Dilarang Menyebut Nama Orang Tua

Apalah artinya sebuah nama, mungkin kita semua pernah mendengar kalimat itu. Tapi coba bayangkan bagaimana jika semua orang tidak memiliki nama, tentu akan menjadi sulit sekali kita berkomunikasi. Berkaitan dengan masalah nama ini, ada suatu hal unik yang saya alami ketika masa kecil. Bahkan masih sedikit terasa hingga kini, yaitu ada kebiasaan dilarang menyebut nama orang tua, kakek atau nenek karena bisa dianggap tidak sopan.

Mungkin ada yang merasa ini lucu atau aneh, tapi begitulah kenyataannya. Sewaktu kecil, saya cukup lama tidak mengetahui nama kakek saya. Orang tua dan semua paman serta bibi tidak memberitahukan kepada saya dengan alasan tidak boleh menyebut nama beliau. Bagi saya yang masih kecil dulu tentu rasanya kok tidak masuk akal. Kenapa saya tidak diperbolehkan mengetahui nama kakek saya yang sudah almarhum ketika itu.

Saya tidak bisa menerima alasan mereka ketika itu yaitu kita dinggap tidak sopan jika menyebut nama orang tua apalagi yang sudah meninggal. Lalu saya bertanya bagaimana saya harus memanggil atau menyebut kakek, katanya ya cukup dengan kata “gung kak” (kakek dalam bahasa Bali). Ah, benar-benar tidak bisa saya terima pada waktu itu. Tapi karena saya hanya anak kecil ya jadinya menurut saja.

Sekarang, memang akhirnya saya mengetahui nama beliau. Kebetulan orang tua saya masih memiliki fotocopy KTP kakek saya dimana pada KTP itu tercantum dengan jelas nama kakek saya. Tapi sampai sekarang saya masih sangat berusaha untuk tidak menyebut nama beliau kecuali memang diharuskan menyebutnya. Sekarang saya pun merasa tidak sopan jika menyebut nama beliau, padahal ketika kecil dulu saya merasa hal itu tidak masuk akal.

Itulah mungkin salah satu keunikan di daerah saya. Mungkin di dareah lain di Indonesia juga ada hal seperti ini. Mungkin juga ini yang disebut dengan budaya yang rasanya akan susah dipertahankan. Bagaimana jika sebentar lagi jika putri saya sudah bersekolah dan dia menanyakan siapa nama kakeknya, tentu saja saya akan tetap memberitahukannya.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

18 thoughts to “Dilarang Menyebut Nama Orang Tua”

  1. Saya baru tahu kalau adat di Bali seperti ini, benar2 rasa menghormato pada orang tua sangat besar dan rasanya bila menyebut namanya secara langsung itu tidak sopan tapi bila ditambah embel2 bapak atau kakek apa tetap tidak boleh ya untuk di Bali ?

  2. Saya juga baru tahu tuh.

    Di sini, zaman masih SMP-SMA ada becandaan manggil nama temen dengan nama orang tuanya… Agak ‘kurang ajar’ sih, tapi kebanyakan berlaku di kalangan temen-temen cowok. Untungnya saya nggak pernah dibecandain pakai nama ortu, pun saya nggak pernah becandain mereka pakai nama ortu. Nggak sreg aja sih.

    Tapi ada yang lucu, kayanya temen saya kena batunya. Gara-gara keseringan manggil nama temen pakai nama ayahnya, pas telepon ke rumah salah satu temen yang disebut nama ayahnya :))

    “Halo, Om… Ciptonya ada? | Ya, saya sendiri… | *kemudian hening* ”

    :))

    1. @devieriana : kalau nyebut nama ortu ketika di sekolah untuk saling becanda dengan teman sih saya juga mengalami, bahkan nama ortu saya termasuk yang paling laris dijadikan bahan ejekan :-(

  3. Hahah jadi pengen lanjutin komennya Devie di atas.. Pernah waktu itu ayah kawanku meninggal. Nama ayahnya adalah Sukimin, lucunya waktu kita telp anaknya, karena biasa kita panggil dia sebagai ‘Kimin’ juga, maka kita tanya, “Min.. kimin.. bapakmu mati ya?”

    Hahahaa..:))

  4. Daerah mu dimana Bli..wakakaka…

    Menurutku sih sopan gag sopan maslah kebiasaan aja. nah misal menyebut nama orang tua adalah tidak sopan trus mau mendoakan mereka musti nyebut siapa? Gung Kak? Gung Kak yang mana? hehe..bener gag Bli?

  5. Om Swastiastu,

    Seiring berjalanannya waktu, kebiasaan itu mulai di tinggalkan, bahkan sekarang anak2 diwajibkan tau nama ortunya, alamat rumah dan no HPnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan….

    Singgah ke Blog tiang nggih Bli, Suksma….

  6. Saya ndak seperti itu. Sejak kecil saya tanya nama kakek, dan diberitau oleh orang tua saya. Nama kakek saya, Gusti Lanang Kebon dari bapak, dan Sugeng Santoso dari ibu. Keduanya sudah meninggal.

    *lagian emang ada yang tanya nama kakek saya, ya? kenapa saya tulis di sini deh.. :D

  7. Salam kenal dari Brunei bli,

    Saya sudah lama following blog ini tapi posting ini yang menarik perhatian saya…di Brunei jg sama, ada kebiasaan/adat gini! Dulu waktu kecil kami dilarang menyebut nama orang tua.. ga sopan katanya. Disekolah nama ortu itu jd ejekan apalagi nama yg aneh2 hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *