku telah menerima bayaran dari dua orang lainnya di hari itu. Coba bayangkan, kalau seandainya benar seorang polisi seperti itu mendapat “uang damai” beberapa ratus ribu sehari, maka sebulan jadi berapa? Dan kalau lagi, seorang polisi kelas teri seperti itu bisa korup sebesar itu, bagaimana dengan polisi yang pangkat dan wewenangnya lebih tinggi? Parah!!

Ya, parah… Mungkin tulisan ini terkesan negatif thinking. Tapi bagaimana kita tidak menjadi negatif thinking kalau melihat video yang jelas-jelas seperti itu. Memang sih itu hanya oknum dan tidak semua polisi seperti itu dan pasti masih ada polisi yang jujur. Tapi dengan beredarnya video ini menjadi sampel bagaimana kejadian di lapangan yang sebenarnya terjadi sehari-hari.

Terlepas dari rekaman itu yang memang sudah disiapkan untuk direkam sedemikian rupa, dan juga mungkin bule itu menjebak tapi dalam rekaman jelas polisi itu yang menawarkan/meminta uang damai, bukan si bule yang ingin menyuap. Kita pun sebagai masyarakat sebaiknya tidak perlu membela si polisi itu walaupun mungkin ada rasa kasihan karena nasibnya yang benar-benar apes. Sudah jelas si polisi itu salah dan layak mendapat hukuman, entah diturunkan pangkatnya atau bahkan dipecat.

Lalu, apa makna yang sebaiknya kita ambil dari rekaman video itu? Marilah mulai dari diri sendiri, berhenti melakukan penyuapan, kalau pun tidak bisa mari mencoba mengurangi. Karena saya pribadi yakin, polisi atau pun petugas lainnya melakukan tindak korupsi karena adanya kesempatan. Mungkin seperti di ekonomi, ada permintaan maka ada penawaran. Ada pembeli maka otomatis akan ada penjual.

Untuk polisi itu, semoga saja dia kapok dan mendapat sangsi setimpal. Juga untuk yang lainnya semoga tidak mencoba meminta uang damai lagi.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

3 comments

  1. DV says:

    Yang kurang lincah itu hukumnya, Bli. Kalau hukum ditegakkan benar-benar barangkali kita tak kan jadi geram nonton seperti itu karena kita percaya mereka yang kena akan dihukum berat.

    Tapi persoalannya lagi, kalau hukum benar-benar tegak, apakah masih ada aparat yang tersisa? :)

  2. madeta says:

    Kalau boleh saya beri masukan, menurut saya, tdk perlu menyalahkan orang lain siapapun dia, baiknya polisi introsfeksi secara iternal, ada apa dan kenapa oknum tsb berbuat seperti itu, tidak bisa dipungkikri itu murni hasil rekaman alat cctv dengan demikian akan bisa memperbaiki sistem management dan citra kepolisian Indionesia, baik dimata rakyat Indonesia lebih-lebih di ASEAN dan Internasional , ada pepatah mengatakan, air yg kotor sudah pasti akan mengotori Air yg bersih belum tentu bisa membersihkan, ,,terimakasih,,!

  3. banyak skali beredar video’a ituu brow….pake2 nama bali lagi semuwa…adeeh memalukan sja ituu…..bisa gk video’a itu di hapus atau biar gk nongol lagi…..kasian alna nama bali jadi labelnya di video ituuh…….

Leave a Reply

CommentLuv badge