Catatan Perjalanan Dinas

July 22nd, 2013 by imadewira Leave a reply »

Sebagai seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) maka tugas Perjalanan Dinas adalah sesuatu yang cepat atau lambat akan kita terima juga. Jujur saja saya sebenarnya selalu agak sulit untuk menerima suatu hal baru diluar rutinitas saya. Misalnya ya seperti perjalanan dinas ini, apalagi perjalanan itu ke tempat yang sebelumnya belum pernah saya datangi. Selalu ada rasa malas yang menggelora di hati saya, apalagi dengan status saya kini yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Rasa malas itu pun semakin menjadi. Tetapi sekali lagi, semua pasti akan terlewati apalagi pada dasarnya kita tidak bisa menolak sebuah tugas.

Namun dalam hal perjalanan dinas, saya yang hanya seorang PNS biasa dengan golongan III/b (per 2013) tentu tidak terlalu sering melakukan perjalanan dinas. Tidak seperti mereka yang memiliki jabatan lebih tinggi yang bahkan dalam sebulan bisa lebih dari dua kali melakukan perjalanan dinas keluar daerah. Nah, mumpung pengalaman saya melakukan perjalanan dinas belum terlalu banyak itulah maka saya ingin mencatat dulu perjalanan dinas yang pernah saya alami sampai saat ini.

Saya mulai bekerja sebagai CPNS (kini sudah PNS) di STP Nusa Dua Bali tanggal 1 April 2009. Sampai saat ini sudah ada beberapa tugas luar yang pernah saya ikuti khususnya yang keluar daerah yaitu :

1. Diklat Prajabatan

Diklat Prajabatan ini merupakan tugas yang pasti dan wajib diikuti oleh seorang CPNS sebelum diangkat menjadi PNS. Diklat Prajabatan yang saya ikuti sebenarnya belum termasuk di luar daerah, tempatnya bahkan lebih dekat dari tempat saya bekerja. Tapi berhubung waktu Diklat Prajabatan yang cukup lama, maka saya masukkan saja ke dalam tulisan ini. Ketika itu saya “dititipkan” mengikuti Diklat Prajabatan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Bali pada Diklat Prajabatan Golongan III Provinsi Bali angkatan VII tahun 2009 yaitu tanggal 14 Mei 2009 sampai dengan 30 Mei 2009.

Dari instansi saya ada 3 orang yang dikirim waktu itu termasuk saya. Sedangkan sebagian besar peserta Diklat lainnya adalah PNS dari Pemerintah Provinsi Bali. Ada juga peserta “titipan” lainnya yaitu dari Kanwil Imigrasi Bali. Melihat tanggalnya, belum genap 2 bulan saya bekerja dan saya sudah mengikuti Diklat. Belum lagi ketika itu belum genap sebulan saya menikah adalah sesuatu yang agak berat bagi saya, bukan karena soal bulan madu yang tertunda, tetapi soal adaptasi istri di rumah yang harus saya tinggalkan sekitar 2,5 minggu. Untunglah jarak tempat Diklat yang masih di Denpasar dimana istri saya bisa menengok saya setiap sore. Diklat Prajabatan pun berjalan dengan lancar dan bisa saya ikuti dengan baik.

2. Pelatihan LPSE di Jakarta

Perjalanan Dinas keluar daerah yang pertama saya jalani adalah mengikuti “Workshop dan Management Training Layanan
Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di ruang Training Direktorat e-Procurement-LKPP”, tanggal 23 – 27 April 2012. Inilah pertama kalinya saya mendatangi Jakarta. Curhat tentang perjalanan dinas ke Jakarta pertama kalinya ini sudah sempat saya tuliskan juga di blog ini yaitu pada tulisan Berkenalan Dengan Jakarta.

3. Rakornas LPSE

Ini adalah kedua kalinya saya datang ke Jakarta, masih berkaitan dengan LPSE yaitu mengikuti Rakornas LPSE tanggal 9 – 11 Nopember 2012. Tulisan berkaitan dengan ini sempat saya catat pada tulisan Kembali ke Jekardah dan Pertemuan Koordinasi ke-8 LPSE Nasional.

4. Sosialisasi PMPRB

Untuk ketiga kalinya, saya kembali ke Jakarta yaitu tanggal 8 – 9 Pebruari 2013. Kali ini bukan urusan LPSE tetapi tentang PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi). Karena ini sudah ketiga kalinya ke Jakarta, saya sudah jauh lebih percaya diri karena sedikit tidaknya sudah bisa membayangkan seperti apa perjalanan ke sana. Hal yang mungkin baru bagi saya adalah tempat acaranya di Gedung Kemenparekraf. Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) merupakan “induk” dari instansi tempat saya bekerja, STP Nusa Dua Bali. Jadi bisa dikatakan inilah pertama kalinya saya datang ke kantor pusat.

Tentang apa itu PMPRB saya tidak bisa menjelaskan secara detail karena takut salah. Yang jelas PMPRB semacam kegiatan melakukan penilaian mandiri terhadap instansi di bawah Kemenparekraf. Banyak proses dan langkah dalam kegiatan ini baik penilaian secara online dan juga pengumpulan bukti fisik. Kalau tidak salah, nantinya akan dihasilkan sebuah nilai yang menjadi nilai bagi Kemenparekraf. Nilai ini nanti kaitannya dengan Remunerasi di Kemenparekraf. Semoga saya tidak salah menjelaskan.

Kegiatan Sosialisasi ini cuma sehari dan saya hanya menginap semalam disana, besoknya langsung balik lagi ke Bali. Berangkat dari Bali dan tiba di bandara Soekarno-Hatta, saya melanjutkan perjalanan menggunakan bus Damri menuju Stasiun Gambir, dengan tarif yang relatif murah yaitu 25 ribu rupiah saja. Saya lalu turun (sebenarnya sih kita tidak boleh turun sebelum tiba di Gambir, hehe) tepat di persimpangan di sebelah gedung Kemenparekraf.

Selesai acara Sosialisasi kami lalu jalan kaki saja menuju Jalan Jaksa untuk mencari penginapan untuk semalam. Oya, saya mengikuti acara sosialisasi ini dengan posisi sebagai staff IT yang menemani seorang senior yang mewakili instansi kami. Lanjut, besoknya pukul 5.00 saya sudah check out dari hotel dan kembali jalan kaki menuju stasiun Gambir untuk mencari bus Damri yang menuju bandara. Perjalanan saya kali ini terasa lebih enak dibanding sebelum-sebelumnya. Disamping karena hanya semalam, juga karena ini sudah merupakan kali ketiga saya datang ke Jakarta.

5. Presentasi PMPRB

Lanjut, kali keempat saya datang ke Jakarta masih berkaitan dengan PMPRB yaitu untuk presentasi hasil sementara PMPRB dari instansi saya. Saya ditugaskan untuk mendampingi dua orang senior (salah satunya Ketua STP Nusa Dua Bali) untuk presentasi di Gedung Kemenparekraf. Sayangnya saya lupa ini tanggal berapa, yang jelas sekitar bulan Maret/April tahun 2013. Di arsip saya tidak menemukan surat penugasan yang diberikan untuk saya. Acaranya cuma sehari dan kami hanya menginap semalam disana.

*update : Berdasarkan tiket ternyata ini adalah tanggal 17 s/d 18 Maret 2013, tapi surat penugasan tetap tidak saya temukan di arsip saya.

*update lagi : Surat penugasan untuk kegiatan ini sudah saya temukan. Cuma ternyata saya juga mendapat surat penugasan ke Jakarta untuk kegiatan tanggal 19 Maret 2013, sepertinya ada kesalahan teknis dalam penerbitan surat penugasan itu karena saya tidak ikut dan langsung pulang tanggal 18 Maret 2013.

Yang menjadi pengalaman baru bagi saya adalah, untuk pertama kalinya saya pulang sendiri dari Jakarta ke Bali. Karena setelah acara presentasi itu, kedua senior/atasan saya masih ada kegiatan lain di Jakarta. Jadi saya harus pulang sendiri. Untunglah sebelumnya saya sudah pernah naik Bus Damri dari stasiun Gambir menuju Bandara. Jadi dari kantor Kemenparekraf saya naik ojek ke stasiun dengan membayar 10 ribu, lalu naik Bus Damri menuju Bandara. Melakukan perjalanan sendiri ternyata tidak terlalu mengasikkan karena tidak ada yang diajak bicara selama perjalanan. Tapi tidak mengapa karena setidaknya saya mendapat pengalaman tersendiri dari kejadian itu.

6. Rapat Koordinasi LPSE Kemenparekraf

Lanjut lagi, perjalanan dinas selanjutnya masih menuju Jakarta dan juga ke kantor pusat yaitu di Kementerian Parekraf yaitu tanggal 16 Mei 2013. Ini kelima kalinya saya ke Jakarta, kali ini urusan LPSE. Jadi ceritanya Kemenparekraf mulai tahun 2013 ini sudah memiliki/membentuk LPSE sendiri. Kemudian dari STP Nusa Dua Bali diminta untuk mengirimkan satu nama untuk ditunjuk menjadi Admin Sub Agency dari LPSE Kemenparekraf. Yang menjadi persoalan kemudian adalah STP Nusa Dua Bali sudah memiliki LPSE sejak tahun lalu (2012). Lalu, kalau STP Nusa Dua Bali nanti melakukan lelang di LPSE Kemenparekraf, bagaimana dengan LPSE STP Nusa Dua Bali? Banyak pertanyaan yang muncul setelah itu.

Untuk itulah saya bersama senior (Ketua LPSE STP Nusa Dua Bali) ditugaskan ke Jakarta untuk menemui Ketua LPSE Kemenparekraf dan juga ketua ULP disana untuk menyamakan persepsi dan berbagai hal ke depan berkaitan dengan LPSE. Hasilnya kemudian diputuskan STP Nusa Dua Bali menunjuk seseorang (saya sendiri) untuk menjadi Admin Sub Agency di LPSE Kemenparekraf. Lalu LPSE STP Nusa Dua Bali mungkin akan “ditutup”, tapi sampai saat ini kami belum tahu bagaimana mekanisme “penutupan” itu, apakah boleh ditutup dan seterusnya.

Nah, untuk perjalanan saya yang kali ini ada pengalaman baru juga bagi saya. Senior yang saya ajak berangkat ini memiliki keterbatasan waktu sehingga menjadi agak sulit untuk mengatur jadwal. Dan akhirnya diputuskan kami tidak akan menginap di Jakarta. Jadi pagi hari kami berangkat dan sore hari kami langsung balik lagi ke Bali. Seperti biasa kami menggunakan bus Damri dari bandara ke stasiun Gambir dan sebaliknya. Ya lumayan lelah juga melakukan perjalanan pulang-pergi dalam sehari seperti itu. Tapi rasanya asik karena ada pengalaman baru lagi.

Sampai disinilah pengalaman saya melakukan perjalanan dinas, khususnya yang keluar daerah. Sejauh ini baru cuma ke Jakarta saja. Saya kini merasa bersyukur terhadap semua pengalaman itu. Walaupun di awalnya hampir selalu berat tapi di akhirnya selalu menyenangkan.

Bulan ini sebenarnya saya rencananya akan ditugaskan keluar lagi, kali ini ke Akpar Medan di Sumatera Utara. Tapi ternyata kegiatan ini diundur, mungkin minggu depan atau setelah Lebaran. Seperti biasa, saya merasa sedikit beban dan malas, tapi akan tetap saya jalani dan semoga nanti perjalanan saya lancar.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

16 comments

  1. duniaely says:

    Banyak juga ya mas aneka tugas luar yg dijalaninya, pasti ceritanya :)
    duniaely´s last blog post ..Sepakbola Wanita Piala Eropa 2013

  2. devieriana says:

    Kurang lebih sih sama, yah :)
    Di sini juga sama, ribet PMPRB juga :D

  3. PanDe Baik says:

    Ikut ah, bikin yang beginian. Sejak di LPSE, akhirnya bisa juga mengenal yang namanya Pesawat :p
    PanDe Baik´s last blog post ..Web Site SKPD Pemkab Badung, Hidup Segan Matipun *uhuk

  4. Wah,, udah sering ke jakarta tapi ndak pernah kontak-kontak. Sombong… :p

  5. boyin says:

    perjalanan dinas dapat SPJ lah itu khan enak buat tambahan gaji bli….
    boyin´s last blog post ..Wedding di Australia

  6. Alris says:

    Banyak juga perjalanan dinasnya. Tapi lumayankan SPJ bikin kantong gemuk, hehe…

  7. jarwadi says:

    wah, saya baru tahu kalau pekerjaannya seorang PNS. jarang-jarang nya PNS yang rajin ngeblog :) seperti Pak Made Wiya
    jarwadi´s last blog post ..Apa Kabar PLIK?

  8. aci says:

    mas made PNS di kemenparekraf ya? saya Alhamdulillah lolos cpns 2013 di kemenparekraf, boleh tau suka dukanya lingkungan kerja disana? bagaimana prospek ke depannya? sejujurnya saya masih bingung karena diterima di dua instansi, mohon pencerahan. thanks.

    • imadewira says:

      @aci : Kayaknya susah menjelaskan suka duka jadi PNS walaupun di kementerian yang sama. Karena saya kebetulan di STP Nusa Dua Bali yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Kemenparekraf. Jadi mungkin tidak terlalu sama dengan yang di pusat.

Leave a Reply

CommentLuv badge