Gaji dan Pendapatan PNS

September 22nd, 2013 by imadewira Leave a reply »

Setelah buka-bukaan tentang berapa pendapatan soal Perjalanan Dinas, saya kok jadi tergelitik lagi dan ingin membicarakan tentang hal yang mungkin sensitif yaitu soal Gaji, khususnya gaji PNS alias Pegawai Negeri Sipil. Pekerjaan menjadi PNS memang tak jarang mendapat pandangan sinis dari orang lain karena PNS umumnya digaji dari uang rakyat. Apalagi citra PNS di mata masyarakat yang cenderung negatif. Citra pekerjaan santai, gaji lancar, libur banyak dan seterusnya mungkin membuat sebagian orang men-cap PNS tidak baik.

Tapi disini saya tidak akan membicarakan soal beban kerja, libur dan lainnya. Saya fokuskan dulu membicarakan soal Gaji. Banyak juga yang mengatakan gaji PNS itu “cenik lantang” (artinya Kecil Panjang) yaitu maksudnya gaji PNS itu kecil tetapi bagus untuk jangka panjang karena nanti setelah pensiun tetap mendapat gaji. Tapi kalau memang kecil, mengapa pekerjaan PNS banyak diidamkan dan dicari banyak orang? Buktinya setiap ada lowongan PNS selalu berjubel orang untuk ikut tes.

Untuk anda yang sudah duduk sebagai PNS mungkin sudah merasakan bagaimana sebenarnya gaji seorang PNS. Kalau dibilang besar ya tidak terlalu besar, kalau dibilang kecil tapi ya lumayan. Dan banyak hal soal Gaji PNS yang belum diketahui oleh masyarakat awam yaitu bahwa Gaji PNS itu pada dasarnya sama untuk seluruh Indonesia tetapi total Gaji yang dibawa pulang alias “take home pay” (bener ya istilahnya?) nya tidak sama. Maksudnya gimana?

Gini lho, sebagai PNS itu kita tidak hanya mendapat satu jenis gaji / pemasukan. Gaji PNS yang sama ini adalah maksudnya Gaji Pokok-nya. Gaji Pokok PNS di seluruh Indonesia itu sama yaitu tergantung dari Pangkat/Gol dan Masa Kerja, semakin tinggi Pangkat/Gol dan semakin lama Masa Kerja berarti Gaji Pokok PNS semakin besar. Jadi misalnya kalau baru jadi PNS dengan pendidikan S1 biasanya akan masuk golongan III/a dengan masa kerja 0 tahun 0 bulan. Gajinya kalau tidak salah sekitar 2 juta. Tapi kalau baru masuk biasanya status kita masih CPNS dimana gaji yang diterima hanya 80%. Masa CPNS biasanya sekitar setahun baru kemudian diangkat menjadi PNS dengan gaji 100%.

Gaji Pokok sama, tapi lain-lainnya beda. Maksudnya? Nah total gaji yang diterima PNS itu tergantung dari dimana bertugas dan menjabat sebagai apa. Katakanlah PNS di sebuah Pemda baik Kabupaten/Kota/Provinsi, PNS disana biasanya mendapat Insentif. Jumlah Insentif ini tidak sama antara satu Pemda dengan Pemda lainnya, tergantung bagaimana kondisi APBD Pemda tersebut. Jadi kalau Pemda-nya kaya, maka kemungkinan Insentif-nya juga tinggi. Misalnya di sebuah Pemda, jumlah insentifnya lumayan besar yaitu sekitar 2,5 juta.

Bagaimana dengan PNS yang bukan di Pemda, belum tentu mendapat Insentif. Contohnya saya yang di STP Nusa Dua Bali, saya tidak mendapat yang namanya Insentif, tidak ada istilah itu. Gaji saya yang berada bawah di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga bukan dari APBD tapi APBN, maksudnya gaji saya bukan dari uang daerah tapi uang nasional. Selain Gaji Pokok PNS, biasanya semua PNS juga mendapat uang makan. Jumlahnya mungkin sekitar 500 ribu per bulan. Jumlah uang makan itu tentu tergantung dari hari kerja, kalau tidak masuk berarti uang makan dipotong.

Lain lagi kalau PNS yang berprofesi sebagai Dosen/Guru. Untuk Dosen PNS, mereka memiliki yang namanya Jabatan Fungsional, misalnya Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar. Untuk mendapatkan Jabatan Fungsional ini, tentunya ada berbagai syarat yang harus dipenuhi seorang dosen yaitu yang dikenal dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, diantaranya mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat. Nah, setiap Jabatan Fungsional itu akan mendapat Tunjangan Jabatan. Jumlahnya ya tergantung Jabatan. Misalnya sekitar 300-500 ribu untuk Jabatan Asisten Ahli, saya tidak tahu persis jumlah tunjangan ini.

Untuk mengajar, sebenarnya dosen PNS memiliki kewajiban mengajar sekian SKS. Misalnya 10 SKS, dan kalau mengajar lebih dari 10 SKS barulah mendapat tambahan Honor Kelebihan Jam Mengajar, tapi jumlahnya tidak terlalu besar. Sedangkan untuk Penelitian juga mendapatkan pemasukan. Jadi dosen yang aktif melakukan penelitian akan mendapat penghasilan yang lebih juga. Dan disini jumlah penghasilan setiap dosen tentunya tidak sama.

Selanjutnya untuk Guru dan Dosen juga ada pemasukan yang namanya Sertifikasi. Untuk dosen namanya Sertifikasi Dosen. Setiap dosen akan dilakukan sebuah proses dengan syarat-syarat tertentu untuk Sertifikasi. Untuk mereka yang lolos Sertifikasi tentunya akan mendapat sejumlah pemasukan, kalau tidak salah jumlahnya satu kali Gaji Pokok, lumayan besar. Tetapi Sertifikasi juga bukan sebuah proses yang mudah. Ada berbagai kewajiban yang harus dipenuhi. Satu kali lolos Sertifikasi juga bukan berarti seenaknya tinggal menunggu Gaji, tetapi setiap semester harus terus membuat laporan tentang kegiatan yang sudah dilakukan sebagai syarat Sertifikasi tetap dipertahankan.

Pemasukan lain? Masih ada. Misalnya jika seorang PNS diikutkan dalam sebuah kepanitiaan/kegiatan. Biasanya disana akan ada honor panitia, jumlahnya tentu tidak sama. Tergantung dari berat tidaknya kegiatan tersebut, juga tergantung berapa lama kegiatan dan tergantung anggaran.

Terakhir, ada lagi yang namanya Remunerasi. Ya semacam Insentif untuk PNS seluruh Indonesia. Remunerasi ini tergantung posisi kita dibawah lembaga atau kementerian apa. Misalnya Kementerian Keuangan sudah mendapat Remunerasi sejak beberapa tahun lalu. Sedangkan saya yang di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif rencana baru tahun ini mendapat Remunerasi, jumlahnya pun belum 100%. Kalau sudah 100% mungkin jumlah setara dengan satu kali Gaji Pokok.

Nah, itulah soal Gaji PNS yang saya ketahui. Apa yang saya jelaskan diatas tentu saja belum lengkap, bahkan sangat jauh dari lengkap karena masalah Gaji PNS adalah masalah keuangan, dan ini sangat ribet menurut saya. Mungkin juga ada beberapa hal yang saya jelaskan diatas masih keliru atau kurang sesuai, karena apa yang saya jelaskan hanya sebatas apa yang saya tahu saja. Jadi intinya, Total Gaji PNS itu tidak sama di setiap tempat dan posisi. Tergantung dari banyak hal, keaktifan, prestasi, anggaran dan lain sebagainya.

Oya, saya kadang heran banyak yang ribut atau sinis ketika pemerintah menaikkan gaji pokok PNS, misalnya naik 15%. Kalau Gaji Pokok naik 15% itu sebenarnya relatif tidak terlalu besar, karena dari jumlah total gaji seorang PNS bisa jadi Gaji Pokok itu hanya sebagiannya saja.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

10 comments

  1. yudi says:

    gara2 wira nulis kene saya jadi inget istilah cenik lantang buin. dulu waktu kecil setiap kali bapak saya bilang cenik lantang asosiasi saya selalu mengarah pada choki2 :mrgreen:

    mungkin istilah itu perlu diganti jadi gede lantang sekarang karena ga selalu cenik kan gajinya. tapi kalo gede lantang kok kesannya agak p0rn0 ya heheheh

  2. juno says:

    kalo boleh tau gaji dan tunjangan di.kementrian pariwisata dan ekonomi.kreatif berapa ya mas..lagi ada bukaan di kementrian itu soalnya nih,,hehe..

  3. raka says:

    PNS sekarang sudah cukup berkualitas…dari tes seleksinya aja sudah lumayan sulit kan..

  4. Dimas says:

    Bro Imade, kalau CPNS itu setlah diangkat PNS dirapel gak yg 20% nya?

  5. Jang Deden says:

    Boleh aja sich gede gajinya atau naek, yang penting harus diingat itu digaji sama uang rakyat, pertanggung jawabnnya berat BOS…..kalao nggak amanah. pis ah…

Leave a Reply

CommentLuv badge