Catatan Akhir Tahun 2013

December 30th, 2013 by imadewira Leave a reply »

Tahun 2014 sudah diambang pintu, tidak sampai 24 jam lagi kita sudah akan sampai di tahun 2014 yang artinya tahun 2013 sudah terlewati. Maka dari itu saya ingin menuliskan sebuah catatan akhir tahun 2013. Tentu saja tidak semua hal bisa saya tuliskan disini karena sebuah ini hanyalah sebuah catatan kecil yang saya jadikan tulisan penutup tahun di blog ini.

Bersyukur

Bersyukur adalah satu hal terpenting yang bisa saya lakukan saat ini karena saya bisa melewati tahun 2013 dengan cukup baik. Tidak semua hal berjalan sesuai rencana, tetapi saya tetap bersyukur karena setidaknya masih bisa bertahan hingga detik ini. Kesuksesan dan kegagalan pada dasarnya memberikan hal yang sama dan pasti yaitu sebuah pengalaman. Maka dari itu, apapun yang saya terima di tahun 2013 tetap akan saya syukuri.

Perkembangan Nindi

Nindi adalah putri pertama saya dan hingga saat ini masih merupakan anak tunggal kami. Dan Nindi masih menjadi sesuatu hal yang sangat istimewa dan tidak tergantikan dalam hidup saya. Maka dari itu Nindi masih menjadi perhatian utama saya. Di tahun 2013 ini Nindi mengalami perkembangan yang baik, banyak hal yang kami jalani bersama selama setahun terakhir ini.

Yang paling berbeda dari tahun sebelumnya adalah tahun ini Nindi mulai bersekolah di playgroup. Jadi tahun 2013 adalah tahun yang cukup spesial bagi kami khususnya Nindi. Banyak kejadian menarik dan mengharukan bagi saya dan istri berkaitan dengan kegiatan sekolah yang dialami oleh Nindi. Kami bersyukur tidak ada hambatan berarti yang Nindi hadapi, semua berjalan dengan baik.

Perkembangan Nindi keluarga juga sangat baik, dia sudah makin pintar dalam artian semakin matang. Sudah mulai banyak mengerti topik pembicaraan sehingga saya dan istri sudah tidak bisa lagi menyembunyikan sesuatu dalam obrolan karena Nindi sudah paham apa yang kami bicarakan. Oya, umur Nindi saat ini hampir 4 tahun, bulan Pebruari yang akan datang dia ulang tahun.

Masih dalam hal bicara dan ingatan, Nindi juga sudah makin matang dalam mengingat sesuatu seperti sebuah kejadian beberapa waktu yang sudah lewat atau mengingat sebuah janji. Jadi misalnya ketika saya berjanji mengajaknya jalan-jalan di akhir pekan (hari Minggu), dia sudah mulai bisa menagih janji itu.

Adik Untuk Nindi

Di tahun 2013 ini saya dan istri merencanakan untuk kehamilan kedua dan memberikan adik untuk Nindi. Mengingat umur Nindi yang sudah hampir 4 tahun sepertinya sudah waktunya kami memiliki anak kedua. Beberapa kawan dan kerabat pun seperti biasa sudah sering mengingatkan dan menanyakan tentang kapan Nindi dibuatkan adik.

Saya juga kadang merasa terharu melihat Nindi bermain dengan bonekanya yang dia anggap adik. Bahkan beberapa bulan terakhir dia makin sering menanyakan tentang adik. Sayangnya mungkin Tuhan belum berkehendak sehingga setelah sekitar 6 bulan
mencoba kami belum berhasil. Hingga akhirnya konsultasi ke dokter kandungan yang dulu menangani Nindi sejak masih dalam kandungan hingga lahir, dan ditemukan sesuatu yang membuat istri saya harus menjalani proses “kuretase”. Kami pun menjalaninya dan kini menunggu sambil tetap berdoa semoga beberapa bulan lagi kami kembali dianugrahkan kehamilan anak kedua.

Pekerjaan

Dalam pekerjaan mungkin tidak banyak hal yang bisa saya kerjakan. Kegiatan utama saya masih tetap mengajar khususnya di STP Nusa Dua Bali dimana saya bekerja sebagai PNS. Pada semester Ganjil Tahun Akademik 2013/2014 saya juga kembali diberikan kesempatan mengajar di Stikom Bali.

Di STP Nusa Dua Bali saya bersama seorang teman yang lebih senior juga melanjutkan pengembangan sebuah aplikasi berbasis web, tepatnya Sistem Informasi Akademik. Aplikasi yang saya buat ini mengalami perkembangan yang cukup banyak di tahun 2013. Hingga saat ini, hampir semua proses di akademik sudah bisa ditangani oleh aplikasi yang saya buat. Mulai dari Pembuatan Kelas, Perwalian, Pembuatan KRS, Input Nilai, Pembuatan KHS. Juga proses Skripsi mulai dari Pendaftaran Tugas Akhir (Skripsi), Ujian Sidang, sampai Wisuda, semuanya sudah bisa dilakukan melalui aplikasi tersebut.

Dan saat ini aplikasi ini sebenarnya sudah saya buatkan interface untuk Dosen dan Mahasiswa sehingga aplikasi ini bisa diakses untuk melihat berbagai informasi yang berkaitan dengan mereka. Dosen bisa melihat informasi seperti Beban Mengajar,
Pembimbing, Kegiatan Dosen, Nilai dan lain sebagainya. Sedangkan bagi Mahasiswa, mereka bisa melihat Biodata, KRS, KHS yang tentunya berisi nilai, serta Tugas Akhir dan lain sebagainya. Tetapi interface bagi Dosen dan Mahasiswa ini belum kami launching dan sosialisasikan, menunggu waktu yang tepat.

Melanjutkan Kuliah S2

Ini adalah kegagalan terbesar bagi saya di tahun 2013 ini. Saya kembali gagal melanjutkan kuliah ke S2. Di tahun 2012 sebenarnya saya sudah mencoba dan bahkan sebenarnya pada waktu itu sudah mendapat beasiswa, tapi sayangnya saya terlambat mendaftar S2. Di tahun 2013 saya juga memiliki kesempatan besar untuk mendapat beasiswa, dan saya juga sudah mendaftar di program pasca sarjana Magister Teknik Elektro, bidang keahlian Manajemen Sistem Komputer dan Informasi, Universitas Udayana. Saya mengikuti proses testing mulai dari tes wawancara, tes tulis dan lainnya.

Tetapi sayang seribu sayang, saya GAGAL, saya tidak lulus. Ketika pengumuman, saya cukup kecewa dan hanya bisa pasrah, bahkan hingga saat ini merasa kehilangan setengah rasa percaya diri. Saya merasa dalam hal akademis, ini adalah kejadian pertama saya mengalami kegagalan seperti ini.

Saya ingat jaman lulus SD, ketika mencari sekolah SMP saya berhasil lulus di sekolah yang saya inginkan, begitu juga ketika mencari SMA. Ketika kuliah S1, saya memilih pilihan pertama di Teknik Informatika ITS (Surabaya, kampus favorit) dan pilihan kedua di Teknik Sipil Udayana (Bali, juga jurusan yang cukup favorit), dan saat UMPTN (nama tes ketika itu) saya lulus di pilihan kedua. Bedanya, ketika itu saya memang sudah memprediksi akan lulus di pilihan kedua. Uniknya, saya tidak jadi mengambil Teknik Sipil dan memutuskan tetap ke Surabaya mencari jurusan Teknik Informatika di kampus swasta.

Kembali soal kegagalan mendaftar S2, saat ini saya hanya bisa pasrah dan menunggu kesempatan selanjutnya. Tapi seperti saya tulis di awal, dalam kegagalan pun kita bisa mendapatkan sesuatu yaitu pengalaman. Dari pengalaman ini saya mencoba menganalisa, dimana letak kekurangan saya. Dan akhirnya saya menduga, kesalahan saya adalah kurangnya persiapan khususnya ketika tes wawancara. Dimana ketika itu saya ditanyakan tentang ide untuk Tesis, saya pun tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Sepertinya itulah salah satu penyebab kegagalan saya. Jadi berbeda dengan ujian masuk S1, mungkin ketika melamar S2 kita sudah harus menyiapkan sebuah judul atau setidaknya ide untuk Tesis.

Berkaca dari pengalaman ini, di kesempatan selanjutnya saya akan mencoba menyiapkan sebuah ide untuk Tesis. Langkah saya mungkin dengan belajar membaca dari sekarang, dengan mengunjungi perpustakaan dan melihat seperti apa “tampang” yang namanya Tesis. Semoga saja di tahun depan saya bisa berhasil.

Kesimpulan

Kesimpulannya, sekali lagi saya bersyukur atas apa yang telah saya jalani di tahun 2013. Semoga di tahun depan, di tahun 2014 saya bisa lebih baik lagi.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

Leave a Reply

CommentLuv badge