Hari Pertama Nindi Sekolah TK

Nindi Sekolah TK

Hari ini tanggal 14 Juli 2014, untuk pertama kalinya Nindi menginjakkan kakinya di sekolah TK Pradnyandari I, Kerobokan menggunakan seragam sekolahnya. Satu langkah lagi telah dia mulai dalam hidupnya. Semoga saja langkah ini menjadi sebuah awal yang bagus bagi Nindi dalam menggapai cita-cita.

Mirip seperti ketika Nindi mulai sekolah Playgroup setahun yang lalu, kami juga melakukan beberapa persiapan. Mulai dari melakukan pendaftaran di TK sekitar 6 bulan yang lalu, sampai dengan membeli beberapa perlengkapan untuk Nindi kemarin. Sebenarnya hampir semua perlengkapan seperti tas, pakaian, sampai sepatu sudah didapat dari sekolah. Tapi beberapa hal tetap harus kami siapkan sendiri seperti pakaian (kaos) dalam karena sebagian besar pakaian Nindi selama playgroup sudah mulai sesak dan tidak muat di badannya.

Hari pertama pagi ini saya menyempatkan diri ikut mengantar Nindi ke sekolahnya. Awalnya Ibunya yang akan mengantar dan Nini(nenek)nya yang akan menunggui di sekolah. Tetapi karena saya penasaran dan tidak ingin melewatkan momen berharga ini, saya akhirnya mendadak ikut mengantar. Apalagi cuaca mendung dan sesekali gerimis tipis, saya merasa lebih tenang jika Nindi diantar oleh saya sendiri. Situasi lalu lintas di pertigaan dekat sekolah Nindi ternyata juga macet parah karena ada perbaikan jalan, ditambah hari ini merupakan hari pertama sekolah maka suasana makin krodit pagi ini karena di sebelah sekolah Nindi ada dua sekolah SD dan dua sekolah SMP lain.

Saya yang bersama Nindi naik motor memutuskan parkir agak jauh dan melanjutkan ke sekolahnya dengan berjalan kaki saja. Tiba di sekolah, Nindi sangat antusias, mungkin karena dia sudah sangat menantikan untuk bisa masuk sekolah TK. Setelah melepas jaket, Nindi langsung bersama Ibu Gurunya dan masuk ke kelas. Saya merasa tenang melihat Nindi cukup cepat beradaptasi, tentu saja ini karena Nindi sudah pernah sekolah playgroup sebelumnya. Bahkan pagi ini ketika berangkat Nindi berkata kepada saya, “Ajik, nanti kalau Nindi udah di sekolah, suruh Nini jangan nungguin ya, Nindi udah bisa sendiri kok”.

Beberapa saat kemudian istri saya juga tiba di sekolah. Dia mencoba menengok Nindi dari luar kelas, tapi katanya malah diusir oleh Nindi. Ya begitulah, kami merasa bersyukur Nindi bisa merasa senang di sekolahnya. Saya dan istri kemudian berangkat kerja sementara Ibu saya yang akan menjemput Nindi.

Kami berdoa semoga saja Nindi bisa mengikuti semua proses di sekolah TK sampai tuntas dengan lancar. Kami tidak menargetkan apapun kepada Nindi, kami cuma berharap Nindi bisa terus merasa senang dan mengikuti dengan baik semua kegiatan yang diberikan oleh gurunya. Untuk kegiatan ekstra kurikuler, kami termasuk Nindi sudah sepakat agar Nindi memilih menari dan drumband. Saya pribadi sebenarnya ingin agar Nindi bisa menari khususnya menari Bali, tidak harus berprestasi tinggi asalkan bisa dan pernah pentas. Maklum sebagai orang Bali, bisa menari Bali bisa dikatakan sebuah kewajiban karena pasti akan dibutuhkan oleh Nindi suatu saat nanti.

Selamat belajar nak penuh semangat
Rajinlah selalu tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itulah tandanya kau murid budiman

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *