Curhat di Internet

Jaman sekarang internet memang bukan barang yang asing lagi, khususnya di kota-kota besar termasuk di daerah saya. Walaupun masih berada di kalangan tertentu, tapi dibandingkan beberapa tahun yang lalu internet saat ini bisa dikatakan berkembang jauh lebih pesat. Apa sebabnya?

Menurut saya kombinasi antara jejaring sosial dan akses internet dari perangkat mobile merupakan pasangan yang hebat sehingga membuat siapapun kini bisa berada di internet. Apalagi jejaring sosial sebut saja Facebook menyediakan versi mobile yang membuat para pengguna awam pun bisa ikutan. Ditambah lagi dengan adanya “ponsel pintar” yang semakin memanjakan penggunanya untuk mengakses internet khususnya jejaring sosial.

Lalu, apa sih yang kita lakukan di jejaring sosial? Tentu saja banyak hal, mulai dari saling sapa dengan teman, berkenalan dengan orang lain, saling berkomentar baik di status ataupun foto. Dan masih banyak lagi, saya membayangkan kehidupan di dunia maya sudah semakin mendekati kehidupan dunia nyata. Bedanya cuma kita tidak bertemu langsung dan bertatap muka dengan orang lain.

Nah, karena tidak bertemu dengan orang lain inilah menyebabkan sebagian orang (mungkin termasuk saya) merasa lebih nyaman untuk “berbicara”. Maka tidak jarang jejaring sosial kita gunakan sebagai ajang curhat. Maka di kolom “apa yang sedang anda pikirkan” pun diisi benar-benar sesuai dengan apa yang ada di otak.

Saat senang berkata senang, saat sedih pun demikian. Saat marah pun kita membuat status marah, bahkan terkadang menyindir atau blak-blakan mencaci-maki orang yang dimaksud. Entahlah, apakah hal ini sesuatu yang baik atau bukan. Yang jelas belakangan ini saya terkadang senyum-senyum saja melihat teman, saudara atau kerabat yang masih “curhat” hal yang sepertinya terlalu pribadi di jejaring sosial.

Dan saya sendiri pun berusaha sekuat tenaga untuk tidak seperti itu, karena saya membayangkan bagaimana reaksi orang lain ketika saya marah dan kesel pada seseorang lalu saya menyindir habis-habisan orang itu di status saya. Apalagi yang kita sindir itu adalah orang terdekat atau orang-orang yang sehari-hari berada di sekitar kita.

Tapi jujur saja, saya tidak munafik. Saya akui rasanya memang nikmat sekali bisa berbuat seperti itu, saya katakan nikmat karena saya juga pernah melakukannya. Dan rasanya jejaring sosial sangat memungkinkan kita untuk curhat, bahkan mungkin ada yang berkata memang itulah fungsi jejaring sosial.

Entahlah, mungkin salah satu fungsi dunia maya memang untuk curhat, termasuk apa yang anda baca ini merupakan salah satu bentuk curhat.

Bagaimana pendapat anda?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

17 thoughts on “Curhat di Internet

  1. eh, yg tdi di twitter y? hehehe
    dlu waktu follower twitter sya blum nympe 100, asyik bgt rasanya nyampah total!tapi sekrang udah ckup anyak…jdi bijak2lah menunjukkan emosi…hehehe
    tapi sesekali ga apa2 kok.. :D

  2. BetUl juga mas, mlh lbh parah lg byk orang mengatasnamakan kebebasan berinternet untuk menuliskan sesuatu yg sebenarnya tidak pantas di jejaring sosial

  3. Menyindir itu menyenangkan :). Kalau sudah sama-sama paham, paling saling lempar senyum saja :D.

    Hanya saja tidak semua bisa dewasa saat saling bertegur sapa. Nah, dimaklumi saja.

  4. Kalau saya sih tergantung sikon.
    Kalau sama teman-teman dekat, misalnya di BBM saya tidak masalah curhat or agak2 sindir2an pedes.
    Tapi di FB gak, malah jarang sekali buat status. Saya sendiri gak begitu suka sih klo ada teman yg marah2 ampe maki2 di status…
    Klo di twitter, menurut saya masih bisa ditolerir, karena twitter bs dibilang t4 curhat mini, jadi klo mo marah, biasanya kan spontan ya, dan umumnya ga butuh komentar, krn cuma sekedar shout. Klo di FB itu rata2 kan orang minta perhatian :p.

  5. apalagi dengan adanya bb dsb :(
    semua makin tanpa batas lagi.. tinggal bagaimana kita bijak memilah dan memilih mana yg pantas dan mana yg tidak semestinya kita umbar kan :p

  6. Social media bagamainapun adalah hal baru bagi semua pihak, Bli!

    Seperti yang kamu ungkapkan soal bagaimana kita harus menahan diri, akupun setuju dengan itu.

    Pendapatku, kita harus menghadapi dan menyikapi fenomena socmed ini dengan bijaksana dan biarkan proses ini bekerja secara natural, pada akhirnya nanti aturan yang terbaik yang akan berlaku.

    Selamat ber-social media!

  7. hai aq echa gue bingung knpa sih setiap cowok yang deketin ataugebetan gue dia pasti pergi tinggalin aq kenapa yajawab donk!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *