<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadewira.com &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://imadewira.com/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadewira.com</link>
	<description>mari membaca mari menulis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:16:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bersikap Kepada Pengemis</title>
		<link>http://imadewira.com/bersikap-kepada-pengemis/</link>
		<comments>http://imadewira.com/bersikap-kepada-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 09:06:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2657</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian ini saya lihat kemarin, ketika saya berhenti di traffic light persimpangan jalan Sunset Road dan jalan Imam Bonjol. Belakangan ini disana memang semakin banyak pengemis, entah apa penyebabnya. Yang lebih menyedihkan sebagian besar dari pengemis itu adalah anak kecil, mungkin umurnya sekitar 5 atau 6 tahun. Ditambah lagi pengemis kecil itu menggendong anak umur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kejadian ini saya lihat kemarin, ketika saya berhenti di traffic light persimpangan jalan Sunset Road dan jalan Imam Bonjol. Belakangan ini disana memang semakin banyak pengemis, entah apa penyebabnya. Yang lebih menyedihkan sebagian besar dari pengemis itu adalah anak kecil, mungkin umurnya sekitar 5 atau 6 tahun. Ditambah lagi pengemis kecil itu menggendong anak umur dibawah 1 tahun yang tertidur pulas.</p>
<p><span id="more-2657"></span>Saya bahkan pernah melihat dalam kondisi hujan gerimis, para pengemis cilik itu masih mengemis disana dan menggendong bayi. Benar-benar kondisi yang membuat saya kasihan. Saya akui mereka telah berhasil membuat saya kasihan dan tujuan awal mereka telah berhasil dilaksanakan. Syukurlah rasa kasihan itu tidak sampai membuat saya memberikan uang atau sesuatu kepada mereka.</p>
<p>Saya telah menetapkan diri dalam hati saya tidak memberikan apa-apa lagi kepada pengemis. Saya setuju bahwa memberikan sesuatu kepada pengemis adalah tindakan yang kurang pas. Itu sama saja dengan mengajarkan yang tidak baik bagi mereka, mengajarkan pengemis untuk tetap menjadi pengemis. Tapi rasa kasihan tetap ada dalam hati saya. Justru karena kasihanlah saya tidak mau memberikan apa-apa kepada pengemis itu.</p>
<p>Nah, kejadian yang saya lihat kemarin itu adalah seorang Bapak pengendara motor membentak seorang pengemis cilik, entah apa yang dilakukan pengemis itu sehingga Bapak itu membentaknya. Saya cukup kaget melihat ada orang yang demikian tega membentak pengemis cilik itu. Mungkin Bapak itu punya alasan atau pengalaman buruk dengan pengemis. Dan mungkin pengemis telah membuatnya jengkel.</p>
<p>Tapi melihat kejadian itu saya merasa benar-benar kasihan, anak sekecil itu dibentak orang lain di tempat umum. Namun saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya diam melihat kejadian yang terjadi sekilas di depan saya itu. Saya juga tidak bisa berkomentar lebih jauh tentang apakah Bapak itu salah atau tidak, apakah pengemis yang dibentak itu patut dibela atau tidak, saya tidak tahu. Tapi yang jelas, saya kasihan kepada pengemis itu.</p>
<p>Rasa kasihan yang mendalam kepada pengemis khususnya yang masih anak-anak apalagi balita dan bayi yang diajak mengemis saya rasakan semenjak saya memiliki anak. Entahlah, begitu melihat pengemis cilik itu apalagi yang seumuran anak saya, saya langsung teringat anak saya dirumah.</p>
<p>Saya selalu bersyukur bahwa saya dan anak saya diberikan nasib yang lebih baik dari pengemis itu. Maksud saya nasib yang lebih baik dalam pandangan saya, karena sebenarnya belum tentu pengemis itu setuju bahwa nasibnya dikatakan lebih buruk dari saya. Juga apa yang akan terjadi besok tidak pernah ada yang tahu. Jadi saya bersyukur terhadap apa yang sudah saya alami dan capai sampai detik ini.</p>
<p>Sebenarnya saya tidak ingin egois, rasa ingin membantu tentu saja ada. Tapi saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu pengemis itu. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan untuk membantu pengemis itu adalah dengan diam. Diam? Ya, diam. Saya tidak akan memberi apa-apa kepada pengemis itu, dengan cara itu saya berharap pengemis itu akan berhenti melakukan pekerjaan mengemis dan mencari sesuatu hal lain yang bisa dijadikan sumber pencarian.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/3c-putri-impian/' title='3C &#8211; Putri Impian'>3C &#8211; Putri Impian</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/pengemis-dan-tukang-potong-rambut/' title='Pengemis dan Tukang Potong Rambut'>Pengemis dan Tukang Potong Rambut</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/pengempu/' title='Pengempu'>Pengempu</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/menikmati-dan-mensyukuri-memiliki-anak/' title='Menikmati dan Mensyukuri  Memiliki Anak'>Menikmati dan Mensyukuri  Memiliki Anak</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/lirik-lagu-anak-anak-gending-rare-daerah-bali/' title='Lirik Lagu Anak-Anak (Gending Rare) Daerah Bali'>Lirik Lagu Anak-Anak (Gending Rare) Daerah Bali</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fbersikap-kepada-pengemis%2F&amp;title=Bersikap%20Kepada%20Pengemis" id="wpa2a_2"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/bersikap-kepada-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mencegah Batu Ginjal</title>
		<link>http://imadewira.com/tips-mencegah-batu-ginjal/</link>
		<comments>http://imadewira.com/tips-mencegah-batu-ginjal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 03:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[batu ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[ESWL]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[URS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2630</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum saya menuliskan tips mencegah batu ginjal, saya tekankan disini saya bukanlah seorang dokter atau pun berkecimpung di bidang kesehatan. Tips mencegah batu ginjal ini coba saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang pasien yang menderita batu ginjal. Cerita selengkapnya tentang bagaimana pengalaman saya dengan batu ginjal dan batu pada ureter serta operasi URS (Ureteroscopy) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2012/01/batu-ginjal-ureter.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2644" title="batu-ginjal-&amp;-ureter" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2012/01/batu-ginjal-ureter.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Sebelum saya menuliskan tips mencegah batu ginjal, saya tekankan disini saya bukanlah seorang dokter atau pun berkecimpung di bidang kesehatan. Tips mencegah batu ginjal ini coba saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya sebagai seorang pasien yang menderita batu ginjal.</p>
<p><span id="more-2630"></span>Cerita selengkapnya tentang bagaimana pengalaman saya dengan batu ginjal dan batu pada ureter serta operasi <a href="http://www.mitrakeluarga.com/bekasibarat/urs-ureterorenoscopy/" target="_blank">URS</a> (Ureteroscopy) dan <a href="http://indonesiaindonesia.com/f/14197-eswl-menghancurkan-batu-ginjal-luar-tubuh/" target="_blank">ESWL</a> (Extracorporeal Shock Wave Lithotriptor) yang saya jalani, silahkan simak link dibawah ini :</p>
<ul>
<li><a href="http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-1/" target="_blank">http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-1/</a></li>
<li><a href="http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-2/" target="_blank">http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-2/</a></li>
<li><a href="http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-3/" target="_blank">http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-3/</a></li>
</ul>
<p>Tips mencegah batu ginjal ini saya dapatkan dari dokter yang menangani saya ketika mengalami batu ginjal beberapa waktu yang lalu. Dokter memberikan tips ini kepada saya setelah saya menjalani operasi URS dan ESWL untuk menghilangkan batu pada ginjal dan ureter saya. Dan berikut ini adalah tips mencegah batu ginjal yang disarankan oleh dokter kepada saya :</p>
<ol>
<li>Banyak minum air putih, minimal 3 liter per hari, kalau bisa sampai 4 liter</li>
<li>Banyak olahraga terutama lari, kalau bisa minimal 3 kali seminggu. Kalau bisa olahraga yang banyak loncat-loncat.</li>
<li>Kurangi/hindari makan daging (kambing, babi, sapi) dan juga jeroan (mengandung asam urat).</li>
<li>Kurangi/hindari makan ikan laut, kalau terpaksa kurangi garamnya</li>
<li>Hindari makan kacang-kacangan</li>
</ol>
<p>Mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut tentang tips mencegah batu ginjal ini. Yang jelas saya sendiri setelah sembuh akan mencoba menjalan saran dari dokter yang menangani saya itu dan semoga batu ginjal saya itu tidak kambuh lagi.</p>
<p>Foto diambil dari <a href="http://annurhospital.com/web/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=128:batu-ginjal&amp;catid=51:healthy-news&amp;Itemid=119" target="_blank">annurhospital.com</a><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-3/' title='Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #3'>Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #3</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-2/' title='Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #2'>Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #2</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/operasi-batu-ginjal-urs-dan-eswl-1/' title='Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #1'>Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #1</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/alasan-memilih-bulutangkis/' title='Alasan Memilih Bulutangkis'>Alasan Memilih Bulutangkis</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Ftips-mencegah-batu-ginjal%2F&amp;title=Tips%20Mencegah%20Batu%20Ginjal" id="wpa2a_4"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/tips-mencegah-batu-ginjal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru 2012</title>
		<link>http://imadewira.com/selamat-tahun-baru-2012/</link>
		<comments>http://imadewira.com/selamat-tahun-baru-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 01:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2620</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Selamat Tahun Baru&#8221; &#8220;Happy New Year&#8221; &#8220;Rahajeng Warsa Anyar&#8221; Baca Juga: Selamat Tahun Baru 2010 Nothing Special, Just Another Busy Monday Catatan Akhir Tahun 2011 Tahun Baru dan Kembang Api Selamat Tahun Baru 2011]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: center;">&#8220;Selamat Tahun Baru&#8221;</h2>
<h2 style="text-align: center;">&#8220;Happy New Year&#8221;</h2>
<h2 style="text-align: center;">&#8220;Rahajeng Warsa Anyar&#8221;</h2>
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-tahun-baru-2010/' title='Selamat Tahun Baru 2010'>Selamat Tahun Baru 2010</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/nothing-special-just-another-busy-monday/' title='Nothing Special, Just Another Busy Monday'>Nothing Special, Just Another Busy Monday</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/catatan-akhir-tahun-2011/' title='Catatan Akhir Tahun 2011'>Catatan Akhir Tahun 2011</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tahun-baru-dan-kembang-api/' title='Tahun Baru dan Kembang Api'>Tahun Baru dan Kembang Api</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-tahun-baru-2011/' title='Selamat Tahun Baru 2011'>Selamat Tahun Baru 2011</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fselamat-tahun-baru-2012%2F&amp;title=Selamat%20Tahun%20Baru%202012" id="wpa2a_6"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/selamat-tahun-baru-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru dan Kembang Api</title>
		<link>http://imadewira.com/tahun-baru-dan-kembang-api/</link>
		<comments>http://imadewira.com/tahun-baru-dan-kembang-api/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 01:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kembang api]]></category>
		<category><![CDATA[petasan]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2612</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa tahun baru 2012 sudah beberapa hari lagi, baru kemarin rasanya tahun baru 2011. Seperti tahun-tahun sebelumnya orang-orang pun melakukan berbagai hal menyambut pergantian tahun. Begitu juga di Bali, turis baik asing maupun domestik menyerbu Bali yang merupakan salah satu objek wisata yang sudah terkenal. Eh, tapi saya bukan ingin membicarakan itu. Saya ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak terasa tahun baru 2012 sudah beberapa hari lagi, baru kemarin rasanya tahun baru 2011. Seperti tahun-tahun sebelumnya orang-orang pun melakukan berbagai hal menyambut pergantian tahun. Begitu juga di Bali, turis baik asing maupun domestik menyerbu Bali yang merupakan salah satu objek wisata yang sudah terkenal. Eh, tapi saya bukan ingin membicarakan itu.</p>
<p><span id="more-2612"></span>Saya ingin membicarakan tentang kembang api, mercon, petasan yang merupakan salah satu ciri khas dalam menyambut tahun baru. Biasanya di malam tahun baru, khususnya menjelang tengah malam apalagi tepat ketika pergantian tahun, kita sudah lumrah mendengar suara terompet dan ledakan petasan serta kembang api.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi di Bali khususnya sejak dua tahun lalu menurut saya sudah berlebihan. Kembang api sudah dijual lebih dari sebulan sebelum tahun baru. Masyarakat pun sudah mulai bermain kembang api jauh hari sebelum tahun baru. Seperti tidak mengenal waktu, malam, siang, sore, pagi, ada saja suara petasan dan kembang api yang terdengar.</p>
<p>Di jejaring sosial tidak sedikit yang saya baca yang mengecam mereka yang sudah bermain kembang api jauh sebelum tahun baru. Saya pun maklum, bahkan saya sendiri sebenarnya cukup terganggu dengan suara-suara petasan dan kembang api yang tidak kenal waktu itu. Apalagi saya adalah salah satu orang tua yang masih memiliki balita.</p>
<p>Tapi sementara ini saya belum sampai melakukan komplain secara langsung kepada tetangga atau siapapun yang bermain kembang api. Perasaan jengkel masih saya simpan dalam hati, karena marah-marah sepertinya tidak ada gunanya. Walaupun kadang saya tetap kaget dengan suara kembang api dan petasan itu. Rasanya seperti sedang berada di medan perang.</p>
<p>Saya juga mencoba membayangkan bagaimana jika saya berada di posisi mereka, menjadi orang tua yang memiliki anak laki-laki yang merengek meminta dibelikan petasan. Di rumah, kebetulan saya memiliki dua keponakan laki-laki. Untunglah kakak saya sudah berkomitmen untuk tidak mengijinkan mereka membeli dan bermain kembang api, kecuali tiba saatnya nanti menjelang tahun baru. Saya rasa ini langkah bagus untuk memulai sesuatu dari diri sendiri di tingkat keluarga.</p>
<p>Harga kembang api selain cukup mahal untuk dijadikan mainan sehari-hari bagi anak kecil, juga cukup berbahaya jika tanpa pengawasan orang dewasa. Bahkan dimainkan oleh orang dewasa pun belum tentu aman sepenuhnya, saya tetap memiliki sedikit rasa khawatir. Untunglah selama ini di setiap malam tahun baru tidak ada kejadian apa-apa yang kami alami ketika bermain kembang api.</p>
<p>Namun saya tidak munafik, bermain kembang api memang mengasikkan. Mendengar suara ledakan dan kembang api yang bertaburan di malam hari memang menyenangkan. Tapi ketika sesuatu yang mengasikkan itu dilakukan secara berlebihan, tentunya itu tidak baik. Mohon maaf ini hanya opini saya, apa yang rasa berlebihan itu hanya menurut saya pribadi dan jika mungkin bagi orang lain itu masih wajar ya silahkan.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/catatan-akhir-tahun-2011/' title='Catatan Akhir Tahun 2011'>Catatan Akhir Tahun 2011</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-tahun-baru-2011/' title='Selamat Tahun Baru 2011'>Selamat Tahun Baru 2011</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/kilas-balik-tahun-2010/' title='Kilas Balik Tahun 2010'>Kilas Balik Tahun 2010</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tulisan-akhir-tahun/' title='Tulisan Akhir Tahun?'>Tulisan Akhir Tahun?</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/page-rank-3-kado-tahun-baru/' title='Page Rank 3 : Kado Tahun Baru'>Page Rank 3 : Kado Tahun Baru</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Ftahun-baru-dan-kembang-api%2F&amp;title=Tahun%20Baru%20dan%20Kembang%20Api" id="wpa2a_8"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/tahun-baru-dan-kembang-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencoba Bijak Berjejaring Sosial</title>
		<link>http://imadewira.com/mencoba-bijak-berjejaring-sosial/</link>
		<comments>http://imadewira.com/mencoba-bijak-berjejaring-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 04:45:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bijaksana]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2535</guid>
		<description><![CDATA[Dunia internet atau lebih dikenal dengan dunia maya saat ini khususnya di Indonesia sudah semakin memasyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kehadiran situs jejaring sosial. Kita harus akui situs jejaring sosial telah mengenalkan masyarakat sesuatu yang baru, sesuatu yang begitu menggoda di dunia internet. Kalau beberapa tahun yang lalu pengguna atau pengakses internet hanya kalangan tertentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2545" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/12/Facebook-Twitter.jpg"><img class="size-full wp-image-2545" title="Facebook-Twitter" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/12/Facebook-Twitter.jpg" alt="" width="450" height="272" /></a><p class="wp-caption-text">statusmu harimaumu</p></div>
<p>Dunia internet atau lebih dikenal dengan dunia maya saat ini khususnya di Indonesia sudah semakin memasyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kehadiran situs jejaring sosial. Kita harus akui situs jejaring sosial telah mengenalkan masyarakat sesuatu yang baru, sesuatu yang begitu menggoda di dunia internet.</p>
<p>Kalau beberapa tahun yang lalu pengguna atau pengakses internet hanya kalangan tertentu seperti mahasiswa dan mereka yang bergelut di bidang IT, kini bahkan mereka yang tidak pernah menyentuh komputer pun bisa menjadi pengguna internet. Semua itu berkat kehadiran situs jejaring sosial. Memang ada faktor lain sepertinya semakin mudahnya internet diakses melalui perangkat mobile seperti handphone. Ditambah lagi situs jejaring sosial yang menyediakan versi mobile bahkan bisa diakses melalui SMS.</p>
<p><span id="more-2535"></span>Nah, kalau membicarakan situs jejaring sosial maka yang paling mudah terbayang di otak mungkin adalah Facebook, mungkin juga Twitter. Sebenarnya masih ada banyak situs jejaring sosial lain termasuk yang terakhir cukup heboh dibicarakan adalah Google+. Tapi untuk saat ini rupanya Facebook masih menjadi yang paling dikenal. Bahkan sampai ada yang mengidentikkan internet dengan Facebook. Sama seperti ketika orang menyamakan internet dengan website.</p>
<p>Namun di balik semua kehebatan situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, tentu memiliki kekurangan. Khususnya saat kita sebagai pengguna tidak mampu menggunakannya secara bijak. Ibarat pisau bermata dua, Twitter dan Facebook juga bisa melukai penggunanya sendiri. Tidak perlulah disebutkan satu persatu masalah yang pernah muncul gara-gara sesuatu yang berawal dari jejaring sosial.</p>
<p>Itu baru masalah yang muncul dan diketahui orang banyak karena tersebar melalui media massa seperti televisi atau portal berita di internet. Sebenarnya masih banyak masalah yang lain, karena berawal dari situs jejaring sosial pula.</p>
<p>Hebatnya situs jejaring sosial adalah mampu membuat penggunanya menuliskan/menyampaikan apa yang sedang mereka pikirkan, bahkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu diketahui oleh semua orang. Saya benci dengan si A, saya benci ibu saya, saya benci atasan saya. Si A teman saya sedang ada main dengan si B, kampret emang orang itu berani-beraninya menghina saya, dan seterusnya dan seterusnya..</p>
<p>Kita (<em>saya menggunakan kata &#8216;kita&#8217; yang artinya saya ikut didalamnya</em>) kadang lupa bahwa tidak semua isi pikiran bisa kita tuangkan kepada sebuah &#8220;<em>dinding</em>&#8220;. Tidak semua perasaan apalagi yang isinya sumpah serapah bisa kita coretkan pada <em>dinding</em> orang lain. Entahlah, memang rasanya nyaman saat semua uneg-uneg kita keluarkan dari otak, tapi apakah menuliskan di <em>dinding rumah </em>adalah sebuah pilihan bijak?</p>
<p>Saya membayangkan, itu seharusnya sama seperti misalnya saat kita sedang bertengkar dirumah dengan orang tua atau saudara lalu kita berteriak sehingga terdengar oleh orang satu kampung. Apakah itu menyenangkan?</p>
<p>Memang butuh sebuah kebijaksanaan dan kontrol dari kita sendiri tentang mana dan apa saja yang sebaiknya kita share di dunia maya dan mana yang sebaiknya hanya diketahui oleh kita dan orang-orang tertentu di dunia nyata. Butuh waktu juga untuk menyadari bahwa apa yang telah kita coretkan di masa lalu adalah sebuah cara yang kurang bijak. Saya tidak menggurui, dan saya juga bisa menulis seperti ini karena pernah melakukannya di masa lalu.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/curhat-di-internet/' title='Curhat di Internet'>Curhat di Internet</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/stpnusadua-stp-nusa-dua-bali-on-twitter/' title='@stpnusadua : STP Nusa Dua Bali on Twitter'>@stpnusadua : STP Nusa Dua Bali on Twitter</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/jejaring-sosial-friendster-vs-facebook-vs-twitter/' title='Jejaring Sosial : Friendster vs Facebook vs Twitter'>Jejaring Sosial : Friendster vs Facebook vs Twitter</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/menilai-sebuah-blog/' title='Menilai Sebuah Blog'>Menilai Sebuah Blog</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tweet-otomatis-tulisan-lama-dengan-plugin-tweet-old-post/' title='Tweet Otomatis Tulisan Lama Dengan Plugin Tweet Old Post'>Tweet Otomatis Tulisan Lama Dengan Plugin Tweet Old Post</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fmencoba-bijak-berjejaring-sosial%2F&amp;title=Mencoba%20Bijak%20Berjejaring%20Sosial" id="wpa2a_10"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/mencoba-bijak-berjejaring-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Nasionalisme</title>
		<link>http://imadewira.com/tentang-nasionalisme/</link>
		<comments>http://imadewira.com/tentang-nasionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:36:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2511</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya menghadiri sebuah pelatihan. Jujur saja saya sendiri bingung itu sebuah pelatihan, seminar atau apa karena isinya hanya ceramah dari dua orang narasumber atau pembicara. Saya tidak akan ceritakan lebih detail tentang acaranya, yang jelas topiknya tentang kepemudaan. Dan saya hadir disana mewakili karang taruna dari kelurahan saya. Pembicara pertama dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya menghadiri sebuah pelatihan. Jujur saja saya sendiri bingung itu sebuah pelatihan, seminar atau apa karena isinya hanya ceramah dari dua orang narasumber atau pembicara. Saya tidak akan ceritakan lebih detail tentang acaranya, yang jelas topiknya tentang kepemudaan. Dan saya hadir disana mewakili karang taruna dari kelurahan saya.</p>
<p><span id="more-2511"></span>Pembicara pertama dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali. Dia menyampaikan materi tentang pemuda, mulai dari UU Kepemudaan dan lain sebagainya. Sambil mendengarkan materi yang mirip ceramah itu saya mencoba konsentrasi dengan membuat catatan-catatan kecil. Hingga ada hal menarik yang disampaikan oleh pembicara yaitu masalah nasionalisme.</p>
<p>Dia mengatakan salah satu masalah dalam generasi muda saat ini adalah merosotnya rasa nasionalisme. Oke, ini saya setuju. Tapi saya terperangah ketika dia memberikan contoh. Pembicara hanya memberikan satu contoh saja. Dia mencontohkan rasa nasionalisme adalah ketika memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih saat upacara bendera. Menurutnya saat ini banyak pemuda yang hormat sambil &#8220;kaskas-keskes&#8221; (menggaruk-garuk badan), ada juga yang sambil menerima telepon.</p>
<p>Walah, saya kaget, apakah tidak ada contoh lain yang lebih masuk akal? Menurut saya apa yang disampaikan pembicara ini keliru dan kurang pas. Pertama, rasanya saya tidak pernah melihat orang upacara ketika hormat bendera sambil menerima telepon. Kedua, kalaupun agak menggaruk badan rasanya itu manusiawi dan tidak pernah saya melihat yang parah. Ketiga, kalau nasionalisme hanya diukur dengan cara hormat bendera saat upacara bendera, itu benar-benar jauh panggang dari api, pemikiran yang sempit.</p>
<p>Okelah itu hanya salah satu contoh, tapi saya sangat berharap pembicara memberikan contoh lain yang lebih konkret. Misalnya bagaimana pemuda membeli sebuah produk, apakah memilih produk dalam negeri atau barang impor. Atau bagaimana reaksi pemuda ketika negaranya dilecehkan oleh orang luar negeri. Atau contoh kecil saja, apakah sehari-hari pemuda sudah taat berlalu-lintas, menurut itu juga bagian dari nasionalisme. Apalagi kalau bisa menghindari perilaku korupsi, itu sangat nasionalis!</p>
<p>Bukan bermaksud menggurui, tapi saya merasa pembicara keliru memberikan contoh bagaimana seharusnya pemuda menunjukkan nasionalisme. Apalagi peserta yang hadir disana adalah perwakilan karang taruna dari berbagai kelurahan serta para ketua pemuda dari berbagai banjar (banjar = setingkat RT/RW). Bisa jadi pola pikir ini akan menyebar kepada para pemuda lainnya.</p>
<p>Di akhir sesi sebenarnya saya sudah menyiapkan beberapa pertanyaan, diantaranya &#8220;<em>menurut bapak bagaimana seharusnya pemuda menunjukkan nasionalisme</em>? <em>Menurut bapak apa pengertian nasionalisme</em>?&#8221;. Tapi sayang seribu sayang, pembicara sama sekali tidak memberikan kesempatan tanya jawab.</p>
<p>Ya, jadilah saya hanya curhat disini..<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/pro-kontra-vote-komodo-dalam-new-7-wonders/' title='Pro Kontra Vote Komodo Dalam New 7 Wonders'>Pro Kontra Vote Komodo Dalam New 7 Wonders</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/jika-indonesia-masuk-putaran-final-piala-dunia/' title='Jika Indonesia Masuk Putaran Final Piala Dunia'>Jika Indonesia Masuk Putaran Final Piala Dunia</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Ftentang-nasionalisme%2F&amp;title=Tentang%20Nasionalisme" id="wpa2a_12"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/tentang-nasionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pro Kontra Vote Komodo Dalam New 7 Wonders</title>
		<link>http://imadewira.com/pro-kontra-vote-komodo-dalam-new-7-wonders/</link>
		<comments>http://imadewira.com/pro-kontra-vote-komodo-dalam-new-7-wonders/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 02:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[komodo]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[new 7 wonders]]></category>
		<category><![CDATA[pulau komodo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2488</guid>
		<description><![CDATA[Masalah Vote Komodo dalam New 7 Wonders belakangan ini menjadi pro dan kontra. Masyarakat seperti dibuat bingung, bahkan sampai saat ini banyak yang tidak tahu menahu dan asal ikut-ikutan saja mengirim SMS untuk mendukung Pulau Komodo masuk dalam New 7 Wonders atau yang disingkat N7W. Nah, sebelum menjadi semakin bingung, untuk yang belum tahu silahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah Vote Komodo dalam New 7 Wonders belakangan ini menjadi pro dan kontra. Masyarakat seperti dibuat bingung, bahkan sampai saat ini banyak yang tidak tahu menahu dan asal ikut-ikutan saja mengirim SMS untuk mendukung Pulau Komodo masuk dalam New 7 Wonders atau yang disingkat N7W. Nah, sebelum menjadi semakin bingung, untuk yang belum tahu silahkan simak beberapa berita berikut ini :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/01/140959/1757373/10/djoko-susilo-mari-promosikan-pulau-komodo-tanpa-new7wonders" target="_blank">Djoko Susilo: Mari Promosikan Pulau Komodo Tanpa New7Wonders</a></li>
<li><a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/01/110518/1757187/10/kejanggalan-panitia-new7-wonders-versi-kbri-bern?nd992203605" target="_blank">Kejanggalan Panitia New7 Wonders Versi KBRI Bern</a></li>
<li><a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/08/163219/1763092/10/?992204topnews" target="_blank">KBRI Bern: New7Wonders Perusahaan Bangkrut</a></li>
</ul>
<p>Dan masih banyak berita-berita terkait lainnya di halaman tersebut. Hampir semua berita memang menyudutkan penyelenggara N7W dan membuat saya semakin tidak percaya dengan N7W. Tapi walaupun begitu, tidak ada maksud apa-apa dalam tulisan saya ini, saya hanya berusaha menyebarkan berita dari sumber yang saya anggap dapat dipercaya.<span id="more-2488"></span>Vote Komodo ini pada awalnya saya ketahui dari banyaknya broadcast yang masuk melalui perangkat BlackBerry saya, baik melalui private message maupun di grup-grup yang saya ikuti. Selain saya memang tidak suka prilaku yang asal broadcast seperti itu, saya juga tidak yakin dengan pesan yang disampaikan melalui broadcast karena sumbernya sulit untuk dipercaya.</p>
<p>Ditambah lagi saya memang tidak suka mengikuti polling melalui SMS semacam itu. Bagi saya itu buang-buang pulsa saja. Apalagi ini dilakukan untuk menentukan sebuah kompetisi yang menyangkut nama negara. Saya rasa memenangkan Pulau Komodo harus dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya, maka secara logika siapa yang paling banyak punya uang maka dialah yang menang. Cara seperti ini menurut saya tidak fair. Okelah kalau itu dilakukan untuk acara semacam Indonesian Idol atau Big Brother.</p>
<p>Apalagi belakangan muncul berita bahwa sebenarnya mengirim SMS untuk vote Komodo itu sebenarnya kita belum melakukan Vote, karena vote hanya dapat dilakukan via website dengan menyertakan alamat email dan data-data lainnya. Serta berlaku <em>one man one vote</em>, bukan dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya. Lebih lengkapnya silahkan simak link berikut :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/07/200325/1762307/10/pakar-telematika-ungkap-keanehan-sms-vote-komodo?nd992203605" target="_blank">Pakar Telematika Ungkap Keanehan SMS Vote Komodo</a></li>
</ul>
<p>Nah, saya rasa itu saja penjelasannya sudah cukup. Kalau alasan kita adalah nasionalisme, ah rasanya masih jauh. Jika masalah SMS Vote Komodo dikaitkan dengan nasionalisme, rasanya sangat mentah. Mengapa baru bicara nasionalisme untuk mendukung Pulau Komodo saja, masih banyak kekayaan alam dan budaya lain yang perlu kita lestarikan, tentunya termasuk pulau Komodo.</p>
<p>Lagipula menunjukkan rasa nasionalisme tidak harus dan tidak cukup hanya dengan mengirim SMS Vote Komodo. Banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta terhadap negeri ini, dengan mentaati lalu lintas misalnya. Berhenti pada lampu merah saat berkendara, menghormati pengguna jalan lainnya adalah hal-hal kecil yang sangat bermanfaat dan tentunya juga masuk dalam nasionalisme. Apalagi jika kita bisa menjauhkan diri dari tindakan korupsi, itu sangat nasionalis.</p>
<p>Yang disayangkan disini adalah prilaku asal ikut-ikutan tanpa mengetahui jelas sumber informasi. Asal ikut mengirim SMS tanpa tahu tarif dan kemana larinya uang yang kita kirimkan. Tapi itu belum seberapa karena yang digunakan adalah uang sendiri, sehingga resiko ditanggung sendiri. Parahnya adalah ketika kita menyebar informasi mengajak orang lain ikut mengirim SMS, sama saja dengan mengajak orang lain melakukan perbuatan yang kita sendiri tidak tahu resikonya. Apalagi mengajak orang lain mendukung via SMS sementara kita sendiri tidak mengirim SMS, wah parah..</p>
<p>Ah, tapi semuanya kembali ke diri masing-masing. Setiap orang punya cara pandang dan pendapat masing-masing. Mau tetap mengirim SMS vote Komodo silahkan, atau tidak ikut-ikutan dalam polling via SMS seperti itu juga silahkan.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/jika-indonesia-masuk-putaran-final-piala-dunia/' title='Jika Indonesia Masuk Putaran Final Piala Dunia'>Jika Indonesia Masuk Putaran Final Piala Dunia</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/juara-umum-sea-games-tanpa-medali-emas-sepakbola/' title='Juara Umum SEA Games Tanpa Medali Emas Sepakbola'>Juara Umum SEA Games Tanpa Medali Emas Sepakbola</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/merdeka/' title='Merdeka!'>Merdeka!</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/ingin-menang-harus-siap-kalah/' title='Ingin Menang? Harus Siap Kalah'>Ingin Menang? Harus Siap Kalah</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/indonesia-bantai-laos/' title='Indonesia Bantai Laos'>Indonesia Bantai Laos</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fpro-kontra-vote-komodo-dalam-new-7-wonders%2F&amp;title=Pro%20Kontra%20Vote%20Komodo%20Dalam%20New%207%20Wonders" id="wpa2a_14"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/pro-kontra-vote-komodo-dalam-new-7-wonders/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengemis dan Tukang Potong Rambut</title>
		<link>http://imadewira.com/pengemis-dan-tukang-potong-rambut/</link>
		<comments>http://imadewira.com/pengemis-dan-tukang-potong-rambut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 00:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[maduratna]]></category>
		<category><![CDATA[pengemis]]></category>
		<category><![CDATA[potong rambut]]></category>
		<category><![CDATA[rambut]]></category>
		<category><![CDATA[simbiosis mutualisme]]></category>
		<category><![CDATA[tukang potong rambut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2373</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;MADURATNA&#8221; Itulah kata yang terlintas di benak saya jika ingin memotong dan merapikan rambut. Kata &#8220;maduratna&#8221; sudah menjadi ciri khas nama tukang potong rambut di daerah saya, bahkan kata itu sudah menjadi seperti merk waralaba. Karena nama tempat potong rambut &#8220;maduratna&#8221; tidak cuma ada satu tapi cukup banyak, padahal pemiliknya mungkin tidak saling mengenal. Jaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;MADURATNA&#8221;</p>
<p>Itulah kata yang terlintas di benak saya jika ingin memotong dan merapikan rambut. Kata &#8220;maduratna&#8221; sudah menjadi ciri khas nama tukang potong rambut di daerah saya, bahkan kata itu sudah menjadi seperti merk waralaba. Karena nama tempat potong rambut &#8220;maduratna&#8221; tidak cuma ada satu tapi cukup banyak, padahal pemiliknya mungkin tidak saling mengenal.</p>
<p><span id="more-2373"></span>Jaman saya kecil hingga SMA di daerah saya belum banyak bahkan sangat jarang sekali ada tukang potong rambut semacam &#8220;maduratna&#8221;. Awalnya yang biasa memotong rambut saya adalah Ajik (ayah) saya sendiri. Beliau cukup mahir untuk memotong dan merapikan rambut.</p>
<p>Tapi karena pada waktu itu saya sering merasa hasil atau model potongan rambut Ajik tidak bagus dan kuno, maka saya lalu &#8220;berlangganan&#8221; potong rambut di kakak sepupu yang rumahnya di sebelah rumah saya. Kakak sepupu saya ini juga mahir, enaknya dia mau menuruti apa keinginan saya khususnya dalam model potong rambut yang saya inginkan.</p>
<p>Selain saya, dulu beberapa saudara dan tetangga juga biasa minta tolong kepada kakak sepupu saya itu untuk potong rambut. Ya, saya sebut minta tolong karena semua gratis, hehe. Kakak sepupu saya ini pun melakukan dengan sukarela asalkan ada waktu. Untuk melakukan potong rambut dia hanya menggunakan gunting biasa dan sisir serta silet untuk merapikan.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, saat ini mungkin banyak yang sungkan karena gratis, tidak pernah saya lihat lagi ada yang potong rambut di kakak sepupu saya itu, termasuk saya. Hampir semua sudah beralih ke &#8220;maduratna&#8221;.</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya pergi ke tukang potong rambut langganan saya, biasanya dia hanya bekerja sendiri. Tapi ketika tiba disana, dia sedang melayani orang lain. Saya maunya menunggu tapi ternyata disuruh langsung potong rambut, namun dilayani oleh orang lain. Mungkin temannya.</p>
<p>Awalnya saya sudah khawatir, jangan-jangan tukang potong rambut ini masih belajar. Dan dalam prosesnya, dugaan saya sepertinya benar. Dari caranya memotong rambut saya, dia terlihat sedikit gugup. Syukurlah semua berjalan lancar, proses potong rambut selesai dan saya cukup puas dengan hasilnya.</p>
<p>Dari kejadian itu saya berpikir, kira-kira bagaimana proses seorang tukang potong rambut dalam belajar memotong rambut. Karena tentu tidak ada konsumen yang mau rambutnya dijadikan bahan percobaan. Apalagi jika dia tahu si tukang potong rambut baru belajar, tentu konsumen akan menolak.</p>
<p>Dan kemarin ketika memotong rambut di tempat lain, saya menemukan jawabannya. Saya mendengar langsung percakapan antara seorang tukang potong rambut yang sepertinya sudah mahir dengan temannya yang baru akan belajar memotong rambut. Dan jawabannya adalah&#8230; Pengemis..</p>
<p>Ternyata selama seorang tukang potong rambut dalam belajar menggunakan jasa pengemis. Para pengemis ini akan dipotong dan dirapikan rambutnya secara cuma-cuma, bahkan malah si pengemis akan diberikan upah seribu atau dua ribu rupiah.</p>
<p>Mungkin inilah yang disebut simbiosis mutualisme. Si pengemis tentu mau apalagi diberi uang, dan si tukang potong rambut mendapat &#8220;bahan&#8221; untuk belajar dengan harga murah. Akhirnya pertanyaan saya  terjawab, hehe.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li>Tidak ada artikel terkait</li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fpengemis-dan-tukang-potong-rambut%2F&amp;title=Pengemis%20dan%20Tukang%20Potong%20Rambut" id="wpa2a_16"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/pengemis-dan-tukang-potong-rambut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tampilan SMS Seperti Chatting Pada BlackBerry</title>
		<link>http://imadewira.com/tampilan-sms-seperti-chatting-pada-blackberry/</link>
		<comments>http://imadewira.com/tampilan-sms-seperti-chatting-pada-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 03:49:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[blackberry]]></category>
		<category><![CDATA[handphone]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2321</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya pernah mengalami kejadian dikirimkan sms oleh salah seorang mahasiswa. Lucunya ketika saya balas, si pengirim sms itu malah bertanya balik kepada saya dan sepertinya tidak mengetahui siapa saya. Padahal sebelumnya dia yang mengirim sms kepada saya. Cerita lengkapnya ada di link di bawah ini : http://imadewira.com/sms-mahasiswa/ Nah, kejadian seperti itu mungkin tidak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu saya pernah mengalami kejadian dikirimkan sms oleh salah seorang mahasiswa. Lucunya ketika saya balas, si pengirim sms itu malah bertanya balik kepada saya dan sepertinya tidak mengetahui siapa saya. Padahal sebelumnya dia yang mengirim sms kepada saya. Cerita lengkapnya ada di link di bawah ini :</p>
<p><a href="http://imadewira.com/sms-mahasiswa/" target="_blank">http://imadewira.com/sms-mahasiswa/</a></p>
<p><span id="more-2321"></span>Nah, kejadian seperti itu mungkin tidak akan dia alami jika saja saat itu dia menggunakan handphone yang memiliki tampilan sms seperti chatting. Tampilan sms seperti chatting sudah biasa terdapat pada handphone BlackBerry.</p>
<p>Maaf, saya sama sekali tidak sedang bermaksud promosi BlackBerry atau pun memuji produk BlackBerry. Bahkan saya sendiri pun awalnya tidak mengetahui tampilan sms seperti chatting itu ada pada BlackBerry. Jadi ketika dulu memutuskan untuk membeli BlackBerry alasan saya adalah layanan Push Email dan fasilitas koneksi internet lainnya.</p>
<p>Dan ternyata, tampilan sms seperti chatting yang ada pada BlackBerry sangat membantu saya. Di BlackBerry, tampilan sms mirip dengan chatting, jadi sms dari sebuah nomor akan terkumpul dan terlihat lebih mirip percakapan dalam aplikasi chatting semacam BBM, YM dan lainnya. Jadi kita bisa dengan mudah melihat percakapan sebelumnya dari sebuah nomor.</p>
<p>Tampilan sms seperti chatting ini makin terasa bermanfaat ketika beberapa bulan lalu saya bertugas dalam panitia penerimaan mahasiswa baru di kampus tempat saya bekerja. Saya bertugas menangani peserta yang mendaftar secara online. Dan secara tidak sadar nomor handphone pribadi saya seperti menjadi contact person panitia.</p>
<p>Sebagian besar berkomunikasi melalui sms. Dan dengan tampilan sms seperti chatting yang tersedia di BlackBerry, saya jadi lebih mudah menangani berbagai pertanyaan dan komunikasi dari peserta / calon mahasiswa baru yang jumlahnya cukup banyak.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah di produk lain seperti iPhone atau ponsel dengan Android ada fasilitas seperti ini (<a href="http://www.pandebaik.com/2011/09/28/custom-rom-pilihan-alternatif-penyuka-upgrade-android/" target="_blank">coba tanya bli Pande ah</a>). Yang saya tahu di handphone jaman sebelumnya tidak ada fasilitas seperti ini. Sekali lagi, ini hanya tulisan pribadi tanpa ada niat untuk menyinggung produk tertentu.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/cara-menghilangkan-kode-pengaman-security-check-di-facebook/' title='Cara Menghilangkan Kode Pengaman / Security Check di Facebook'>Cara Menghilangkan Kode Pengaman / Security Check di Facebook</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sms-mahasiswa/' title='SMS Mahasiswa'>SMS Mahasiswa</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Ftampilan-sms-seperti-chatting-pada-blackberry%2F&amp;title=Tampilan%20SMS%20Seperti%20Chatting%20Pada%20BlackBerry" id="wpa2a_18"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/tampilan-sms-seperti-chatting-pada-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kualitas vs Kuantitas</title>
		<link>http://imadewira.com/kualitas-vs-kuantitas/</link>
		<comments>http://imadewira.com/kualitas-vs-kuantitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 04:20:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[365 days blog project]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[kuantitas]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2284</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berbagai hal, kualitas dan kuantitas seringkali berbanding terbalik. Artinya ketika kualitas ditingkatkan maka kuantitas harus dikorbankan, sebaliknya jika kuantitas diperbanyak maka kualitas menjadi menurun. Salah satu contohnya adalah dalam dunia blog. Hal ini saya simpulkan setelah mencoba &#8220;365 days blog project&#8221; yang gagal itu. Walaupun tidak ada ukuran tertentu tentang berapa jumlah post yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam berbagai hal, kualitas dan kuantitas seringkali berbanding terbalik. Artinya ketika kualitas ditingkatkan maka kuantitas harus dikorbankan, sebaliknya jika kuantitas diperbanyak maka kualitas menjadi menurun. Salah satu contohnya adalah dalam dunia blog. Hal ini saya simpulkan setelah mencoba &#8220;365 days blog project&#8221; yang <a href="http://imadewira.com/proyek-gagal-365-days-blog-project/" target="_blank">gagal</a> itu.</p>
<p><span id="more-2284"></span>Walaupun tidak ada ukuran tertentu tentang berapa jumlah post yang baik untuk dipublish dalam jangka waktu tertentu dalam sebuah blog, tapi untuk ukuran blogger biasa 2 sampai 3 tulisan per minggu mungkin bisa dijadikan standar. Blogger biasa disini maksud saya adalah blogger yang menjadikan ngeblog sebagai sekedar hobi, bukan untuk mencari uang atau tujuan khusus lainnya.</p>
<p>Lalu, ketika saya mencoba &#8220;365 days blog project&#8221; dimana aturan utamanya adalah membuat sebuah tulisan lalu mem-publish-nya setiap hari, maka kuantitas tulisan bisa dikatakan melebihi standar seorang blogger biasa. Dan disinilah kualitas  harus dikorbankan. Ya walaupun tulisan saya memang tidak berkualitas, lalu dengan mencoba meningkatkan kuantitas, kualitas yang sudah hancur itu pun semakin lebur menjadi hancur lebur.</p>
<p>Jadi pilih mana, kualitas atau kuantitas? Semua itu kembali kepada tujuan dan selera masing-masing, toh anda adalah raja di blog anda bukan?<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/banyak-artikel-tanpa-kategori-adalah-wajar/' title='Banyak Artikel &#8220;tanpa kategori&#8221; Adalah Wajar?'>Banyak Artikel &#8220;tanpa kategori&#8221; Adalah Wajar?</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tips-menulis-artikel-di-article-directory-yang-menjual/' title='Tips Menulis Artikel di Article Directory Yang Menjual'>Tips Menulis Artikel di Article Directory Yang Menjual</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/langkah-setelah-ganti-theme-wordpress/' title='Langkah Setelah Ganti Theme WordPress'>Langkah Setelah Ganti Theme WordPress</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/proyek-gagal-365-days-blog-project/' title='Proyek Gagal : 365 Days Blog Project'>Proyek Gagal : 365 Days Blog Project</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/mendapatkan-ide-dari-blog-sendiri/' title='Mendapatkan Ide Dari Blog Sendiri'>Mendapatkan Ide Dari Blog Sendiri</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fkualitas-vs-kuantitas%2F&amp;title=Kualitas%20vs%20Kuantitas" id="wpa2a_20"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/kualitas-vs-kuantitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

