Gaya Menulis Blog

Hari ini saya tertarik dengan salah satu tulisan di blog Mbak Isnuansa, tentang Menulis Dengan Gaya Pribadi. Saya tentu sangat setuju dengan apa yang dikatakan Mbak Isnuansa pada tulisannya tersebut. Kalau boleh saya simpulkan, pada tulisan Menulis Dengan Gaya Pribadi tersebut, Mbak Isnuansa menekankan bahwa seorang blogger sebaiknya menulis blog dengan gaya pribadi, menulis blog dengan gaya bahasa sendiri, dengan begitu pembaca akan menjadi lebih betah membaca tulisan kita.

Blog umumnya dimiliki oleh seseorang yang disebut blogger, dan salah satu ciri khas blog adalah gaya penulisan yang lebih pribadi dibanding tulisan di media lain seperti berita. Blog memang memungkinkan kita untuk menulis dengan gaya bebas, bebas yang sebebas-bebasnya. Tetapi jika anda ingin blog tetap disukai oleh pembaca, kita tentu tidak boleh menulis semau sendiri apalagi kalau tulisan itu hanya dimengerti oleh anda sendiri sebagai penulis di blog tersebut.

Maaf saya bukan bermaksud untuk mengatur anda bagaimana menulis di blog, karena pada dasarnya andalah penguasa di blog anda sendiri, dan anda berhak untuk menentukan bagaimana gaya anda menulis blog. Tapi sekedar mengingatkan, dan juga menambahkan apa yang ditulis Mbak Isnuansa tentang bagaimana gaya menulis blog, berikut ini beberapa hal yang mungkin perlu anda perhatikan berhubungan dengan gaya menulis blog :

  1. Gunakan bahasa yang umum, misalnya bahasa Indonesia. Atau bahkan bila anda menguasai, gunakan bahasa Inggris. Bukan bermaksud untuk melupakan bahasa daerah, tetapi logikanya semakin banyak orang yang mengerti bahasa di blog berarti kemungkinan anda mendapat lebih banyak pembaca semakin besar.
  2. Hindari pengunaan kata-kata yang tidak umum. Okelah jika misalnya anda menggunakan kata “nggak” atau “ndak” sebagai pengganti kata “tidak“, tetapi sebaiknya hindari penggunaan kata “ga” apalagi hanya huruf “g” saja.
  3. Hindari penggunaan singkatan seperti menulis SMS yang biasanya penuh singkatan dan kadang hanya dimengerti oleh sebagian orang.

Sekali lagi, apa yang saya sampaikan hanyalah tips dan selanjutnya terserah anda..

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

67 thoughts on “Gaya Menulis Blog

  1. Kalau menurut saya, kata “nggak”, “ndak”, “ga” atau “gak” justru adalah kata-kata umum bli. Maksud saya adalah, bahwa kata-kata itu umum banget digunakan dan banyak orang yang mengerti artinya.

    Beda halnya kalau yang anda maksud adalah kata-kata baku. Nah, kalau dinilai dari kebakuannya, saya setuju kata-kata di atas bukan berasal bahasa baku. :)
    .-= pushandaka´s last blog ..Indonesia 2010 =-.

    1. @pushandaka,
      benar, kata-kata itu masih umum dalam artian mudah di mengerti oleh banyak orang, tetapi kalau hanya diganti dengan huruf “g” saja, itu sudah agak “parah”, hehehe

  2. Setuju. Nggak perlu bahasa baku, tetapi bahasa semi baku aja cukup.

    Yang paling penting itu proofreading. Aku kalau menulis blog, pasti aku baca 3-5x sebelum publish, dan pasti ada yang dikoreksi.

    Intinya, jangan bikin bingung, to the point dan jelas maksudnya. :D — hindari misspelling terutama.
    .-= Bantal´s last blog ..[Survey] Kapan Kamu Blogwalking / Reading? =-.

  3. kenalan dulu baru komen!!
    salam kenal ya mas!!

    Kalau menurut saya alangkah lebih bagusnya kalau menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar (baku) sebagai bukti kecintaan kita pada bahasa indonesia, tapi kalau tidak memungkinkan, ya….ya penting mudah dimengerti pembaca.
    .-= Andrik Sugianto´s last blog ..Be Yourself!! =-.

  4. tapi, pada akhirnya bahasa adalah sarana saja. kalo mmg target blognya mengerti tulisan yg dimaksud ya sah-sah saja gaya bahasa apa saja.

    cuma itu jd segmented. mending pake bahasa umum yg mudah dimengerti daripada bahasa khusus yg bikin bingung..
    .-= a!´s last blog ..Berkaca, Berencana, Bekerja! =-.

  5. Bahasa memang menentukan seorang blogger untuk patut kuikuti atau tidak :)

    Paling males kalau ada blogger yang postingannya menggunakan bahasa Alay yang susah dibaca itu :((
    .-= DV´s last blog ..Hakikat Doa =-.

  6. menulis dg gaya sendiri. gaya bahasa sendiri juga dung mas, jadi ndak perduli sama eyd asal bahasa yg ia tulis masih di mengerti hihihi
    asal jangan makai tulisan alay versi abg yg besar kecil disingkat singkat lagi :)
    .-= geblek´s last blog ..Hidup Harus Seimbang =-.

  7. Selamat sore,Pak Made.
    Maaf,baru kunjung lagi ke sini.
    Sebagai pemula, saya berterima kasih atas tulisan ini.
    Menulis dgn gaya bahasa sendiri dan usahakan menggunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar.
    Sebagai org Indonesia timur,saya memang kesulitan memahami kata2 yg ditulis dlm beberapa blog yg saya kunjungi.
    Pada kolom komentar pun demikian.
    Apalagi,bila menemukan singkatan2 yg tdk lazim.
    Terima kasih sudah berbagi dan mengingatkan.

  8. memang bener sih, menulis di blog dgn gaya bahasa sendiri tetapi sudah umum di mengerti banyak orang memang lebih luwes rasanya karena secara tdk langsung atas apa yg kita tulis terasa sedang bicara kepada orang banyak padahal hanya bicara lewat tulisan saja.

  9. iya,,
    unee kurang suka dengan gaya penulisan dengan menggunakan kata-kata yang disingkat
    tapi,,kenapa y,,banyak guru-guru sekarang,bahkan guru bahasa indonesia sering menggunakan kata-kata yang disingkat. seperti kata ” yang ” menjadi “Yg”.terus kata-kata yang diulang penulisannya berubah menjadi,misalnya : “jangan-jangan” menjadi “jangan2”.
    aduh,,unee pening deh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *