Debat Pilgub Bali di tvOne

May 6th, 2013 by imadewira Leave a reply »

Pemilihan Gubernur Bali 2013

Akhirnya kesampaian juga keinginan saya untuk melihat kedua pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali berdebat secara langsung di televisi, bukan hanya saling sindir di media massa seperti sebelumnya. Walaupun pada akhirnya saya merasa kurang puas pada acara debat Pilgub Bali tersebut karena terasa kurang greget dan kurang berisi. Apa yang disampaikan oleh kedua pasangan Cagub dan Cawagub sepertinya pengulangan apa yang sudah-sudah mereka sampaikan sebelumnya. Dari apa yang mereka tampilkan dalam debat Pilgub Bali itu ada beberapa yang menurut saya seharusnya bisa dimaksimalkan.

Memaksimalkan Waktu

Kedua pasangan menurut saya kurang bisa memaksimalkan waktu yang tersedia. Memang tidak mungkin menyampaikan semua ide dalam yang sangat terbatas, tapi seharusnya kedua pasangan Cagub dan Cawagub bisa menyampaikan hal-hal yang lebih penting dan mendalam lagi, bukan hanya kalimat-kalimat diplomatis seperti yang mereka sampaikan. Mereka seharusnya bisa memaksimal detik per detik untuk menyampaikan ide-ide mereka untuk ke depan. Lucunya, bahkan ada salah satu pasangan yang tidak mau menjawab karena waktu yang tersisa hanya beberapa detik. Selain itu kedua pasangan terlihat bicara dengan sangat berhati-hati dan membuat apa yang mereka sampaikan menjadi terasa pelan.

Menyiapkan Serangan

Sudah jelas dalam acara debat maka setiap pasangan akan menyerang pasangan lainnya, bahkan mungkin akan berusaha menjatuhkan dengan cara apapun. Tapi seharusnya mereka bisa menyiapkan serangan dengan lebih baik lagi sehingga tidak mudah ditangkis oleh lawan. Misalnya saja, ketika Puspayoga menyebutkan masalah “penyewaan” hutan bakau dan Pastika menyerang balik dengan menanyakan “disewa berapa? dikontrakkan berapa?” dan seterusnya,  maka Puspayoga pun terlihat kalah tidak bisa melanjutkan debat. Dalam hal ini Puspayoga sepertinya tidak menyiapkan data dengan baik sebelum mencoba “menyerang” Pastika. Juga masalah, saya melihat kedua pasangan kurang menyiapkan “senjata” sebelum berperang.

Ide Baru

Jujur saja dari apa yang ditampilkan dalam debat PilGub Bali itu sama sekali tidak ada ide baru yang disampaikan kedua pasangan. Keduanya hanya menampilkan ide-ide umum yang tidak terlalu jelas khususnya berkaitan apa yang sebenarnya dihadapai Bali saat ini. Menurut saya masalah yang dihadapi adalah kemacetan dan kepadatan pendudukan (di Bali selatan), ketimpangan pembangunan antar Kabupaten, masalah lingkungan, masalah kebersihan, masalah “ajeg Bali”, masalah keamanan dan seterusnya. Menurut saya mereka gagal menyampaikan ide mereka untuk menghadapi masalah-masalah itu.

Siapa Menyerang Siapa

Dan apa yang paling lucu dari debat ini sebenarnya adalah soal siapa menyerang siapa. Kita tahu bahwa kedua Calon Gubernur ini adalah masih menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini. Jadi terasa lucu ketika misalnya Puspayoga mengatakan tidak tahu menahu soal hutan bakau, juga soal dana yang katanya disimpan di bank dan tidak digunakan untuk kepentingan rakyat Bali. Lho, bukankah mereka berdua yang saat ini berkuasa dan mereka yang harusnya paling tahu atas hal-hal tersebut.

Menurut saya justru mereka sudah menelanjangi diri sendiri atas kegagalan mereka bersatu selama ini. Mereka gagal menggunakan kepercayaan rakyat yang telah memilih mereka lima tahun yang lalu. Jelas ada masalah diantara mereka berdua sehingga harus cerai di tengah jalan. Persoalannya, ketika nanti salah satu dari pasangan ini menang, apakah kejadian serupa tidak akan terulang yang ujung-ujungnya akan merugikan rakyat Bali.

Dan kalu tidak salah, masih ada beberapa debat lain yang akan kembali disiarkan oleh stasiun televisi baik nasional maupun lokal. Semoga saja kedua pasangan bisa tampil lebih baik lagi dalam menyampaikan ide-ide mereka untuk Bali lima tahun ke depan. Bukan hanya saling serang soal apa yang sudah terjadi di masa lalu hanya demi meraih posisi orang nomor satu di Bali. Semoga juga kedua pasangan tidak mengganggap remeh acara debat seperti ini dan hanya mengandalkan kampanye pengerahan massa.

Mari kita tunggu saja seperti apa hasil PilGub Bali 2013 nanti. Sekali lagi saya mengingatkan bahwa tulisan ini murni opini pribadi yang tidak bermaksud mendukung atau pun menjelekkan salah satu pihak.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

4 comments

  1. yudi says:

    pokokne jangan lupa tanggal 15 coblos gambarnya dengan PAS dan pilihan yang PASTI. jangan ragu2.
    yudi´s last blog post ..Kilas Balik 1 1/2 tahun menekuni Affiliate Marketing

  2. Cahya says:

    Boleh ndak bawa foto sendiri buat dicoblos ya? :D.
    Cahya´s last blog post ..Mengapa Kita Berciuman?

Leave a Reply

CommentLuv badge