Era Baru Manchester United

May 10th, 2013 by imadewira Leave a reply »
Manchester-United-David-Moyes

foto dari http://www.supersoccer.co.id/liga-inggris/akhir-dari-sebuah-era-dan-awal-yang-baru/

Rasanya sudah cukup lama saya tidak pernah menulis tentang sepakbola di blog ini, padahal siaran pertandingan sepakbola dan berita tentang sepakbola merupakan salah satu favorit saya selain MotoGP. Terakhir saya menulis tentang sepakbola sudah hampir setahun lalu, yaitu ketika Manchester City berhasil menjadi juara Liga Inggris dengan cara yang cukup menyakitkan bagi fans Manchester United. Manchester United (MU) kalah selisih gol dan terjadi benar-benar di penghujung pertandingan di pekan terakhir Liga Inggris. MU benar-benar kalah menjelang finish. Tapi Manchester United tidak butuh waktu lama untuk bangkit. Musim ini MU telah mengunci gelar ketika Liga Inggris masih menyisakan beberapa pekan pertandingan. Sayangnya MU masih belum mampu tampil di final Liga Champions setelah kalah dari Real Madrid.

Dan kemarin berita cukup menghebohkan terjadi, pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson telah memutuskan untuk pensiun di akhir musim ini. Sangat menghebohkan karena semua penggemar sepakbola tentu tahu siapa Sir Alex Ferguson dan bagaimana kesuksesannya sebagai pelatih di Manchester United. Tidak perlulah saya sebutkan disini karena media berita di internet sudah mengulasnya sedemikian banyak. Sebagai penggemar Manchester United, saya tentu mengikuti berita ini, namun saya tidak bersedih namun justru sumringah dan bersemangat. Kenapa? Sebentar saya jelaskan.

Saya mulai dulu dengan cerita bagaimana awal mula gemar mengikuti sepakbola dan menyukai Manchester United. Pada awalnya sejak kecil hingga lulus SMA saya tidak pernah suka menonton sepakbola. Walaupun sebenarnya waktu kecil juga sering main sepakbola di dekat rumah. Hanya ketika kecil itu hobi orang-orang di lingkungan saya sudah mulai beralih ke volly. Awalnya saya tidak pernah bisa menikmati menonton sepakbola karena selain gol jarang terjadi juga karena saya tidak bisa merasakan dimana enaknya.

Hingga akhirnya ketika saya mulai kuliah di Surabaya. Hampir semua teman kost baik orang Bali maupun bukan ketika itu suka sepakbola, begitu juga teman-teman kuliah. Saya jadi sering merasa minder ketika mereka asik mengobrol tentang sepakbola sementara saya tidak bisa ikut berkomentar. Juga ketika teman-teman ramai-ramai menonton sepakbola, saya jadi bingung sendiri mau ngapain. Bahkan pernah saya diledekin ketika tidak mengerti mana yang namanya offside.

Saya pun mencoba mengubah situasi itu, saya harus bisa bergaul dan tidak mau kalah urusan sepakbola dengan teman-teman. Tapi saya sempat bingung bagaimana caranya hingga akhirnya saya memiliki ide. Saya harus memulai dengan memilih sebuah klub sepakbola (khususnya liga di Eropa) untuk dijadikan jagoan. Saya ingat ketika itu jamannya Liga Inggris sedang ngetop dan disiarkan di TV7 (sekarang Trans7). Arsenal ketika itu sedang mendominasi Liga Inggris dan tentunya saya tidak mau mendukung Arsenal karena kesannya saya hanya mendukung yang sudah juara.

Di samping itu, sahabat saya yang kamarnya tepat di sebelah saya juga pendukung Arsenal, jadi saya tidak mau ikut-ikutan. Sedangkan di Seri A (Italy) juga sudah ada teman saya yang menjadi pendukung AC Milan dan Inter Milan. Tentu juga saya tidak mau mendukung kedua tim itu. Sebenarnya ketika itu saya tidak begitu tahu tentang peta kekuatan dan sejarah tim-tim di liga-liga itu. Hingga suatu hari ketika pulang kuliah saya melihat ada penjual aksesori Manchester United di depan kampus. Saya melihat logo MU sepertinya bagus dan juga sepertinya belum ada teman saya yang mendukung MU. Maka jadilah saya beli aksesori itu dan sejak itu “mendeklarasikan” diri sebagai fans Manchester United.

Sejak saat itu juga saya rajin mengikuti berita tentang sepakbola baik di koran maupun televisi. Tidak jarang juga saya browsing ke warnet hanya untuk men-download wallpaper Manchester United. Oya, awal mula saya menyukai Manchester United adalah ketika baru-baru datanya Cristiano Ronaldo ke Old Trafford. Saya ingat betul bagaimana gocekan Ronaldo di sayap MU, hingga akhirnya CR7 hijrah ke Madrid setelah membawa MU juara UCL.

Dan kini, setelah Manchester United akan segara ditinggalkan oleh Sir Alex Ferguson saya justru sumringah karena era baru MU sudah dimulai. Situasi ini saya rasa sangat mirip dengan di MotoGP ketika Valentino Rossi dulu memutuskan pindah ke Yamaha setelah mendominasi MotoGP bersama Honda. Ketika itu saya tetap mendukung Rossi dan nyatanya Rossi malah langsung juara dunia dan tetap mendominasi MotoGP walaupun sudah pindah ke Yamaha.

Di Manchester United pun saya harap begitu. Opa Fergie memang selama ini menjadi salah satu sumber kekuatan MU. Dengan kepergian Fergie untuk pensiun, menarik untuk diikuti apakah MU masih bisa mendominasi Liga Inggris, bahkan langsung menjadi juara Liga Inggris kembali di tangan pelatih baru. Sekali lagi, situasi yang sangat mirip dengan di MotoGP dulu. Dan kalau MU tetap bisa juara atau setidaknya tetap di papan atas maka itu membuktikan MU memang klub yang bagus.

Selanjutnya, Manchester United sudah resmi menunjuk David Moyes yang sebelumnya sudah melatih Everton selama bertahun-tahun. Saya pun cukup senang dengan pelatih baru ini karena Moyes dikenal loyal. Sebenarnya sempat beredar isu bahwa Mourinho yang akan menggantikan Fergie, tapi jujur saya pribadi berdoa semoga bukan dia karena takutnya tidak mau lama-lama di MU. Saya rasa fans MU yang lain juga ingin MU dilatih oleh pelatih yang bisa untuk jangka cukup panjang.

Nah, sebelum tulisan saya ini semakin panjang, saya ucapkan selamat datang kepada Moyes dan juga selamat untuk pelatih yang baru kepada seluruh fans The Red Devil. #GGMU

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

4 comments

  1. Iya nih, sepertinya era baru untuk ManU. SAF menjadi manager sudah hampir selama Pak Harto jadi presiden RI. Pasti butuh adaptasi yang ndak mudah bagi pemain, tim pelatih dan juga pendukung untuk mengikuti taktik yang dikembangkan manajer baru.

    Apalagi, dengan kedatangan Moyes, kepergian Rooney dari Old Traford tinggal menunggu waktu. Artinya, dari tim penyerang pun ManU akan mengalami perubahan drastis seperti saat kehilangan Ronaldo.

    Semoga sukses untuk ManU dengan manajer baru.

    • imadewira says:

      @Agung Pushandaka : yup, sekali lagi saya cukup bersemangat dengan era baru MU, jadi merasa lebih lega karena mendukung MU bukan karena Fergie saja.

  2. Alris says:

    Saya pikir perlu adaptasi bagi Moyes untuk menangani MU. Tidak mudah menghadapi pemain MU terutama bagi pelatih baru yang tidak punya akar di MU. Sinyal kepergian Rooney mungkin akan membawa pengaruh bagi pemain lainnya yang kira-kira tidak akan masuk skema permainan Moyes. Memang tidak diragukan lagi loyalitas Moyes untuk Everton, tapi meneruskan estafet dari SAF yang bergelimang prestasi mungkin akan menjadi barrier bagi Moyes.
    Alris´s last blog post ..Nostalgia

    • imadewira says:

      @Alris : yang jelas Moyes butuh waktu, setidaknya untuk beradaptasi sembari bisa “menaklukkan” para pemain MU. Melihat antusiasme para pemain MU dengan pelatih baru, posisi Moyes sepertinya cukup aman.

Leave a Reply

CommentLuv badge