Catatan Akhir Tahun 2014

Mungkin saya sedikit terlambat menuliskan catatan akhir tahun 2014 ini, karena biasanya saya membuat tulisan catatan akhir tahun sebelum tahun baru, tapi kali ini saya baru sempat menulisnya setelah lewat tanggal 1 Januari. Tak apalah, daripada tidak sama sekali. Sebelum menulis ini, saya mencoba membaca kembali catatan akhir tahun sebelumnya yaitu Catatan Akhir Tahun 2013 serta mengingat-ingat kembali perjalanan hidup saya di tahun 2014. Baiklah, saya mulai saja tulisan catatan akhir tahun ini.

Bersyukur

Saya sangat bersyukur karena bisa kembali melewati satu tahun kehidupan yang penuh pengalaman. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pergantian tahun bagi saya adalah salah satu momen dimana saya bisa terus merasa bersyukur atas segala yang telah saya alami, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Pernikahan Adik

Pernikahan adik saya, Mirah, merupakan salah satu momen besar di tahun 2014. Saya sulit mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana rasanya ditinggal menikah oleh adik satu-satunya. Antara bahagia dan sedih serta terharu.Walaupun selama ini mungkin tidak jarang kami berbeda pendapat bahkan beberapa kali bertengkar, tapi ketika ditinggal rasanya tentu sedih. Tapi saya sangat bahagia karena kini dia telah membuat langkah besar dalam hidupnya, melangkah ke jenjang pernikahan.

Banyak hal lain yang juga membuat saya tenang dan bahagia, dia menikah dengan lelaki pilihannya, masih merupakan kerabat dekat dan tinggal hanya beberapa kilometer dari rumah sehingga bisa pulang ke rumah asal kapan saja. Acara pernikahan juga berjalan dengan sangat lancar.

Nindi

Tahun 2014, Nindi beranjak dari sekolah Playgroup menuju Taman Kanak-kanak (TK) kelompok A atau sering juga disebut TK Kecil karena umurnya ketika masuk baru 4,5 tahun. Nindi sangat senang dengan sekolah barunya karena punya banyak teman baru, ya, untuk TK Nindi saya sekolahkan di tempat yang berbeda dengan sekolah Playgroup-nya. Semester pertama dijalani Nindi dengan baik, semua kegiatan bisa dia ikuti dengan lancar. Dalam keseharian, saya merasa Nindi semakin dewasa ketika berpikir dan berkata, bukan dalam hal akademik.

Sepertinya sedikit melampaui umurnya, mungkin karena selama ini saya selalu berusaha menjawab apa yang ditanyakannya dengan apa adanya. Misalnya ketika dia bertanya dinosaurus itu apa, hidup dimana dan seterusnya. Saya berusaha memberikan jawaban yang benar, sehingga dia bisa berpikir secara logika dan menggunakan nalar. Dalam hal akademik yaitu membaca, menulis dan berhitung, saya sama sekali tidak pernah memaksakannya, saya mengajarkannya kalau dia minta, hanya terkadang saja saya selipkan di sela-sela interaksi saya dengannya.

Oya, saya malah merasa super bahagia ketika melihat Nindi sudah bisa naik sepeda. Menurut saya malah hal seperti ini yang penting, bagaimana dia berusaha dari tidak bisa menjadi bisa, bagaimana dia merasakan prosesnya.

Masalah adik untuk Nindi, tahun ini Tuhan belum menganugerahinya kepada kami. Bulan-bulan awal tahun 2014 kami sudah mencoba tetapi belum berhasil. Dan kebetulan di kantor istri saya mendapat fasilitas gratis vaksin kanker serviks, jadi sekitar 6 bulan belakangan ini istri saya belum diijinkan hamil oleh dokter hingga selesai proses vaksin sebanyak 3 kali. Mudah-mudahan saja nanti setelah proses vaksin ini selesai, kami bisa dianugerahi adik untuk Nindi.

Pekerjaan

Dalam hal pekerjaan juga semua berjalan lancar. Ada yang sedikit baru bagi saya mulai awal tahun 2014, saya yang dulunya bertugas di unit komputer sekarang ditugaskan di bagian akademik dan terlibat dalam pelayanan mahasiswa. Perpindahan tugas ini berkaitan dengan proses reformasi birokrasi, khususnya terkait dengan pemberikan Tunjangan Kinerja. Ceritanya agak rumit, tapi akan coba saya jelaskan secara singkat.

Awal mulai bekerja dulu tahun 2009, pada SK CPNS dan SK PNS jabatan saya tertulis Dosen. Kemudian pada pertengahan tahun 2013 saya mendapat SK Kenaikan Pangkat dari III/a ke III/b. Pada SK Kenaikan Pangkat tersebut jabatan saya tertulis Fungsional Umum. Oleh karena itulah, mulai awal tahun 2014 saya diberikan salah satu jabatan fungsional umum yang ada di STPNB. Jadi sejak tahun 2014 ini saya mulai bekerja di bagian Akademik.

Kesehatan

Kesehatan saya sepanjang tahun 2014 cukup baik, hanya beberapa kali sakit tenggorokan, kecuali yang terakhir saya alami ketika berangkat ke Yogyakarta beberapa waktu lalu. Saya juga cukup rutin bermain bulutangkis, juga masih bersepeda walau belakangan agak jarang karena musim hujan dan beberapa kesibukan.

Kuliah S2

Setelah kegagalan mengikuti tes untuk melamar S2 di tahun 2013, tahun 2014 saya belum mencoba lagi. Karena ada berbagai perubahan terkait dengan posisi dan jabatan fungsional di tempat bekerja, saya menjadi belum fokus dan memutuskan untuk tidak melamar dulu. Mudah-mudahan saja di tahun 2015 saya bisa mencoba lagi.

Demikianlah catatan akhir tahun 2014 saya, saya bahagia dengan apa yang telah saya lewati, dan semoga semua menjadi lebih baik lagi di tahun selanjutnya.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

One thought to “Catatan Akhir Tahun 2014”

  1. waah … setelah baca posting maz wira,
    jadi pingin juga ya nulis diary setahun kemarin,
    setidaknya untuk instropeksi dan kenangan jga ya maz…
    mungkin lebih sip kalau disertai foto ..
    ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *