Friendster vs Facebook vs Google+

“Hidup” di dunia maya di jaman sekarang rasanya tidak lengkap kalau tidak memiliki akun dan bergabung dengan situs jejaring sosial. Ya sebut saja Facebook yang bisa dikatakan raja dalam dunia jejaring sosial (setidaknya di Indonesia) dimana saat ini hampir semua pengguna internet memiliki akun disana.

Bahkan mereka yang tidak terbiasa dengan dunia internet pun tidak jarang memiliki akun di Facebook juga, walaupun tidak jarang juga dari mereka hanya sekedar memiliki akun dan tidak terlalu aktif. Entah hanya untuk gengsi agar tidak dikatakan ketinggalan jaman atau memang mereka “tidak mampu” untuk bertahan hidup di dunia maya.

Saya sendiri awalnya mulai mengenal situs jejaring sosial Friendster dan sempat cukup asik bermain disana. Lalu ketika semua orang (baca: teman) mulai hijrah ke Facebook maka mau tidak mau saya pun ikut berpindah tempat. Namun lama kelamaan Facebook yang memang dibuat menyerupai dunia nyata pun semakin terlihat nyata, seperti pasar.

Pasar? Ya pasar, ada banyak orang. Ada yang berteriak, curhat, memaki. Ada juga yang berceramah, ada yang membagi informasi dan lain sebagainya. Dan terakhir, selayaknya pasar tentu saja ada yang berjualan. Jadi belakangan tidak sedikit yang merasa bosan dan malas serta memilih untuk lebih banyak diam.

Saya sih sebenarnya biasa saja, masih seperti pada awalnya menganggap Facebook sebatas hiburan dan sebisa mungkin tidak terlalu mengumbar kehidupan nyata, walaupun susah tapi ternyata privasi itu tetap kita perlukan, terlebih di jaman teknologi informasi yang secepat kilat seperti sekarang ini.

Saya masih ingat beberapa tahun lalu ketika mereka yang tergabung di Facebook mengatakan bahwa pengguna Friendster kebanyakan kekanak-kanakan. Mereka mengganggap Facebook lebih keren dan elegan. Lalu hanya selang setahun dua tahun, semua hijrah ke Facebook sampai ketika saat ini dimana Facebook tak ubahnya seperti pasar.

Lalu beberapa bulan lalu, muncullah Google+ yang konon merupakan calon penantang kuat sang juara Facebook. Google+ adalah situs jejaring sosial baru, pada dasarnya mirip dengan Facebook walaupun ada beberapa perbedaan konsep dan berbagai kelebihan. Dan saat ini Google+ masih dalam versi trial dimana penggunanya masih terbatas, artinya belum semua orang bisa bergabung di Google+.

Saya sendiri termasuk salah satu yang beruntung setelah di invite oleh seorang teman blogger untuk mencoba Google+. Secara umum Google+ memang terasa lebih asik, mungkin karena faktor baru dan beberapa konsep jejaring sosial yang berbeda dengan Facebook. Juga mungkin karena tempatnya masih lowong dan juga orang-orang yang terbatas, tidak/belum banyak ababil :D

Mungkin Google+ menjadi jawaban bagi mereka yang sudah bosan dengan Facebook, bagi mereka yang ingin mencoba sesuatu yang baru. Dan bukan tidak mungkin kini (pengguna) Facebook yang terlihat kekanak-kanakan.

Yah, dunia memang cepat berubah..

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

16 thoughts to “Friendster vs Facebook vs Google+”

  1. Aku suka Google+ karena masih baru saja :) Benar katamu :) Dan Facebook sudah semakin mirip comberan karena buanyak bener orang jualan ngga tahu juntrungan dan ngga kenal adat, maen tag, maen nulis wall, maen yang aneh2 :)

    Aku suka kalimat terakhirmu, dunia memang cepat sekali berubah…

    1. Tapi setelah beberapa minggu saya gunakan, tanpa saya sengaja ternyata saya lebih sering membuka Facebook. Mungkin karena di G+ masih sepi ya, tapi kalau rame seperti di FB susah juga ya :D

  2. Invite saya donk ke google+ :)

    Saya jadi ingat dengan friendster. Setelah saya berkunjung ke sana, ndak lagi social network yang dulu. Sekarang friendster sudah jadi “arena bermain” sepertinya.

  3. Saya pribadi menjalani semuanya dengan satu tujuan. Berteman dengan baik tanpa ada gangguan lain. jadi kalopun kemudian ada gangguan seperti jualan yang gag jelas, abege ababil, ya dengan terpaksa saya blokir agar selanjutnya tidak mengganggu. Hehehe…

  4. Saya malah cuma baru buat satu kiriman saja di Google+ karena ternyata Google+ sudah ngambil data dari profil Google yang lama, kalau sudah terbiasa dari dulu pakai profil Google dan Buzz atau Wave (sudah mati), maka Google+ tetap tidak terasa ada yang baru ataupun segar.

    Jadi, saya tidak begitu antusias dengan produk yang satu ini :D.

    1. Saya sih cukup antusias. Tapi sebenarnya saya tergantung dari teman-teman juga, ketika orang sudah banyak beralih ke G+, saya rasa saya pun akan ikut dan begitu juga sebaliknya :-)

  5. Tapi katanya Masyarakat Indonesia lebih suka dengan Facebook bahkan menduduki peringkat ke 2 setelah Amerika Serikat dalam jumlah penggunanya.

  6. Add friend di google+ dong Bli….
    Tapi kayaknya penantang baru sudah datang lagi yaitu…… (Jeng Jeng Jeng Jreeeengg)…… Twitter
    *minta artikelnya juga dong Bli*Hehehe…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *